Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Pedesi Akibat Mobil Angkutan Proyek Melebihi Tonase

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:43 WIB

40432 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE, TEROPONG BARAT | Kutacane kembali disorot setelah keluhan warga mencuat soal kerusakan parah di jalur pedesaan Biak Muli. Jalan yang semula menjadi akses andalan warga kini kian rusak, berlubang, dan berdebu akibat lalu lalang mobil angkutan proyek yang diduga melebihi batas tonase. Kondisi ini bahkan dikeluhkan langsung oleh Salim Jubaidi Beruh, tokoh masyarakat setempat, Sabtu (18/7/2026).

Menurut penuturan Salim, dampak buruk akibat aktivitas angkutan berat sudah sangat dirasakan warga. Ketika ditemui di kawasan desa Pulo Perge, Salim mengaku sebagai warga yang sehari-hari melintasi jalan tersebut, dirinya kesulitan bahkan untuk aktivitas sederhana seperti memasak. “Sudah susah untuk masak, debu dari mobil pengangkut kerikil ini tiap hari masuk ke rumah. Jalan pun sekarang rusak parah, setiap lewat dipenuhi debu, dan membuat kesehatan warga terancam,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalur pedesi yang rusak ini merupakan akses utama antar kampung yang selama ini sangat vital bagi masyarakat. Namun sejak adanya proyek yang diduga untuk lapangan penjemuran oleh oknum tertentu, intensitas lalu lintas kendaraan berat meningkat drastis. “Sebenarnya bisa lewat jalur lain, kenapa jalur persawahan harus dilewati? Ini membuat jalan pedesi cepat rusak, padahal sudah sering diperbaiki,” ungkap Salim dengan nada kecewa.

Penelusuran di lapangan menunjukkan kondisi jalan semakin memprihatinkan. Lapisan aspal yang semula rata kini banyak berlubang, dan di beberapa titik, permukaannya bahkan berubah menjadi kubangan lumpur jika hujan turun. Puluhan kendaraan pengangkut kerikil, sebagian besar diduga memuat muatan berlebih, melintasi jalur ini setiap hari guna keperluan proyek yang disebut-sebut bukan milik umum.

Salim juga menegaskan kekuatiran lingkungan yang semakin rusak akibat aktivitas proyek tersebut. Ia mengatakan bahwa selain jalan fisik yang rusak, lingkungan sekitar pun terkena dampak pada lahan pertanian warga dan kenyamanan hidup masyarakat setempat. “Jika mobil terus melebihi tonase, kerusakan jalan makin parah, dan lingkungan desa kami makin sulit dipulihkan. Kami cuma ingin hidup nyaman dan sehat, jangan karena kepentingan segelintir orang malah mengorbankan kampung,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai pengaturan tonase kendaraan proyek di jalur pedesi. Warga berharap pemerintah daerah dan aparat segera bertindak untuk mengatur ulang arus kendaraan proyek, serta memperhatikan dampak yang ditimbulkan pada infrastruktur desa. Pasalnya, sebagian besar angkutan proyek tersebut juga diduga tidak memenuhi standar keselamatan dan berpotensi membahayakan warga.

Situasi semakin mendesak, apalagi jika dibiarkan tanpa pengawasan dan tindakan tegas. Warga Desa Pulo Perge berharap agar jalur pedesaan mereka kembali aman, nyaman, dan bisa digunakan seperti sedia kala, serta meminta transparansi atas tujuan dan dampak setiap proyek yang melewati kampung mereka. (SADIKIN)

Berita Terkait

LP2iM Agara Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Silayar
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri Diminta Selidiki Legalitas Material Galian di Proyek PT Horas di Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Dana Iklan Diskominfo Aceh Tenggara Disorot, Pemda Diminta Transparan Soal Kerja Sama Media

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:19 WIB

Polres Langkat Tangkap Pria 49 Tahun Bersama 100 Butir Ekstasi di Tanjung Pura

Jumat, 4 September 2026 - 14:15 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 13:54 WIB

Fenomena Desil Bansos: Tokoh Teluk Aru Soroti Ketidaksesuaian Data dan Fakta di Lapangan

Jumat, 4 September 2026 - 13:49 WIB

*Hadiri Penutupan KKNT FH UNA, Bupati Baharuddin Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum dan Generasi Muda Produktif*

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

*Bupati Batu Bara Dorong Penguatan Satu Data Indonesia untuk Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran*

Jumat, 4 September 2026 - 13:20 WIB

Minibus dan Sepeda Motor Tertemper KA Sri Lelawangsa di Binjai,Dua Orang Luka Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 07:45 WIB

Patroli Malam Polsek Air Putih Sisir Titik Rawan, Antisipasi Balap Liar, Begal dan Tawuran

Berita Terbaru