Teropongbarat.com – Gubernur Jambi, Al Haris kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Pro Jambi Tangguh. Kali ini, ia menyerahkan secara simbolis bantuan Bedah Rumah bagi warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Merangin.
Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 1 Merangin tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur, serta jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Merangin.
Tahun 2025 ini, Kabupaten Merangin menerima 86 unit bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi Jambi, dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp 20 juta, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 1,72 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Program Pro Jambi Tangguh adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Program ini hadir agar masyarakat bisa memiliki rumah yang layak dan sehat. Pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga Jambi yang tinggal di rumah yang tidak layak huni,” ujar Al Haris.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Gubernur Al Haris menekankan bahwa program ini juga bertujuan membangun harapan dan kualitas hidup masyarakat.
“Kami tidak hanya membangun rumah, tapi juga membangun harapan. Dengan rumah yang layak, masyarakat bisa hidup lebih sehat, nyaman, dan produktif,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar program benar-benar tepat sasaran.
“Kami berharap Bupati dan jajarannya ikut mengawasi agar bantuan ini betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Usai acara penyerahan simbolis, Gubernur Al Haris bersama tim Dinas PUPR Provinsi Jambi meninjau langsung salah satu rumah penerima bantuan di Kelurahan Pematang Kandis, serta melakukan pemasangan plang tanda rumah penerima program.
Sementara itu, Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR Provinsi Jambi, Ariesto Harun Wijaya, menjelaskan bahwa bantuan senilai Rp 1,72 miliar untuk 86 unit rumah di Kabupaten Merangin telah terealisasi 100 persen.
“Total anggaran Rp 1,72 miliar lebih itu digunakan untuk membedah 86 rumah warga tidak layak huni menjadi layak huni. Masing-masing rumah menerima Rp 20 juta, dan realisasinya sudah 100 persen,” ungkap Harun. (*)

















































