BIREUEN – Program Pascasarjana Universitas Almuslim (Umuslim) baru saja melakukan yudisium lulusan perdana, bertempat di ruang creatif center gedung MA Jangka, Sabtu, (9/12/2023).
Program Pascasarjana Umuslim saat ini mengelola tiga program studi yaitu Prodi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL), prodi Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial (PIPS) dan Prodi Magister Administrasi Pendidikan (AP).
Acara yudisium lulusan perdana Pascasarjana Umuslim terlihat unik dan terasa aneh, karena peserta yudisium, dosen, panitia yang terlibat saat proses yudisium semuanya memakai pakaian adat nusantara, kecuali tamu undangan dan keluarga lulusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal seperti ini belum pernah dilaksanakan setiap yudisium lingkup Universitas Almuslim Peusangan.
Menurut Direktur Pascasarjana Umuslim Dr.Ir.Cut Azizah,MT, pemakaian pakaian adat nusantara pada yudisium lulusan perdana Pascasarjana sesuai visi misi yudisium program Pascasarjana Universitas Almuslim yaitu pelestarian kebudayaan Indonesia.
Tidak hanya itu, di balik pemakaian pakaian tersebut, teryata panitia secara diam-diam melakukan penilaian terhadap setiap lulusan, mahasiswa, dosen struktural dan tenaga kependidika serta panitia yang memakai pakaian adat tersebut.
Dari penilaian tim juri diketuai Dr. Rambang Muharramsyah, M.Pd merupakan dosen seni budaya di prodi magister pendidikan IPS.
terpilih tiga pakaian adat terbaik.
Ketiga pemakaia pakaian adat yang terpilih pakaian adat
lombok dikenakan Dr. Halus Satriawan, MSi yang merupakan dosen prodi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan juga mejabat Wakil Rektor 1.
Kedua pakaian adat atau busana Padang Sumatera Barat dioakai oleh Dr. Sumanti, MPd dosen pendidikan IPS.
Sedangkan yang ketiga, Pakaian adat Gayo dipakai oleh Adha Nopiar (Mahasiswa yudisium prodi PSL)
Ketiga mereka mendapat hadiah dari panitia dan diserahkan Direktur Pascasarjana Universitas Almuslim Dr.Ir.Cut Azizah, MT dan didampingi sejumlah ka prodi lingkup Pascasarjana.
Usai penyerahan hadiah Cut Azizah menyampaikan tema ini merupakan implementasi visi misi dalam kegiatan akademik.
Menurutnya kalau bukan kita yang melestarikan budaya kita siapa lagi yang akan melakukan, ladahak penggunaan busana adalah hal sederhana yang dapat kita lakukan, ujarnya.
















































