Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 06:14 WIB

4032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuliana S.Sos

Seorang pemuda (23) di Lahat, Sumatera Selatan membunuh ibu kandungnya sendiri karena kecanduan jud online. Kita tahu judi online (judol) adalah aktivitas taruhan uang yang dilakukan secara digital, yang saat ini menjadi ancaman serius bagi sosial-ekonomi di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2024-2025, perputaran dana judol di Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah, dengan mayoritas pelaku berasal dari kelompok berpenghasilan rendah.

Sebelumnya, sudah banyak kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi masalah kecanduan judi online. kecanduan judol efeknya mirip dengan narkoba, mempengaruhi saraf otak dan menciptakan harapan semu kekayaan instan. selain itu dampak judol terhadap kerugian finansial, dimana pemain cenderung kalah dalam jangka panjang karena algoritma diatur oleh penyedia layanan untuk keuntungan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jutaan pemain biasanya terlilit utang, menyebabkan tindakan kriminal, kekerasan dalm rumah tangga (KDRT) bahkan pembunuhan. Maka harusnya negara serius dalam memberantas judi online ini. Melindungi masyarakat dari perbuatan yang merusak dan menghancurkan semua kalangan.

Dengan diterapkannya sistem kehidupan yang sekulerisme, membuat orientasi hidup manusia adalah mengejar kepuasan materi sebesar-besarnya dan menjadi standar berprilaku.

Penerapan sistem ekonomi kapitalisme menciptakan kesenjangan sosial. Kebutuhan dasar semakin sulit dijangkau rakyat dan akhirnya mendorong maraknya tindak kriminal demi mendapatkan uang meskipun taruhannya adalah nyawa.

Negara kapitalis gagal hadir sebagai perisai (junnah) bagi rakyat. Judi online dibiarkan karena dianggap memberi andil dalam perputaran ekonomi. Regulasi pun bersifat reaktif dan parsial, tidak menyentuh akar masalah.

Sanksi yang diberikan para pelaku kriminal yg tidak memberikan efek jera sehingga membuat kasus terus berulang. Seperti sanksi hukum bagi pelaku dan penyedia judol hari jni dapat dijerat UU ITE (Pasal 27 ayat 2 UU 1/2024) dengan ancaman penjara hingga 10 tahun dan/atau denda hingga Rp. 10 miliar. Namun, sanksi hukum yang berlaku tidak lantas memberantas judi online, bahkan lebih banyak dan menyebar. Yang memang judi online ini dilindungi dan tetap eksis ditengah-tengah masyarakat.

Jika dikembalikan ke solusi Islam, maka judol tidak akan pernah ada. Islam menjadikan akidah sebagai asas kehidupan dan halal-haram sebagai standar berprilaku, bukan manfaat materi. Sehingga keimanan menjadi benteng pertama bagi individu dalam bertindak.

Sistem ekonomi Islam memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi orang perorangan melalui pengelolaan kepemilikan umum oleh negara, sehingga kesenjangan sosial tidak terjadi.

Negara Khilafah hadir sebagai raa’in dan junnah bagj bagi rakyat. Judi online diharamkan dan diberantas tuntas bukan sekedar diblokir sementara.

Negara Khilafah menerapkan sanksi tegas (uqubat) yang bersifat zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa) bagi prilaku kriminal, sehingga menjerakan pelaku.

Berita Terkait

Islam Kaffah Menjamin Gizi Muslimah Terwujud
Jaminan Kesehatan dan Gizi Generasi Butuh Sistem Islam
Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi
Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?
Kapitalisme dan Pajak yang Mencekik, Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:11 WIB

Lepas Sambut Danyonif 100/PS, Bupati Langkat H.Syah Afandin Apresiasi Dedikasi Letkol Infanteri Agus.M.Rangkuti

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:33 WIB

Bacakan Pledoi Sendiri, Fahruddin Minta Dibebaskan dari Seluruh Dakwaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:27 WIB

Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Pereintis TNI Tak Kenal Teriknya Matahari

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:38 WIB

3 Tokoh Masyarakat Tanjungbalai Soroti Plang Batas Muatan 8 Ton yang Disalahgunakan, Jembatan Diduga Retak

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:16 WIB

Ratusan Personel MADAS Sedarah Kawal Haul Akbar Habib Abu Bakar Assegaf, Ribuan Jamaah Padati Gresik

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jejak Pengabdian yang Tak Terlupakan, Lapas Binjai Lepas Suparman Sembiring

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:49 WIB

Dari Balik Tembok Pemasyarakatan, Tumbuh Sayuran dan Harapan untuk Masa Depan

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Momentum Hari Lahir Pancasila, Lapas Binjai Kokohkan Jiwa Nasionalisme dan Integritas

Berita Terbaru