Irigasi Pammukkulu Tana-tana Bermasalah: Barak Tegaskan Ada Dugaan Kelalaian Fatal di Lapangan

Redaksi laikang jaya grup

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 00:07 WIB

40536 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar – teropingbarat.com | Barisan Aktivis Mahasiswa Pergerakan (Barak) resmi meminta klarifikasi atas pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Pammukkulu yang berlokasi di lingkungan Tana-Tana, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Proyek yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani ini justru memunculkan sejumlah pertanyaan serius di lapangan.

 

Barak menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara pelaksanaan dan perencanaan teknis, terutama pada bagian jalur irigasi yang tampak terputus di seberang jalan. Aliran air dari saluran utama tidak dapat menjangkau sisi lainnya karena tidak adanya saluran penyeberangan. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ke badan jalan, membawa sampah, dan menggenangi area sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dokumentasi lapangan memperlihatkan adanya tumpukan sampah, air yang meluber ke jalan, serta struktur bangunan irigasi yang tidak terhubung sebagaimana mestinya. Padahal, proyek infrastruktur semestinya didukung oleh perencanaan teknis yang matang, mulai dari pengaturan jalur air, elevasi, hingga sistem drainase penyeberangan.

 

“Pembangunan irigasi seharusnya memberikan kenyamanan bagi petani, bukan menciptakan persoalan baru. Jika jalur air terputus seperti ini, dampaknya akan langsung dirasakan pada distribusi air ke area persawahan,” tegas Barak dalam keterangannya, Selasa (18/11).

 

Barak juga menyoroti bahwa Proyek Rehabilitasi Irigasi D.I Pammukkulu dikerjakan selama 210 hari kalender, terhitung sejak 23 Mei hingga 18 Desember 2025, di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang melalui SNVT PJPA dan PPK Irigasi dan Rawa III. Karena itu, Barak meminta pihak terkait memberikan penjelasan atas kondisi yang ditemukan di lapangan.

 

Atas temuan tersebut, Barak berharap pihak pengawas maupun pelaksana segera mengambil langkah perbaikan agar aliran air dapat kembali normal dan infrastruktur irigasi berfungsi optimal sesuai tujuan awal pembangunan.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai
APBK Aceh Singkil 2026 Akhirnya Disahkan
Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!
Babinsa Hadir di Tengah Petani, Panen Padi di Dusun Pundingin I Makin Semangat
Terima Rekomendasi LKPJ 2025,Pemkab Langkat Fokus Perbaiki Layanan dan Tuntaskan Masalah Lahan
Pulihkan Pelayanan Pascabanjir,PT MTT Serahkan Bantuan Mobiler untuk Kelurahan Kampung Lama
KBPP Polri Sumut Surati Kapolri Untuk Perpanjangan Waktu Calon Ketua Umum Pada Munas VI
Rumah Inspiratif Kelana dan Dinas Kelautan Perikanan Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 09:45 WIB

Kontraktor Bukan Debt Collector: Penyegelan Kantor Pemko Subulussalam Jadi Cermin Kacau Tata Kelola

Selasa, 21 April 2026 - 14:15 WIB

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Selasa, 21 April 2026 - 10:59 WIB

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Selasa, 21 April 2026 - 10:55 WIB

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 02:10 WIB

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?

Jumat, 17 April 2026 - 21:22 WIB

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat

Jumat, 17 April 2026 - 16:46 WIB

Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Berita Terbaru