Bandung, Aliansi Mahasiswa Suci Bergerak memeringati hari Hak Asasi Manusia Sedunia dengan Tajuk “Mengukur Komitmen Negara Dalam Menjamin Hak Asasi Manusia” berlangsung di Universitas Ekuitas Bandung pada 10 Desember 2025.
Dalam diskusi tersebut sebagai Pemantik, Presma Universitas Sali Al-Aitaam, M.Indra Widjaya, Koorsunas Ketenagakerjaan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) TM.M Nurimtihan, dan Kabag Sospol BEM Universitas Sangga Buana, Ikhdam R Fadilah.
Dari rangkaian pemaparan dan diskusi tersebut, peserta(kita) mendapatkan gambaran bahwa persoalan hak asasi manusia bukan hanya soal aturan yang tertulis, tetapi juga soal bagaimana negara menjalankan komitmennya dalam realitas sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara normatif, Indonesia memiliki perangkat hukum dan ratifikasi internasional yang cukup kuat.
Namun dalam praktiknya, masih terdapat banyak celah: lemahnya penegakan hukum, diskriminasi yang terselubung maupun terang-terangan, serta berbagai bentuk pelanggaran yang masih terjadi di tingkat struktural maupun kultural.
Pemantik juga menyoroti kondisi masyarakat dan perilaku manusia yang kadang menjadi sumber masalah. Pernyataan bahwa “manusia adalah sampah” muncul sebagai kritik keras terhadap perilaku, mentalitas, atau sistem sosial yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,bukan untuk merendahkan martabat manusia, tetapi untuk merendahkan martabat manusia, tetapi untuk mengingatkan bahwa kerusakan sosial sering kali berawal dari kelalaian manusia itu sendiri.

Namun demikian, forum ini sepakat bahwa setiap manusia tetap memiliki martabat yang harus dihormati, dan kritik tersebut seharusnya menjadi pemicu untuk melakukan perbaikan, bukan untuk menghapus nilai kemanusiaan.
Diskusi ini juga menegaskan bahwa komitmen negara tidak boleh berhenti pada janji atau regulasi; ia harus hadir dalam tindakan nyata, kebijakan yang berpihak, serta penegakan hukum yang konsisten. Pada saat yang sama, masyarakat terutama mahasiswa, memiliki peran penting sebagai pengawas, pengkritik, dan penyeimbang agar negara tidak abai terhadap tanggung jawabnya.

Dengan bertepatan pada Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, forum ini mengajak kita semua untuk terus menjaga kesadaran bahwa perjuangan HAM adalah perjuangan panjang yang membutuhkan keberanian moral, kejernihan berpikir, dan konsistensi dari seluruh elemen bangsa.
Sumber : Press release Aliansi Mahasiswa Suci Bergerak

















































