BANTAENG, Teropong Barat.com, – Babinsa Kelurahan Bonto Rita, Koramil 1410-01/Bissappu, Kodim 1410/Bantaeng, Serma Syamsuddin terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pendampingan Hanpangan atau Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area persawahan Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Rabu (13/05/2026)
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tanaman padi milik Sdr. Dg Mida selaku Ketua Kelompok Tani Kayangan/Garegea. Pendampingan dilakukan sebagai bentuk perhatian TNI AD terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan masyarakat.
Serma Syamsuddin menjelaskan bahwa pendampingan Hanpangan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam membantu petani meningkatkan hasil produksi pertanian. Kehadiran Babinsa di tengah para petani juga diharapkan mampu memberikan semangat dan motivasi agar masyarakat terus aktif mengolah lahan pertanian secara optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, Babinsa turut memantau perkembangan pertumbuhan padi mulai dari umur tanaman, kondisi irigasi, hingga kemungkinan adanya serangan hama dan penyakit tanaman. Pemantauan tersebut dilakukan guna memastikan tanaman padi tetap tumbuh dengan baik menjelang masa panen.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui tanaman padi milik Sdr. Dg Mida yang memiliki luas sekitar ±1,5 hektare saat ini telah memasuki usia kurang lebih 90 Hari Setelah Tanam (HST). Secara umum kondisi tanaman terlihat subur dan sehat, sementara ketersediaan air irigasi di area persawahan masih mencukupi kebutuhan pertanian.
Dalam kesempatan itu, Babinsa juga berdialog langsung dengan para petani guna menampung berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain terkait ketersediaan pupuk bersubsidi, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta ancaman hama seperti tikus dan wereng yang kerap mengganggu produktivitas sawah masyarakat.
Kegiatan pendampingan pertanian yang dilakukan Babinsa ini juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah petani dinilai mampu mempererat hubungan emosional sekaligus memberikan rasa aman dan dukungan moril kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Selain itu, kegiatan monitoring Hanpangan tersebut juga bertujuan untuk mengumpulkan data riil Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai bahan laporan kepada Komando Atas. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk pemetaan potensi panen serta mendukung pencapaian target swasembada pangan di wilayah Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan pendampingan Hanpangan oleh Babinsa Kelurahan Bonto Rita selesai dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat tani semakin kuat demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Rehan)

















































