Sampang, // Teropongbarat.com Pemerintah Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, menyampaikan keluhan terkait kedatangan sepasang orang yang mengaku sebagai wartawan dan mengajukan proposal sumbangan atas nama pembangunan kantor media.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam (23/01/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, sesaat setelah waktu Magrib. Menurut keterangan perangkat desa, dua orang yang diduga merupakan pasangan suami istri itu datang menggunakan mobil bersama seorang anak dan menyampaikan proposal permohonan bantuan.
Namun, cara penyampaian permohonan tersebut dinilai tidak lazim dan menimbulkan keresahan. Perangkat desa mengaku merasa tertekan karena adanya kesan memaksa agar proposal tersebut segera ditindaklanjuti. Pihak Desa Panyepen menyebut, kedatangan sepasang orang yang mengaku wartawan tersebut bukan kali pertama. Sebelumnya, mereka juga datang pada September 2025 dengan maksud serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pak, wartawan yang dari Pamekasan itu datang lagi minta sumbangan, bawa proposal lagi katanya untuk pembangunan kantor media,” ungkap Wardah, Sekretaris Desa Panyepen, saat dihubungi melalui sambungan telepon.
“Kenapa caranya tidak seperti wartawan lain. Kalau yang lain datang biasa dan sopan, ini terkesan memaksa sehingga membuat kami tidak nyaman,” imbuhnya.
Atas kejadian tersebut, Pemerintah Desa Panyepen mengaku khawatir dan berharap ada perhatian dari pihak berwenang terhadap praktik-praktik yang dinilai tidak sesuai dengan etika profesi jurnalistik.
Pemerintah desa juga berharap agar pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, memahami kode etik jurnalistik, serta tidak menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi.
Redaksi//
Teropongbarat.com
(Efendi)

















































