Jaminan Kesehatan dan Gizi Generasi Butuh Sistem Islam

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

4069 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurbayah, Ummu Tsabitah, A.Md
(Pemerhati sosial dan generasi)

Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan reproduksi remaja di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkuat melalui edukasi langsung kepada pelajar di lima sekolah, sebagai strategi jangka panjang membangun generasi sehat dan berkualitas. Kegiatan sosialisasi yang digelar Otorita IKN bersama Dinkes Provinsi Kaltim dan BKKBN Provinsi Kaltim berlangsung pada Selasa–Kamis (28–30/04/2026).

Sekitar 600 siswa dari SMP Muhammadiyah 1 PPU, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 PPU, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 PPU, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 PPU, dan SMPN 2 PPU terlibat dalam kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adanya upaya penyelesaian stunting dan kesehatan reproduksi remaja dengan sosialisasi tentu dibutuhkan tetapi tidak hanya cukup sampai disitu, karena pada dasarnya permasalahan tersebut bukan dikarenakan minimnya pengetahuan tetapi lebih kepada factor pengaturan kehidupan kapitalis hari ini. Akses ekonomi, akses pangan, akses Kesehatan dan Pendidikan belum didapatkan dengan mudah dan murah sehingga hal ini sangat memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat hari ini.

Minimnya anggaran dan terbatasnya apa-apa yang berkaitan pendidikan dan kesehatan bukti bahwa hal tersebut belum menjadi prioritas. Andai peduli, pemerintah tidak hanya memenuhi janji kampanye politik (MBG) dan proyek lain yang tidak memberikan dampak bagi langsung bagi kehidupan masyarakat.

Begitu juga terkait program menjaga reproduksi remaja dengan program tersebut diharapkan menjadikan remaja mendapatkan edukasi seksual yang aman. Akhirnya bukannya terjaga remaja justru seks bebas tanpa rasa takut. Solusi ala kapitalis membuat persoalan semakin ruwet.

Kondisi ekonomi yang serba sulit mendorong peningkatan stunting dan susahnya layanan kesehatan. Media dan pergaulan serba bebas, mendorong remaja bablas. Oleh karena itu tidak bisa hanya berharap pada sosialisasi atau sejenisnya sedangkan support sistemnya tidak mendukung.

Khalifah adalah rain pengembala bagi rakyatnya. Dalil. Maka Khalifah akan memenuhi segala kebutuhan individu primer dan komunal masyarakat sehingga tidak akan ada stunting.

Islam memberi perhatian penting dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Negara akan memenuhi kebutuhan pokok rakyat dengan sebaik-baik pelayanan. sistem pendidikan akan dipersiapkan bekal jadi orang tua. Sistem kesehatan yang berkualitas mudah diakses hingga sistem pergaulan yang terjaga.

Adapun di antara upaya negara untuk mencegah stunting: Pertama, menerapkan sistem politik ekonomi berbasis syariat Islam. Negara mengelola SDA serta mengatur kepemilikan umum dan negara untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Kedua, negara menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi para ayah agar dapat memberi nutrisi dan gizi yang layak untuk keluarganya. Ketiga, negara membangun infrastruktur publik yang lengkap, seperti sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan agar seluruh warga dapat menikmati pelayanan dengan baik, murah, bahkan bisa gratis.

Negara tidak akan kekurangan dana menghidupi rakyatnya. Sebab, APBN negara Khilafah memiliki banyak pos dan sumber pemasukan, seperti fai, kharaj, jizyah, zakat, barang tambang, dan sebagainya.

Islam juga tidak hanya memperhatikan sehat fisik tapi juga kualitas keimanan kepribadian. “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka generasi (keturunan) yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya

Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisa : 9)

Berita Terkait

Serunya “Pilkada Mini” di MTs Swasta Sukaramai: Tiga Pasang Calon, 70 Pemilih, dan Drama Suara yang Bikin Deg-degan
SUKARAMAI URUK: WAJAH GERBANG YANG KEHAUSAN
Satu Senja, Dua Perayaan, dan Sejuta Harapan dari Napasengkut
Keran Tersumbat Itu Terbuka Lagi: Tahun 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Musik Pakpak
4 Bukti Sejarah yang Menguatkan Hipotesis Asal-Usul Suku Pakpak dari India
Pakpak Bharat 23 Tahun: Saatnya Pemerintah Mendengar Suara Rakyat
Indonesia Sulit Maju Bukan Karena Miskin, Tetapi Karena Salah Mengelola Kekayaan
Wabup Nagan Raya Resmikan Pembukaan Turnamen Sepakbola HUT Pemuda Gampong Alue Bateung Brook Cup I

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:24 WIB

Anggota posramil Tripa Makmur Gotong Royong Pasang Tenda untuk Peringatan Maulid Nabi

Jumat, 4 September 2026 - 07:48 WIB

Eratkan Keakraban, Babinsa Serda syafrizal Jalin Komsos Bersama warga desa binaa Babah dua di Nagan Raya

Jumat, 4 September 2026 - 07:46 WIB

Babinsa Koramil 03/Seunagan Timur Laksanakan Patroli Karhutla Di Wilayah Binaan.

Jumat, 4 September 2026 - 07:44 WIB

BABINSA KORAMIL 05/DM SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN KARHUTLA KEPADA WARGA

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Laksanakan Komunikasi Sosial Dengan Tokoh Masyarakat Desa Blang Meurandeh

Kamis, 3 September 2026 - 16:36 WIB

Babinsa Bonto Lebang Dampingi Petani, Pastikan Pemeliharaan Tanaman Padi Berjalan Optimal

Kamis, 3 September 2026 - 08:39 WIB

Babinsa Posramil Kuala pesisir Sertu Safrin Ondu Dampingi Petani Perawatan Tanaman Bayam

Kamis, 3 September 2026 - 07:44 WIB

Babinsa Posramil Tripa dan Bhabinkamtibmas Tripa Makmur Gelar Komsos, Himbau Warga Jangan Bakar Lahan 

Berita Terbaru