LANGKAT Teropong Barat| Sribana Perangin-angin SE Ketua DPRD Langkat tampak anggun dalam paduan baju kurung khas wanita Melayu dan Uis Gara (Selendang Khas Suku Karo) saat pimpin rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Langkat bertempat di Gedung DPRD Langkat pada Jumat (17/01/2024).
.
“Tentu busana yang dikenakan Ketua DPRD Langkat dalam memimpin Sidang Paripurna HUT Langkat ke 275 kemarin dengan memadukan unsur Budaya Melayu dan Budaya Karo adalah bentuk penghormatan beliau kepada ada istiadat.” Ujar Agung Tidio Sandi, Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Langkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
.
Lebih lanjut Agung menegaskan bahwa narasi kebudayaan di Langkat tidak hanya bersandar pada busana semata, tapi banyak aspek lain untuk menegaskan bahwa Langkat punya peradaban yang tinggi dalam bertutur kata dan kritik yang santun. Sebab itulah mencerminkan masyarakat Langkat yang beradat dan hidup dengan penuh kerukunan dengan 14 etnis yang berbeda.
.
*Uis Gara, Selendang Khas Wanita Karo ciri pada majemuknya masyarakat Langkat*
.
Perlu diketahui bahwa Langkat yang majemuk memiliki 14 Etnis yang sedari dulu hidup rukun dan berdampingan, Kesultanan Melayu yang menjadi cikal bakal Kabupaten Langkat adalah peradaban yang tinggi dalam narasi etnis yang saling hidup dalam kerukunan. Selain Etnis Melayu yang menjadi tuan rumah di negeri Langkat, ada Suku Karo yang masyarakatnya banyak mendiami wilayah di Langkat Hulu.
.
Uis Gara adalah salah satu busana adat Karo yang biasa digunakan dalam kegiatan adat dan budaya. Kata Uis Gara sendiri berasal dari bahasa Karo, yaitu Uis yang berarti kain dan Gara yang berarti merah. Disebut sebagai “kain merah” karena pada uis gara warna yang dominan adalah merah, hitam, dan putih, serta dihiasi pula berbagai ragam tenunan dari benang emas dan perak.
.
Sebagai persatuan dari adat dan budaya yang kaya, tentu Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin paham betul bahwa dengen mengenakan pakaian adat Melayu dan disandingkan dengan Uis Gara adalah simbol dari kesatuan dan persatuan serta kerukunan hidup masyarakat yang berdampingan di Kabupaten Langkat.
Pewarta (Lutfi)
















































