Kepemimpinan Berbasis Data, Bukan Cari Muka: Mendobrak Budaya “Asal Bapak Senang” di Era Digital

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:13 WIB

4046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, – Di tengah arus transformasi teknologi yang kian kencang, tantangan memimpin sebuah daerah kini melampaui sekadar pembangunan fisik. Fokus utama kini beralih pada perombakan mentalitas birokrasi: transisi dari budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) menuju kepemimpinan yang transparan, terukur, dan berbasis data. Kamis (12/02/2026).

Digitalisasi sebagai Instrumen Kejujuran
Kepemimpinan di era digital bukan hanya soal pengadaan perangkat canggih, melainkan tentang membangun ekosistem di mana kebenaran informasi tidak bisa dimanipulasi.

Dengan sistem yang terintegrasi, setiap kebijakan tidak lagi diambil berdasarkan laporan normatif yang “mempercantik” keadaan, melainkan berdasarkan realitas di lapangan yang terekam secara sistematis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Digitalisasi adalah musuh alami dari budaya ABS. Dalam sistem yang transparan, angka tidak bisa berbohong untuk menyenangkan atasan. Inilah fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik,” ujar M. Iqbal Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Bogor.

Tiga Pilar Transformasi Birokrasi Baru
Untuk memutus rantai feodalisme birokrasi, terdapat tiga langkah strategis yang diterapkan dalam masa kepemimpinan saat ini:

• Pengambilan Keputusan Berbasis Data (Data-Driven): Kebijakan publik dirumuskan melalui analitika data yang akurat, sehingga meminimalisir subjektivitas laporan bawahan.

• Ruang Kritik Terbuka: Pemanfaatan platform digital sebagai saluran aspirasi warga secara langsung, yang berfungsi sebagai kontrol sosial sekaligus penyeimbang laporan internal birokrasi.

• Meritokrasi Digital: Penilaian kinerja aparatur sipil berdasarkan indikator performa utama (KPI) yang tercatat dalam sistem, bukan berdasarkan kedekatan personal atau sekadar kepatuhan buta.

Membangun Warisan Integritas
Menghapus budaya ABS memang memerlukan keberanian untuk menerima fakta pahit di lapangan.

Namun, kepemimpinan yang sehat adalah yang lebih menghargai staf yang berani menyampaikan kendala daripada mereka yang hanya pandai merangkai kata-kata pujian.

Era digital menuntut pemimpin yang adaptif, namun tetap berpegang teguh pada nilai integritas.

Dengan hilangnya budaya “asal bapak senang”, diharapkan efektivitas pembangunan daerah meningkat secara signifikan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sumber: M.Iqbal

(Ros.H)

Berita Terkait

Kedai Mamah Pekansari Sentul, Ajak Masyarakat Gemari Produk UMKM
Keluarga Besar Ponpes Tajul Alawiyyin Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Ramadhan
Jaga Kondusivitas Wilayah, Detasemen Perintis Baharkam Polri Gelar Patroli Dialogis dan Urai Kemacetan di Titik Rawan
Kapten Inf H Tatang Taryono: Mengenal Ilmu Laduni Beladiri untuk Kebaikan
Catatan Akhir Sekolah Gelar Do’a Bersama Pelajar se-Bogor, Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba
Wakapolri Pantau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Progres Lampaui Target
Pastikan Liburan Aman, Kakorsabhara Baharkam Polri Cek Kesiapan Pospam Puncak dan Antisipasi Kepadatan Tempat Wisata
Alumni STM se-Kota Bogor Gelar “Jum’at Berkah”, Bagikan Ratusan Makan Gratis

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:25 WIB

Dekat dengan Rakyat, Babinsa Bonto Lojong Sambangi Rumah Warga dalam Kegiatan Komsos

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

Semangat Kebersamaan, Babinsa dan Warga Kompak Perbaiki Jalan Tani

Sabtu, 18 April 2026 - 07:29 WIB

Curi Besi Tembaga Seberat 70 Kg, Personil Polsek Bissappu Berhasil Amankan Pelaku Pencurian

Rabu, 15 April 2026 - 16:55 WIB

BRI Cabang Bantaeng Tegaskan Proses Lelang Agunan Debitur Telah Sesuai Ketentuan

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Kegiatan Posyandu, Warga Antusias Ikuti Pelayanan Kesehatan

Selasa, 14 April 2026 - 23:00 WIB

Serahkan Santunan Jaminan Kematian Kepada Ahli Waris, Ketua RW Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng

Selasa, 14 April 2026 - 14:07 WIB

Pastikan Penyebab Kematian Aipda M. Taufik, Tim Otopsi Dokpol dari Biddokkes Polda Sulsel Gelar Ekshumasi

Senin, 13 April 2026 - 19:16 WIB

Dua Remaja Korban Hanyut di Air Terjun Parampangi Ditemukan Meninggal Dunia di Pesisir Pantai

Berita Terbaru