Medan – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana haru dan penuh syukur menyelimuti kediaman Pembina GRIB Jaya Medan, Ferdy Sanjaya Sembiring, di Komplek Perumahan Dosen Fakultas Ekonomi USU, Jalan Flamboyan Raya, Kota Medan, Rabu (18/02/2026).
Sebanyak empat ekor lembu disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar serta warga dari berbagai penjuru kota. Sejak pagi hari, ratusan warga telah memadati lokasi dengan tertib, menunggu giliran menerima paket daging yang telah dikemas rapi oleh panitia.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan penyembelihan berlangsung khidmat, diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur menyambut bulan penuh ampunan.
Para petugas penyembelih tampak bahu-membahu membantu proses pemotongan hingga pendistribusian daging kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tangis haru dan ucapan syukur tak henti-hentinya terdengar dari para penerima manfaat.
Seorang ibu paruh baya yang datang bersama dua anaknya mengaku tak kuasa menahan air mata.
“Alhamdulillah, menjelang Ramadhan kami mendapat rezeki seperti ini. Daging ini sangat berarti untuk keluarga kami. Semoga yang berbagi diberi kesehatan dan keberkahan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Hal serupa disampaikan seorang lansia yang mengaku sengaja datang sejak pagi demi mendapatkan bagian.
Ia menyebut bantuan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri menjelang Ramadhan.
“Sudah lama kami tak merasakan daging lembu. Ini seperti hadiah sebelum puasa. Terima kasih atas kepeduliannya, semoga menjadi amal jariyah,” tuturnya lirih.
Seorang kepala keluarga lainnya juga mengungkapkan rasa syukur mendalam. Menurutnya, pembagian daging ini sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terlebih di tengah kebutuhan yang meningkat menjelang bulan suci.
“Ini bukan hanya soal daging, tapi perhatian dan kepedulian. Kami merasa diperhatikan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya penuh harap.
Suasana kekeluargaan begitu terasa di lokasi kegiatan. Anak-anak terlihat tersenyum bahagia, sementara para orang tua saling bersalaman dan mendoakan kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.
Kegiatan sosial ini menjadi momentum kebersamaan dan solidaritas, sekaligus wujud nyata semangat berbagi dalam menyambut Ramadhan 1447 H.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, kepedulian seperti ini menjadi penguat harapan bahwa nilai gotong royong dan empati masih tumbuh subur di tengah masyarakat Kota Medan.
Ramadhan pun disambut dengan hati yang lebih lapang, penuh rasa syukur dan kebersamaan.(red)

















































