BANTAENG, Teropong Barat.com, – Kehadiran polisi ditengah masyarakat tidak selalu diukur dari adanya penindakan atau kejadian menonjol. Justru, kehadiran yang konsisten dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam membangun rasa aman serta menekan potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
Hal tersebut tercermin dalam kegiatan patroli yang dilaksanakan Personel Satuan Samapta Polres Bantaeng pada sabtu, 10 Januari 2026. Patroli digelar menyusuri jalan poros yang biasa d jadikan arena balap liar, patroli juga menyisir lokasi pemukiman penduduk, daerah perkantoran yang berada di jalan poros Bantaeng Makassar.
Patroli ini tidak hanya bertujuan untuk mengantisipasi tindak kriminal, namun juga menghadirkan efek psikologis positif bagi masyarakat. Kehadiran personel berseragam di ruang publik diyakini mampu menumbuhkan rasa aman sekaligus menekan niat pelaku kejahatan sebelum beraksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasat Samapta Polres Bantaeng AKP Agfar, AS, mewakili Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K,. M.H,. menyampaikan bahwa patroli rutin merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas secara berkelanjutan pasca perayaan Nataru.
“Patroli ini kami laksanakan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Dengan kehadiran personel secara rutin, kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas sebelum terjadi,” ujar AKP Agfar
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa patroli yang dilakukan Satuan Samapta bukan semata kegiatan rutin, melainkan bagian dari investasi keamanan jangka panjang yang hasilnya dirasakan secara bertahap.
“Keamanan itu dibangun, bukan hanya dijaga saat ada kejadian. Patroli yang konsisten menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan situasi yang kondusif dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tambahnya.
Melalui patroli ini, Satuan Samapta Polres Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas kamtibmas, sekaligus membangun rasa aman yang hadir secara nyata dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. (Rehan)

















































