Subulussalam, teropongbarat.co. Nilai dan kehormatan seorang guru kembali ditegaskan sebagai pilar penting bagi bangsa dan kemaslahatan umat dalam Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Pesantren Birrul Walidain, Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Suasana haru dan khidmat menyelimuti seluruh rangkaian acara yang diikuti para santri, dewan guru, dan staf pesantren.
Upacara bendera menjadi pembuka kegiatan. Dalam amanatnya, pimpinan pesantren Ustaz Adi Maulana, S.Pd., menegaskan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi penuntun jalan hidup. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka orang tua kita di sekolah, yang membimbing dan mengarahkan kita menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Ustaz Adi dengan suara bergetar, disambut haru para santri.
Setelah upacara, suasana semakin hangat dengan beragam kegiatan apresiasi. Pemberian penghargaan kepada guru berprestasi, penampilan seni, pembacaan puisi, serta pidato bertema keteladanan guru menambah makna peringatan HGN tahun ini. Para santri juga memberikan hadiah sederhana sebagai ungkapan terima kasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fira, salah satu santri, mengaku terharu mengikuti rangkaian acara tersebut. “Saya sangat berterima kasih kepada guru-guru yang sabar membimbing saya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan mereka,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Momentum HGN di Pesantren Birrul Walidain diharapkan menjadi penguat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mempererat hubungan guru dan santri, serta menumbuhkan kembali kecintaan pada sosok guru sebagai penjaga peradaban.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin salah satu santriwan. Seluruh warga pesantren mendoakan agar para guru selalu diberi kesehatan, keteguhan, serta kekuatan dalam menjalankan tugas mulia mereka.//@nton tin

















































