PT Pula Sawit Jaya Bangun Simbiosis Mutualisme dengan Warga Sultan Daulat, Patuh Regulasi dan Aktif Berbagi

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 18:10 WIB

40164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Hubungan antara PT Pula Sawit Jaya dengan masyarakat di tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat kian tampak sebagai pola simbiosis mutualisme yang jarang terlihat pada perusahaan sawit lainnya. Di Dusun Lae Raso dan dua desa penyangga lainnya, perusahaan PKS milik putra daerah Aceh ini tidak hanya beroperasi secara legal, tetapi juga tumbuh berbarengan dengan warga sekitar.

Sejak melangkah sebagai perintis usaha, CEO Teuku Ayoeb Yoesar membangun PKS bukan untuk mengejar profit semata. Sosoknya dikenal bukan pewaris, melainkan pejuang usaha yang jatuh bangun merintis hingga akhirnya berdiri PKS pada 2018. Kini, perusahaan itu menjadi satu-satunya PKS di Subulussalam yang dikelola langsung oleh putra daerah Aceh./(15/11/25).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pabrik yang berdiri di atas lahan dua hektar lebih itu disebut sebagai salah satu perusahaan paling patuh regulasi. Seluruh izin dari IMB, UKL-UPL, IUP, hingga izin industri dilaporkan lengkap dan menyesuaikan seluruh regulasi Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat.

Kepala DPMPTSP Subulussalam, Lidin Padang, membenarkan bahwa PT Pula Sawit Jaya tercatat dalam registrasi perizinan daerah. Proses awal perizinan yang masih manual sebelum OSS disebut sebagai alasan mengapa beberapa dokumen tidak terekam daring, namun secara administratif semuanya dinyatakan sesuai ketentuan.

Dinas Lingkungan Hidup juga memastikan dokumen UKL-UPL perusahaan tersebut telah selesai dan memenuhi seluruh persyaratan. Dinas Perkebunan menyampaikan hal yang sama, sementara Dinas PUPR menyebut perusahaan terus menuntaskan berkas perizinan bangunan sembari pembangunan fisik berjalan bertahap.

Namun yang membuat perusahaan ini menonjol bukan hanya dokumennya yang beres. Di tiga desa sekitar pabrik, warga merasakan kehadiran perusahaan sebagai mitra, bukan ancaman. Program sosial berupa pembagian sembako—mulai beras, minyak goreng, gula hingga kebutuhan pokok lain—dilakukan secara rutin setiap bulan. Warga menyebut kontribusi itu bukan “bantuan sesekali”, melainkan pola hubungan yang berkelanjutan.

“Ini perusahaan yang hadir, bekerja, dan berbagi. Ada timbal balik yang jelas terlihat,” kata salah satu tokoh pemuda dari Kecamatan Sultan Daulat.

Beberapa ketua dusun bahkan menyatakan bahwa keberadaan pabrik telah membuka lapangan kerja untuk pemuda lokal, mempercepat akses ekonomi kebun rakyat, dan menghadirkan komunikasi dua arah yang jarang dijalankan perusahaan-perusahaan sawit lain di wilayah itu.

Ketua LSM Suara Putra Atjeh, Anton Tinendung, S.Kom, mengatakan PT Pula Sawit Jaya adalah contoh bagaimana perusahaan putra daerah dapat menjadi pembeda. “Mereka taat regulasi, tertib amdal, dan menjalankan tanggung jawab sosial dengan pola saling menguntungkan. Ini yang seharusnya menjadi standar,” ujarnya.

Anton juga menyoroti bahwa masih banyak perusahaan sawit dan perkebunan di Subulussalam yang mengabaikan aturan. Di tengah kondisi itu, PT Pula Sawit Jaya hadir sebagai kontras: perusahaan yang tidak hanya mematuhi Peraturan Menteri LHK Nomor 26 Tahun 2018 dan UU 32 Tahun 2009, tetapi juga menautkan dirinya kepada masyarakat secara langsung.

Warga di tiga desa penyangga menyebut hubungan ini bukan lagi sekadar CSR, tetapi sudah menyerupai kemitraan hidup bersama. Perusahaan tumbuh, warga bergerak, dan roda ekonomi Sultan Daulat ikut berputar.

Dengan pola simbiosis mutualisme inilah PT Pula Sawit Jaya menjadi contoh bahwa perusahaan putra daerah dapat membangun usaha tanpa mengorbankan masyarakat, lingkungan, maupun kepatuhan terhadap hukum.(Tim).

Berita Terkait

Peringatan Hari Guru Nasional di Pesantren Birrul Walidain Lae Bersih Berlangsung Khidmat
PT ASN Tuai Protes dari Warga, Diduga Rampas Tanah Warga dan Lahan Kombatan GAM di Tanah Tumbuh.
Dana PEN Kota Subulussalam Dipersoalkan Kombatan GAM, Diduga Penyimpangan Prosedural dan Menghambat Pembangunan
Kombatan GAM Subulussalam, Perkebunan Sawit Tanpa Kendali: Ketika Regulasi Dilanggar, Warga Aceh Menjadi Korban
Dinas Perindagkop Gelar Peningkatan Kapasitas KMP, Dua Desa Dinilai Kurang Mendukung Regulasi
Apkasindo Aceh Hadiri Kunker BAM DPR RI, Sorotan Tertuju pada Masalah HGU PT Laot Bangko dan PT SPT
Kajaksaan Negeri Subulussalam Lantik Pejabat Eselon V, Dorong Kinerja dan Inovasi Baru
HKN, Pemko Subulussalam Komitmen Wujudkan Transformasi Kesehatan yang Lebih Baik

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:20 WIB

Sempat Tertunda Kadis PUTR Langkat Pastikan Aspal Jalan Secanggang Rampung Sebelum Lebaran

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:45 WIB

Sikat Peredaran Sabu, Polsek Tanjung Pura Gerebek Area Perkebunan di Desa Pekubuan

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:26 WIB

Abdul Rasyidin Pane Terpilih Aklamasi Pimpin DPC Hanura Langkat Periode 2025-2030,Targetkan 6 Kursi DPRD

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:10 WIB

Sentuhan Kemanusiaan, Polsek Pangkalan Susu Salurkan Sembako Door- to -Door

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:35 WIB

PC HIMMAH Langkat Kawal Penyaluran Dana Tunggu Hunian bagi Korban Banjir

Senin, 5 Januari 2026 - 14:29 WIB

Pangdam I/BB Tinjau Jembatan Aramco yang selesai Dibangun di Desa Sei Litur Kab Langkat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:59 WIB

Empat Dasawarsa Lebih Empat Tahun: Dedikasi Tanpa Batas dari Sosok Ani Prety

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:12 WIB

Pererat Silaturahmi, Anggota DPRD Kabupaten Langkat Edi Bahagia Sinuraya,Gelar Open House Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Dugaan Malpraktik RS Ninditha, DPRD Sampang Dorong Mediasi

Selasa, 13 Jan 2026 - 13:12 WIB