LANGKAT ,Teropong Barat | Saat awak media melakukan penelusuran mendalam di RT 03 RW 01 Dusun II Paluh Tabuhan Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat sebahagian masyarakat tersebut melaporkan,adanya tanggul air asin jebol terdampak banjir rob ,hadir juga tokoh masyarakat setempat dan awak media bersama tim ,Jumat (10 /1/2025 )
Pada kesempatan tersebut perwakilan masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya untuk menjaga keselamatanya dari hal yang tidak di inginkan “mengatakan kepada awak media setiap air laut pasang kami kebanjiran air rob , kami masyarakat sudah melaporkan kepada Kepala Dusun dan BPD sudah juga di sampaikan ke Kepala Desa Lubuk Kertang akan tetapi sampai saat ini belum ada tindakan nyata untuk memperbaikinya “harapnya
Apakah kami harus melaporkan ke Kepala Pemerintahan Kecamatan Brandan Barat yaitu Camat yang di pimpin bapak Fathan Nur.S.Sos ,serta ke DPRD Langkat untuk terkait tanggul air asin ini ‘ketus perwakilan masyarakat yang tidak ingin di sebutkan namanya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika permasalahan ini tidak selesai kami akan membuat surat permohonan diskusi dan rapat dengar pendapat di DPRD Langkat perwakilan Teluk Aru
Sementara itu pada hari Senin (13/1/2024) pukul 20.36 Wib awak media melakukan telepon seluler dengan nomor hand phone 08139659 xxxx menggunakan aplikasi WhatsApp messenger dan chatting pesan singkat whatsapp messenger kepada Badan Permusyawartan Desa Lubuk Kertang perwakilan Dusun II Paluh Tabuhan, yang bernama Anto sapa’anya ,awak media menjelaskan dalam pesan singkat tersebut asalamualikmum ijin memperkenalkan diri saya Lutfi dari media Teropong Barat mau konfirmasi terkait tanggul air asin
Kemudian Anto selaku BPD menjawab konfirmasi tersebut melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp messenger pada pukul 21.39 Wib .Walaikum salam uda saya bicarakan kepada ketua BPD nanti kami rapat di Desa mau kami tanyakan lagi ke pak Kades” jelasnya
Selanjutnya Kepala Desa Lubuk Kertang Zul Insan saat di konfirmasi oleh awak media dengan nomor hand phone 0822681xxxx menggunakan telpon seluler aplikasi WhatsApp messenger Kepala Desa menjawab awak media,melakukan pembicaraan by seluler asalamualikmum ijin memperkenalkan diri saya Lutfi dari media Teropong Barat, ijin mau konfirmasi terkait tanggul air asin dan awal pembicaraan tersebut sehat pak kades ,sehat – sehat orang tualah “tuturnya
Ijin konfirmasi “dari masyarakat mereka mengeluhkan tanggul itu kenapa belum di perbaiki “
Kepala Desa Lubuk Kertang menjawab ijin pak ‘siapa ‘ ijin pak siapa ,yang keluhan ke bapak dengan nada” sedikit kesal
awak media mengatakan ‘rahasia narasumber wajib di lindungi dengan hak tolak ,undang undang pers nomor 40 .tahun 1999 .Kepala Desa Lubuk Kertang berkata nggak bisa gitu “nggak bisa gitu “
Awak media berkata kita konfirmasi ke bapak untuk berimbang berita itu
alasanya belum di perbaiki,apa??? programnya ,dasarnya kenapa belum di kerjakan??? tanggul itu pada tanggal 20 Oktober 2024 pecah “ucap awak media
Kepala Desa berbicara, sedikit kepada bapak saya jelaskan’ berdasarkan fakta dan data, itu tanggul air asin di dusun II dan III yang ada sepanjang 2 KM/ 2000 meter di kerjakan pada sewaktu tahun 2019. menggunakan dana APBD di Kabupaten Langkat dalam hal ini PU perairan 2019″ katanya
Di tahun 2022 itu di kerjakan sepanjang 1 KM di Dusun III ,bertahap rencananya di kerjakan kembali, yang di Dusun II yang bapak foto kirim ke saya’ menggunakan APBD Langkat tahun 2025 .
Jadi bapak dengar ??? awak media merespon pembicaraan ‘ok siap ,siap ‘ di lanjutkan pembicaraan tersebut ‘ bulan Oktober 2024 terjadi pecah benteng, di sebabkan air rob yang sangat tinggi bukan hanya tanggul air asin tetapi usaha masyarakat seperti tambak segala macam juga pecah ??? dan debit air rob sangat besar ,bulan Agustus dan September itu Kepala Dusun sudah saya arahkan untuk bergotong royong kepada masyarakat untuk menimbun tanah ,antisipasi sebelum pecah’ tetapi masyarakat di ajak tidak mau bergotong royong.
Mengkilas balik, kembali di tahun 2023 bergotong royong ada di laksanakan oleh masyarakat sekitar
Kemudian di tahun 2024 terjadi penurunan benteng dan ini di instruksikan Kepala Desa mengajak warga untuk membenteng,secara manual kembali ‘tetapi masyarakat tak mau bergotong royong tak peduli itu dana APBD itu alasan masyarakat.Jadi di Oktober 2024, dengan rob air ketinggian yang besar berdampak kepada benteng tersebut mengakibatkan jebol
Di bulan November 2024 saya melayangkan surat ke Dinas PU Perairan dan masih ada filenya saya simpan saat ini . Untuk menyatakan sifatnya urgent, supaya ada di lakukan pengerjaan untuk mengkondisikan, tapi dana PU Perairan tak ada lagi .Akhirnya sampai sekarang kita menuggu di tahun 2025.
Kepala Desa bertanya lagi kepada awak media ‘ saya pingin tau siapa yang melaporkan kepada bapak ‘ biar saya datangi rumahnya ??? .Kemarin di ajak pak, Kadus bergotong royong tak mau, sekarang sudah jebol baru sibuk.
Kita mengantisipasi penurunan benteng pengecilan ,benteng air rob dengan swadaya masyarakat, gotong royong ,menuggu turunnya dana APBD tahun 2025 untuk tanggul tersebut begitu lah cerita sebenarnya pak “tutup Kepala Desa Lubuk Kertang berbicara Via telepon seluler aplikasi WhatsApp messenger kepada awak media
Pewarta (Lutfi)
















































