Teropong Barat, Kabanjahe; 12/01/2026 — Dalam semangat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat, Serikat Tolong Menolong (STM) “Sangap Encari” lingkungan 8, Kelurahan Padang Mas, Kabanjahe, Tanah Karo, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-4 di Desa Mulawari. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh suka cita dan rasa kekeluargaan yang kental, tercermin dari kehadiran seluruh anggota serta antusiasme selama acara berlangsung.
STM “Sangap Encari” telah menjadi tempat bernaung bagi warga dari berbagai latar belakang, baik dari segi suku, agama, profesi, hingga status sosial. Meskipun membawa identitas yang beragam, solidaritas dan rasa saling memiliki tetap menjadi landasan utama yang dijunjung tinggi oleh seluruh anggota. Tidak hanya dalam suasana suka, kehadiran STM ini juga menjadi tempat saling menopang saat menghadapi duka, sehingga memperkuat tali persaudaraan di tengah keberagaman.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian acara perayaan dimulai dengan penyampaian sambutan dari pengurus inti STM, yakni Ketua Sangap Encari Ginting, S.E., Sekretaris Susila Bastian Tarigan, dan Bendahara Nurmaria br Girsang. Dalam sambutannya, Ketua STM menyampaikan bahwa organisasi ini terus membuka diri terhadap kritik dan saran demi perbaikan dan kemajuan bersama. Mengusung motto “Koreksi dan ajari kami untuk membuat perubahan demi kemajuan bersama”, pengurus menekankan pentingnya evaluasi sebagai upaya meningkatkan kualitas kebersamaan dan kerja tim ke depan.
Sebagai bagian dari transparansi dan pertanggungjawaban, tim pengurus juga memaparkan laporan pertanggungjawaban (SPJ) perjalanan organisasi selama tahun 2024 hingga 2025. Laporan ini disampaikan secara sistematis, didukung data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, serta dibagikan kepada seluruh anggota yang hadir. Langkah ini menjadi bukti komitmen STM dalam menciptakan tata kelola organisasi yang terbuka dan profesional.

Tidak hanya terbatas pada pengurus, dukungan dan apresiasi juga datang dari para pembina sekaligus penasihat organisasi, yaitu Kapten (Purn) Ng. Tarigan, H. Sitepu, S.H., dan S. Milala. Ketiganya memuji konsistensi pengurus dalam meluangkan waktu dan tenaga untuk mengembangkan STM, meskipun di tengah kesibukan pribadi dan pekerjaan masing-masing. Lebih jauh, para penasihat ini juga menekankan bahwa kehadiran seluruh anggota dalam setiap kegiatan adalah bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi kinerja pengurus.
Dalam arahannya, peran STM tidak boleh hanya dimaknai secara simbolis. Organisasi ini diharapkan mampu mewujudkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian konkret terhadap setiap anggotanya. Terlebih lagi, sebagian besar anggota merupakan perantau dari luar daerah, yang menemukan kehangatan dan dukungan layaknya keluarga melalui keberadaan STM. Nilai-nilai inilah yang perlu terus dirawat agar visi awal STM tetap konsisten dijalankan. Mengutip ujaran penuh makna dari sang pembina, “Sangana kita muas e i bere minem, makana sidat nanamna erteman”, yang dalam Bahasa Karo berarti “Pada saat kita haus diberi minum, di situlah terasa artinya berteman”.

Setelah rangkaian acara formal ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan acara kebersamaan. Suasana makin hangat diiringi dengan makan bersama, pencabutan nomor arisan, serta penampilan bernyanyi dari anak-anak hingga orang tua. Semangat kegembiraan tidak terbendung ketika para anggota saling memberikan hiburan satu sama lain dengan nyanyian, tawa, dan canda yang mempererat suasana kekeluargaan.
Di sela-sela kegiatan santai, perbincangan serius juga sempat mengemuka, khususnya di kalangan kaum bapak. Mereka menyoroti kondisi sosial yang sedang dihadapi masyarakat Tanah Karo, terutama terkait maraknya peredaran narkoba yang mengancam masa depan generasi muda. Kesadaran akan pentingnya peran keluarga dan komunitas dalam membimbing anak-anak menjadi topik yang serius didiskusikan. Seorang anggota menyebut bahwa pendampingan terhadap anak remaja harus dilakukan dengan penuh perhatian, agar tidak salah arah dalam pergaulannya.
Menjelang akhir pertemuan, seluruh anggota STM “Sangap Encari” mengikuti doa bersama. Dalam suasana hening dan penuh harapan, doa dipanjatkan agar seluruh anggota senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan umur panjang. Harapan juga ditujukan kepada generasi muda, terutama anak-anak usia sekolah, para pekerja muda dan keluarga muda, agar dijauhkan dari pengaruh negatif serta tidak terkontaminasi oleh gejala sosial yang meresahkan.
Kegiatan peringatan HUT STM “Sangap Encari” tahun ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan hiburan. Lebih dari itu, perayaan ini mempertegas peran STM sebagai wahana kebersamaan dan kepedulian antar-sesama dalam menghadapi dinamika kehidupan. Kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan seperti ini menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menjawab tantangan zaman dengan rasa optimistis dan semangat gotong royong.
(Dates Sinuraya)

















































