Janji Matahari Terbit, Nol Defisit Kini Membengkak: Saat Amanah Diuji di Kota Santri Subulussalam

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 16:44 WIB

40527 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co — Ada yang mulai retak di antara harapan dan kenyataan. Warga Kota Subulussalam yang dahulu menaruh asa besar kepada H. Rasyid Benci (HRB), kini mulai bertanya-tanya: ke mana arah janji suci yang dulu diucapkan di hadapan publik — “Nol Defisit dalam Tiga Tahun”?

Satu tahun berlalu, dan angka justru berkata sebaliknya: defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) 2025 membengkak hingga Rp54 miliar. Angka yang bukan sekadar statistik fiskal, melainkan cermin dari rapuhnya komitmen politik dan moral seorang pemimpin terhadap amanah rakyatnya.

“Kami tidak membenci beliau. Kami hanya ingin mengingatkan. Karena kami juga yang memilih,” ujar seorang warga, lirih namun tegas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suara itu datang bukan dari oposisi, melainkan dari hati nurani rakyat kecil yang dulu menaruh harapan di balik nama besar seorang Al-Alim — pemimpin yang diharapkan membawa keseimbangan antara iman dan kebijakan publik.
Kini, harapan itu terasa seperti janji di langit: indah diucap, tapi makin jauh digapai.

Ketika Politik Melupakan Nurani

Dalam pandangan banyak kalangan, meningkatnya defisit bukan semata soal angka atau salah kelola. Ia adalah cermin dari jiwa kepemimpinan — sejauh mana seorang wali kota mampu menahan diri dari godaan kekuasaan dan loyalitas semu para pembisik di sekelilingnya.

Sebab jabatan adalah ujian, bukan kemuliaan.
Dan ujian terbesar seorang pemimpin bukan pada pujian saat berkuasa, melainkan pada kesetiaan terhadap kebenaran ketika dihadapkan pada kepentingan.

“Lain perkataan, lain perbuatan — itulah tanda kemunafikan,” ujar warga lainnya, mengutip sabda Nabi sebagai pengingat moral bagi siapa pun yang memimpin negeri kecil di ujung barat Aceh ini.

Rakyat Boleh Mengingatkan

Dalam demokrasi, mengingatkan pemimpin bukanlah dosa. Ia adalah bentuk ibadah sosial — amar ma’ruf nahi munkar dalam bingkai konstitusi.
Kritik publik terhadap defisit APBK Subulussalam adalah bagian dari kewajiban moral masyarakat agar pemerintahan tidak buta arah di tengah jalan.

Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya kas daerah, tapi juga kepercayaan — mata uang paling berharga dalam politik.

“Wali kota kita orang berilmu. Semoga beliau tidak tergelincir dalam lingkaran kepentingan pejabat yang korup,” kata seorang tokoh masyarakat, seraya berharap pemimpinnya kembali ke jalan lurus yang dulu dijanjikan.

Akhir Kata: Amanah Bukan Slogan

Defisit bukan sekadar persoalan ekonomi. Ia adalah barometer kejujuran.
Setiap rupiah yang tidak seimbang adalah tanda ada yang meleset dari niat awal.

Dan rakyat berhak menuntut penjelasan, sebab mereka bukan penonton dalam panggung kekuasaan — mereka adalah pemilik sah kursi yang kini diduduki wali kota.

Semoga HRB mampu menjadikan kritik ini sebagai cermin, bukan cercaan.
Karena setiap pemimpin sejati tahu: kejujuran adalah kemewahan terakhir dalam politik.

Kritik adalah bentuk kasih sayang rakyat kepada pemimpinnya.
Pemimpin yang berjiwa besar tidak akan takut pada kritik, karena di sanalah letak cahaya yang menuntun langkah agar tidak tersesat dalam gelapnya kekuasaan.

//@.tin.**

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Senin, 7 September 2026 - 10:54 WIB

Kokohkan Disiplin dan Jiwa Pengabdian, Kodim 1410/Bantaeng Gelar Upacara Bendera Mingguan

Berita Terbaru