ACEH SINGKIL – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Aceh Singkil pada 24 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang utama DPRK tersebut digelar secara sederhana namun penuh khidmat, dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRK, kepala organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Sidang paripurna menjadi salah satu rangkaian utama peringatan hari jadi kabupaten yang tahun ini mengusung semangat persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah. Dalam suasana yang sarat nuansa refleksi, para peserta diajak melihat kembali perjalanan Aceh Singkil selama 27 tahun sekaligus mengevaluasi berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah.
Dalam pidatonya, Penjabat Bupati Aceh Singkil menegaskan bahwa momentum hari jadi kabupaten harus dijadikan titik awal untuk memperkuat persatuan pasca-pemilu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan politik, untuk menanggalkan perbedaan pilihan dan kepentingan yang muncul selama kontestasi politik serta kembali menyatukan langkah demi kepentingan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, masyarakat saat ini lebih membutuhkan kerja nyata dibandingkan perdebatan politik yang berkepanjangan. Berbagai persoalan yang dihadapi daerah, terutama dampak banjir bandang yang merusak infrastruktur dan mengganggu aktivitas masyarakat, memerlukan perhatian serta kerja sama semua pihak.
Pj Bupati menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan, jembatan, fasilitas umum, serta sarana pendukung ekonomi masyarakat yang mengalami kerusakan akibat bencana. Ia menilai pemulihan infrastruktur harus menjadi prioritas bersama agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat solidaritas masyarakat. Kebersamaan dinilai menjadi modal utama dalam mempercepat proses pemulihan daerah sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan dalam APBK 2026.
Sidang paripurna tersebut juga menjadi ajang refleksi atas perjalanan pembangunan Aceh Singkil selama hampir tiga dekade. Berbagai capaian yang telah diraih diapresiasi, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait peningkatan kualitas infrastruktur dasar, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Menutup pidatonya, Pj Bupati mengajak seluruh komponen daerah untuk menjadikan peringatan HUT ke-27 sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan Aceh Singkil hanya dapat berhasil apabila pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu visi yang sama, yakni mewujudkan daerah yang maju, tangguh, dan sejahtera.
Sidang Paripurna Istimewa tersebut berlangsung dengan lancar dan menjadi simbol komitmen bersama untuk mengesampingkan perbedaan demi kepentingan yang lebih besar, yakni percepatan pembangunan dan pemulihan Aceh Singkil pascabencana. (Bima Pohan)

















































