TROPONG BARAT – Kamis, 30 April 2026 — Seorang warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah harus ditandu oleh warga akibat akses jalan yang rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Korban sebelumnya dilaporkan dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan medis segera. Namun, jalur utama penghubung desa terputus setelah diterjang banjir bandang, menyisakan badan jalan yang dipenuhi batu, lumpur, dan genangan air. Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak bisa melintas, sehingga evakuasi hanya dapat dilakukan dengan cara manual.
Warga bersama keluarga kemudian menandu korban secara bergantian melewati medan yang licin dan terjal. Perjalanan berlangsung lambat karena kondisi jalan yang sulit dilalui. Di tengah upaya tersebut, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Pining, Winzulfian, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa akses jalan menuju Desa Pasir Putih memang mengalami kerusakan cukup parah pasca banjir bandang yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu. “Kondisi jalan saat ini belum bisa dilalui kendaraan, sehingga warga terpaksa menggunakan tandu untuk membawa pasien yang membutuhkan penanganan medis,” ujarnya.
Winzulfian menambahkan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk percepatan penanganan infrastruktur yang rusak. Namun, proses perbaikan membutuhkan waktu mengingat kondisi medan serta keterbatasan alat berat di lokasi. “Kami terus mendorong agar segera ada penanganan darurat, minimal akses bisa dilalui kendaraan roda dua,” katanya.
Menurutnya, kejadian ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga, terutama dalam kondisi darurat. Ia berharap perbaikan jalan dapat segera direalisasikan agar mobilitas masyarakat kembali normal dan akses terhadap layanan kesehatan tidak lagi terhambat.
Selain berdampak pada layanan kesehatan, kerusakan jalan juga mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan warga. Distribusi kebutuhan pokok tersendat, sementara akses keluar-masuk desa menjadi terbatas.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama Pemerintah Provinsi Aceh segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan secara permanen. Bagi masyarakat Desa Pasir Putih, akses jalan bukan sekadar penghubung, tetapi menjadi jalur vital yang menentukan keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka. (*)

















































