LANGKAT,
Teropong,Barat.com| Dunia pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Langkat tengah dirundung duka.
Sosok pendidik berdedikasi, Syamsul Bahri, yang menjabat sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Langkat, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Putri Bidadari pada Sabtu sore (14/2/2026)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepergian almarhum meninggalkan suka yang mendalam bagi masyarakat Langkat. Beliau tidak hanya dikenal sebagai pemimpin di lingkungan madrasah, tetapi juga sebagai tokoh yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya Melayu.
Penghormatan dari Muhammad Nawawi (Wali Utama Komunitas Tanjak Langkat)
Salah satu ucapan duka mendalam datang dari Muhammad Nawawi, S.S.T.P., M.S.P, Kabag Tapem Setdakab Langkat yang juga merupakan Wali Utama Komunitas Tanjak Langkat. Bagi Nawi, almarhum Syamsul Bahri adalah sosok abang sekaligus mentor yang visioner.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bang Syamsul Bahri. Beliau adalah aset berharga Kabupaten Langkat, tokoh pendidikan yang telah berbuat banyak, sekaligus tokoh budaya yang sangat mencintai tradisi Melayu,” ungkap Nawi dengan nada penuh takzim.
Nawi menambahkan bahwa dedikasi almarhum dalam mensinergikan pendidikan formal dengan penguatan karakter berbasis budaya adalah warisan yang patut diteruskan. “Selamat jalan, Bang Syamsul.
Semoga Allah SWT menempatkan beliau di Surga Jannatun Na’im. Amin ya Rabbal Alamin.”
*Warisan Karakter dan Marwah Madrasah*
Di bawah kepemimpinan Syamsul Bahri, MTsN 1 Langkat berkembang menjadi institusi yang disegani. Almarhum dikenal mampu mengawinkan ketegasan prinsip dengan kelembutan hati dalam membina siswa dan guru. Beliau selalu menekankan bahwa integritas, disiplin, dan akhlakul karimah adalah fondasi utama sebelum seorang siswa mengejar prestasi akademik.
Rekan sejawat mengenang almarhum sebagai pemimpin yang terbuka terhadap inovasi, termasuk mendorong digitalisasi madrasah tanpa sedikit pun mengikis nilai-nilai religius dan tradisi yang menjadi akar pendidikan Islam.
*Inspirasi yang Abadi*
Sejak kabar wafatnya tersebar, gelombang doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat daerah hingga para alumni. Meskipun raga telah tiada, semangat pengabdian dan ilmu yang telah beliau ajarkan diyakini akan menjadi amal jariyah yang tak terputus..
Keluarga besar Komunitas Tanjak Langkat dan seluruh insan pendidikan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini.
Pewarta: Lufti
















































