Hasil Operasi Zebra Pallawa 2024 Selama Sepekan di Sulsel: Jumlah Kecelakaan Menurun 14%, Korban Meninggal Turun 45%

Taufik Akbar,SE

- Redaksi

Senin, 21 Oktober 2024 - 14:14 WIB

40307 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, Teropong Barat.com, – Operasi Zebra Pallawa 2024 yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 20 Oktober 2024 di wilayah Sulawesi Selatan menunjukkan hasil positif.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol. Karsiman S.IK, MM melalui Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Amin Toha SH, MH, jumlah kecelakaan lalu lintas selama operasi menurun 14% dibandingkan tahun 2023.

Penurunan ini dinilai sebagai dampak dari upaya personel Ditlantas Polda Sulsel bersama stakeholder terkait dalam melakukan edukasi melalui media sosial dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penurunan jumlah kecelakaan, angka korban meninggal dunia juga turun drastis hingga 45%. Pada tahun 2023, tercatat 22 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Zebra, sedangkan pada tahun 2024, jumlah tersebut menurun menjadi 12 orang.

Kasubdit Gakkum menyatakan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari upaya preventif dan preemtif yang terus ditingkatkan oleh personel kepolisian di lapangan, termasuk penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk menindak pelanggar lalu lintas.

Operasi Zebra Pallawa juga mencatat peningkatan dalam tindakan represif melalui penindakan pelanggaran lalu lintas. Tilang elektronik statis meningkat hingga 234%, dari 372 kasus pada tahun 2023 menjadi 1.243 kasus pada tahun 2024.

Selain itu, teguran terhadap pelanggar lalu lintas juga naik 8% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan pengawasan dan penegakan aturan di jalan raya.

Meskipun tindakan tegas terus dilakukan, Kombes Pol. Karsiman S.IK, MM mengimbau masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya pengendara sepeda motor dan mobil, untuk tetap patuh terhadap aturan lalu lintas, baik selama maupun setelah operasi berakhir.

“Stop pelanggaran, stop kecelakaan. Keselamatan untuk kemanusiaan,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Harapannya, angka kecelakaan dan korban dapat terus menurun seiring dengan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Lebih lanjut, Operasi Zebra Pallawa masih akan berlanjut selama tujuh hari ke depan. Satgas preemtif dan preventif di berbagai wilayah akan terus berpatroli untuk memastikan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas, serta mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kombes Pol. Karsiman juga mengingatkan bahwa tindakan represif akan terus dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan.

Dengan adanya penurunan jumlah kecelakaan dan korban jiwa ini, pihak kepolisian berharap kesadaran masyarakat akan keselamatan berlalu lintas dapat terus meningkat.

Dukungan masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas sangat penting untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). (*/Opick)

Berita Terkait

Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa di Eremerasa Berhasil Diciduk Tim Resmob Polres Bantaeng
Kasat Reskrim Polres Bantaeng Dalami Kasus Insiden Saat Unjuk Rasa di depan Kantor Bupati Bantaeng
Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.
Disaksikan Forkopimda Kabupaten Jeneponto, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng Serahkan Santunan JKM Kepada Ahli Waris
BEREDAR VIDEO PEMBAKARAN GUBUK DIDUGA LOKASI PEREDARAN OBAT GOLONGAN G DI KEMIRI, WARGA DESAK APARAT USUT TUNTAS
Meriahkan HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Dandim 1410/Bantaeng Pimpin Syukuran Penuh Kebersamaan
Melalui Upacara Hari Lahir Pancasila, Dandim 1410/Bantaeng Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan
Hari Lahir Pancasila, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Jadikan Pedoman Bernegara

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:44 WIB

DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:58 WIB

Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:25 WIB

Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif .

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:54 WIB

Diduga Tanah Pengairan Diperjualbelikan, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:33 WIB

BEREDAR VIDEO PEMBAKARAN GUBUK DIDUGA LOKASI PEREDARAN OBAT GOLONGAN G DI KEMIRI, WARGA DESAK APARAT USUT TUNTAS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:22 WIB

Hari Lahir Pancasila, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Jadikan Pedoman Bernegara

Berita Terbaru