Tanoh Atjeh Menangis: Tambang Ilegal Hancurkan Hutan, SDA Aceh Rugi Miliaran – Gubernur Mualem Geram

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 20:45 WIB

40374 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh, teropongbarat.co | Aceh kembali berduka. Deru ekskavator yang merambah hutan dan mengeruk emas di tanah leluhur telah meninggalkan luka dalam. Tanoh Atjeh menangis. Hutan yang semestinya menjadi penyangga kehidupan justru digunduli demi tambang emas ilegal yang makin merajalela.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, angkat suara. Ia geram menyaksikan kerusakan hutan yang masif dan hilangnya potensi pendapatan daerah akibat ulah pelaku tambang ilegal.

“Semua ekskavator yang masih berada dalam hutan Aceh harus keluar. Khususnya tambang emas ilegal. Mulai hari ini saya beri waktu dua minggu. Jika masih membandel, pemerintah akan bertindak tegas,” tegas Mualem dalam konferensi pers di DPR Aceh, Kamis (25/09).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan Lingkungan, Rugi Miliaran

Aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak bentang hutan Aceh, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi hingga miliaran rupiah setiap tahun. Potensi royalti dan pajak hilang, sementara masyarakat sekitar hanya menerima dampak banjir, tanah longsor, dan rusaknya ekosistem sungai.

“Tambang ilegal selama ini tidak memberi manfaat apa-apa bagi Aceh. Yang ada hanya kerusakan dan kerugian. Kita tidak bisa diam lagi,” lanjut Mualem.

Instruksi Tegas

Pemerintah Aceh akan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) untuk menertibkan tambang emas ilegal. Bupati dan wali kota se-Aceh diperintahkan turun langsung melakukan penataan serta penertiban.

“Dalam beberapa hari ke depan saya akan keluarkan Ingub khusus. Ini perintah langsung. Kita tidak ingin hutan Aceh semakin habis, sementara rakyat tidak mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Upeti dan Bayang-Bayang Mafia

Di balik maraknya tambang ilegal, isu adanya “upeti” kepada oknum aparat dan keterlibatan perusahaan besar terus mencuat. Praktik ini membuat penertiban sering mandek di lapangan. Publik menuntut transparansi dan keberanian pemerintah untuk benar-benar memberantas mafia Tambang ditanoh rencong. //@ntoni Steven tin.

Berita Terkait

Banding Jaksa Ditolak, Warga Kampong Menang atas Sengketa Lahan dengan PT Laot Bangko
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Inilah 75 Khatib Jumat Banda Aceh
Isu “Pengungsi Rekayasa” di Bireuen, Kapolda Aceh Turun Tangan
Oknum Mencatut Nama Ketua PWI Aceh untuk Modus Permintaan Uang, Masyarakat Diminta Waspada
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa
Rehabilitasi Gedung Rawat Jalan Lama RSJ Aceh Telan Anggaran Rp4,8 Miliar, Diharapkan Tingkatkan Layanan Kesehatan
Webinar GAMIES Aceh bahas saatnya UMKM Melek Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:55 WIB

Jelang Kenduri Bungong Kayee, Satgas TMMD Bergerak Cepat

Jumat, 24 April 2026 - 15:45 WIB

Air Mata Haru Iringi Kunjungan Satgas TMMD ke Rumah Lansia

Jumat, 24 April 2026 - 15:35 WIB

Kisah Haru di Gunung Cut, TMMD Wujudkan Impian Warga

Jumat, 24 April 2026 - 14:16 WIB

Gotong Royong TNI-Warga Rehab Rumah Lansia

Jumat, 24 April 2026 - 14:03 WIB

Program TMMD 128 Percepat Pembangunan, Rumah Lansia di Gunung Cut Jadi Prioritas

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

Pemdes Gunung Cut Jemput Aspirasi Warga ke Posko TMMD ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 23 April 2026 - 18:29 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Mulai Bongkar RTLH di Gunung Cut, 5 Unit Ditargetkan Direhab

Kamis, 23 April 2026 - 18:25 WIB

Air Mata Bahagia Nurhabibah, Rumahnya Direhab Satgas TMMD Kodim Abdya

Berita Terbaru