LANGKAT,Teropong Barat.com– Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Langkat berlangsung kondusif. Ratusan massa yang terdiri dari aliansi mahasiswa (KAMMI dan HIMMAH) serta Forum Diskusi Perkebunan Indonesia menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Langkat, Jumat (1/5/2026).
Ada pemandangan menarik dalam aksi kali ini. Sejumlah massa mengenakan kostum menyerupai “Marsinah”, simbol legendaris perjuangan buruh Indonesia, sebagai pengingat atas hak-hak pekerja yang harus ditegakkan.
*Dialog di Tengah Massa*
Suasana yang semula tegang berubah menjadi dialogis saat Bupati Langkat, H. Syah Afandin,didampingi Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, turun langsung menemui massa aksi. Kehadiran mereka disambut hangat oleh para peserta yang telah berkumpul sejak pukul 09.00 WIB. Turut hadir pula anggota DPRD Langkat, Juriah (Fraksi PDIP) dan Sunarman (Fraksi Gerindra).ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator aksi, Bayu, dalam orasinya menyampaikan beberapa poin krusial, di antaranya:
* Pembentukan **Satuan Tugas (Satgas) Khusus Ketenagakerjaan**.
* Penghapusan sistem *outsourcing*.
* Penyesuaian regulasi ketenagakerjaan sesuai Putusan MK Nomor 68 Tahun 2023.
* Penghentian intimidasi terhadap aktivis buruh di wilayah perkebunan Langkat.
“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ini momentum besar untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh di Langkat,” tegas Bayu.
*Komitmen dan Perlindungan Hukum*
Merespons tuntutan tersebut, Bupati Syah Afandin memilih untuk duduk lesehan bersama massa guna mendengarkan aspirasi secara lebih intim. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah tengah merumuskan langkah konkret terkait pembentukan Satgas Ketenagakerjaan.
“Terima kasih telah menyampaikan aspirasi dengan tertib. Saat ini kami sedang menyusun formulasi Satgas tersebut karena ini merupakan instrumen penting untuk menjamin hak-hak buruh,” ujar Syah Afandin.
Ia juga berjanji akan meneruskan poin-poin tuntutan yang menjadi kewenangan pusat kepada pemerintah nasional. “Saya optimistis, di bawah kepemimpinan nasional yang baru, perhatian terhadap buruh akan semakin kuat,” tambahnya.
Di hadapan ratusan buruh, Syah Afandin juga memberikan jaminan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat. Ia menginstruksikan para buruh untuk melapor jika mendapatkan ancaman dari pihak perusahaan akibat ikut serta dalam aksi ini.
“Jangan ragu, laporkan kepada saya jika ada perusahaan yang mengintimidasi atau mengancam kalian hanya karena menyuarakan hak hari ini,” tegasnya disambut tepuk tangan massa.
Aksi berakhir dengan tertib pada siang hari. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Langkat, aparat keamanan, dan elemen buruh ini menjadi preseden positif dalam penyampaian aspirasi publik di daerah.
Pewarta: Lufti

















































