Jaminan Kesehatan dan Gizi Generasi Butuh Sistem Islam

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

4053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurbayah, Ummu Tsabitah, A.Md
(Pemerhati sosial dan generasi)

Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan reproduksi remaja di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkuat melalui edukasi langsung kepada pelajar di lima sekolah, sebagai strategi jangka panjang membangun generasi sehat dan berkualitas. Kegiatan sosialisasi yang digelar Otorita IKN bersama Dinkes Provinsi Kaltim dan BKKBN Provinsi Kaltim berlangsung pada Selasa–Kamis (28–30/04/2026).

Sekitar 600 siswa dari SMP Muhammadiyah 1 PPU, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 PPU, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 PPU, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 PPU, dan SMPN 2 PPU terlibat dalam kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adanya upaya penyelesaian stunting dan kesehatan reproduksi remaja dengan sosialisasi tentu dibutuhkan tetapi tidak hanya cukup sampai disitu, karena pada dasarnya permasalahan tersebut bukan dikarenakan minimnya pengetahuan tetapi lebih kepada factor pengaturan kehidupan kapitalis hari ini. Akses ekonomi, akses pangan, akses Kesehatan dan Pendidikan belum didapatkan dengan mudah dan murah sehingga hal ini sangat memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat hari ini.

Minimnya anggaran dan terbatasnya apa-apa yang berkaitan pendidikan dan kesehatan bukti bahwa hal tersebut belum menjadi prioritas. Andai peduli, pemerintah tidak hanya memenuhi janji kampanye politik (MBG) dan proyek lain yang tidak memberikan dampak bagi langsung bagi kehidupan masyarakat.

Begitu juga terkait program menjaga reproduksi remaja dengan program tersebut diharapkan menjadikan remaja mendapatkan edukasi seksual yang aman. Akhirnya bukannya terjaga remaja justru seks bebas tanpa rasa takut. Solusi ala kapitalis membuat persoalan semakin ruwet.

Kondisi ekonomi yang serba sulit mendorong peningkatan stunting dan susahnya layanan kesehatan. Media dan pergaulan serba bebas, mendorong remaja bablas. Oleh karena itu tidak bisa hanya berharap pada sosialisasi atau sejenisnya sedangkan support sistemnya tidak mendukung.

Khalifah adalah rain pengembala bagi rakyatnya. Dalil. Maka Khalifah akan memenuhi segala kebutuhan individu primer dan komunal masyarakat sehingga tidak akan ada stunting.

Islam memberi perhatian penting dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Negara akan memenuhi kebutuhan pokok rakyat dengan sebaik-baik pelayanan. sistem pendidikan akan dipersiapkan bekal jadi orang tua. Sistem kesehatan yang berkualitas mudah diakses hingga sistem pergaulan yang terjaga.

Adapun di antara upaya negara untuk mencegah stunting: Pertama, menerapkan sistem politik ekonomi berbasis syariat Islam. Negara mengelola SDA serta mengatur kepemilikan umum dan negara untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Kedua, negara menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi para ayah agar dapat memberi nutrisi dan gizi yang layak untuk keluarganya. Ketiga, negara membangun infrastruktur publik yang lengkap, seperti sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan agar seluruh warga dapat menikmati pelayanan dengan baik, murah, bahkan bisa gratis.

Negara tidak akan kekurangan dana menghidupi rakyatnya. Sebab, APBN negara Khilafah memiliki banyak pos dan sumber pemasukan, seperti fai, kharaj, jizyah, zakat, barang tambang, dan sebagainya.

Islam juga tidak hanya memperhatikan sehat fisik tapi juga kualitas keimanan kepribadian. “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka generasi (keturunan) yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya

Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisa : 9)

Berita Terkait

Wabup Nagan Raya Resmikan Pembukaan Turnamen Sepakbola HUT Pemuda Gampong Alue Bateung Brook Cup I
Langkat di Persimpangan Jalan: GEMAPALA Sebut Daerah Masih Terjebak ‘Paket Pemimpin Gagal’
Mahasiswa Versus Mahasiswa: Ketika Politik Pecah Belah Menyusup ke Kampus
Dugaan Korupsi Pengadaan Kendaraan Dinas Dinkes Langkat Disorot,GEMAR MEMBACA Siap Gelar Aksi ke Polda dan Kejati Sumut
Soroti Keselamatan di Jalinsum, GEMBIRA Desak Pemerintah Kabupaten Langkat Evaluasi Pohon Lapuk
Islam Kaffah Menjamin Gizi Muslimah Terwujud
Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi
Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:54 WIB

Babinsa Sertu Safrin Ondu Aktif Dampingi Petani Di Wilayah Binaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:53 WIB

BABINSA KORAMIL 05/DM DAMPINGI PETANI RAWAT TANAMAN SAWI WUJUDKAN KETAHAN PANGAN DI DESA PULOKRUET

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:51 WIB

Babinsa Pos Ramil Tadu Raya Melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial dengan masyarakat di desa Babah dua kec tadu raya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:49 WIB

Aktif Bersama Prangkat Desa Babinsa Koramil 03 Senagan Timur Komsos Bersama Prangkat Desa Di Desa Binaan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:48 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Melaksanakan Komunikasi Sosial Dengan Tokoh Masyarakat Desa Blang Puuk

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:43 WIB

Danrem 012/TU Didampingi Dandim 0116/Nagan Raya Ikuti Vidcon Presiden RI pada Panen Raya Padi Serentak di Nagan Raya

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:16 WIB

Babinsa Laksanakan Gotong Royong Bersama Warga di Halaman Masjid Desa Neubok Yee PP

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:01 WIB

Dandim 0116/Nagan Raya Bacakan Amanat Kasad, Tekankan Disiplin dan Pengabdian untuk Rakyat

Berita Terbaru