Tanoh Atjeh Menangis: Tambang Ilegal Hancurkan Hutan, SDA Aceh Rugi Miliaran – Gubernur Mualem Geram

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 20:45 WIB

40378 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh, teropongbarat.co | Aceh kembali berduka. Deru ekskavator yang merambah hutan dan mengeruk emas di tanah leluhur telah meninggalkan luka dalam. Tanoh Atjeh menangis. Hutan yang semestinya menjadi penyangga kehidupan justru digunduli demi tambang emas ilegal yang makin merajalela.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, angkat suara. Ia geram menyaksikan kerusakan hutan yang masif dan hilangnya potensi pendapatan daerah akibat ulah pelaku tambang ilegal.

“Semua ekskavator yang masih berada dalam hutan Aceh harus keluar. Khususnya tambang emas ilegal. Mulai hari ini saya beri waktu dua minggu. Jika masih membandel, pemerintah akan bertindak tegas,” tegas Mualem dalam konferensi pers di DPR Aceh, Kamis (25/09).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan Lingkungan, Rugi Miliaran

Aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak bentang hutan Aceh, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi hingga miliaran rupiah setiap tahun. Potensi royalti dan pajak hilang, sementara masyarakat sekitar hanya menerima dampak banjir, tanah longsor, dan rusaknya ekosistem sungai.

“Tambang ilegal selama ini tidak memberi manfaat apa-apa bagi Aceh. Yang ada hanya kerusakan dan kerugian. Kita tidak bisa diam lagi,” lanjut Mualem.

Instruksi Tegas

Pemerintah Aceh akan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) untuk menertibkan tambang emas ilegal. Bupati dan wali kota se-Aceh diperintahkan turun langsung melakukan penataan serta penertiban.

“Dalam beberapa hari ke depan saya akan keluarkan Ingub khusus. Ini perintah langsung. Kita tidak ingin hutan Aceh semakin habis, sementara rakyat tidak mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Upeti dan Bayang-Bayang Mafia

Di balik maraknya tambang ilegal, isu adanya “upeti” kepada oknum aparat dan keterlibatan perusahaan besar terus mencuat. Praktik ini membuat penertiban sering mandek di lapangan. Publik menuntut transparansi dan keberanian pemerintah untuk benar-benar memberantas mafia Tambang ditanoh rencong. //@ntoni Steven tin.

Berita Terkait

Mantan Peraih Kompolnas Award 2022, IPTU Muhammad Abidinsyah Dipercaya Jabat Kasatreskrim Polres Langsa
5. Tak Tinggal Diam! ASDP Pastikan Penanganan Maksimal Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2
Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal
Korban Letupan Hidrolik di Ruang Mesin Kmp Aceh Hebat 2 Telah Tertangani, Pelayaran Ulee Lheue-Balohan Tetap Berjalan Normal
Apresiasi Ketegasan Mualem, Sobirin: Gas Aceh Harus Jadi Motor Kesejahteraan Rakyat
Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan
Kadin Aceh: South Andaman Momentum Emas Membangun Industri dan Lapangan Kerja
Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:22 WIB

Evaluasi Mutu Pendidikan di Teluk Aru: Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Ajak Kepala Sekolah Tingkatkan Layanan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:46 WIB

Pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Utara Ricky Anthony,Sepakati Pengawalan Program Keagamaan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:13 WIB

Rumah Warga Salapian Ludes Terbakar, Pimpinan DPRD Provinsi Sumut, Ricky Anthony Salurkan Bantuan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:40 WIB

Syah Afandin Resmikan Masjid Raudhatut Tauhid: Jadikan Masjid Pusat Pembinaan Generasi Muda

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:48 WIB

Promosikan Potensi Desa ke Kancah Nasional Bupati Langkat Rangkul Rumah Inspiratif Kelana

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:25 WIB

Pansus DPRD Langkat Temukan Perkebunan Sawit PT BI Beroperasi Tanpa HGU

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:30 WIB

Dugaan Pungli Ijazah SD, LBH PAPI Minta Investigasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:03 WIB

HMI Langkat Minta Seluruh SPPG Diaudit Pasca- Kasus Korupsi di BGN

Berita Terbaru