Sergai | Sumut | TeropongBarat.com – Angin kencang disertai hujan deras menerjang Dusun III, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Jumat malam (3/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Bencana tersebut mengakibatkan Gereja GKPI mengalami kerusakan cukup parah dan sedikitnya 54 rumah warga terdampak.
Terpaan angin yang sangat kuat mengangkat sekitar setengah bagian atap Gereja GKPI hingga rusak berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan yang dialami rumah ibadah tersebut cukup signifikan sehingga memerlukan perbaikan.
Selain gereja, puluhan rumah warga juga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Sejumlah atap rumah terlepas dan diterbangkan angin, sementara beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon yang tumbang karena kuatnya terpaan angin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah cuaca kembali normal, warga Desa Gempolan bergotong royong membersihkan puing-puing atap gereja, material bangunan, serta pohon-pohon yang tumbang. Semangat kebersamaan terlihat saat masyarakat saling membantu membersihkan rumah-rumah yang terdampak bencana.
Pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, Kepala Desa Gempolan, Pahala Doli Siahaan, didampingi Bhabinkamtibmas AIPTU R.T. Sihombing dan AIPTU M. Manullang, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi pascabencana sekaligus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.
Saat dikonfirmasi awak media TeropongBarat.com, Sabtu (4/7/2026), Pahala Doli Siahaan mengatakan pemerintah desa akan berupaya membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami akan meninjau seluruh warga yang terdampak bencana ini dan berupaya agar para korban mendapatkan bantuan. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari setiap dusun di Desa Gempolan, ada sekitar 54 unit rumah yang terdampak angin kencang,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 54 rumah mengalami kerusakan akibat angin kencang yang disertai hujan deras. Pemerintah desa bersama aparat terkait masih terus melakukan pendataan guna memastikan jumlah kerusakan serta kebutuhan warga terdampak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan ini kerap melanda wilayah Kabupaten Serdang Bedagai.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bersama instansi terkait segera menyalurkan bantuan kepada para korban, mempercepat proses pendataan, serta membantu perbaikan Gereja GKPI dan rumah-rumah warga yang rusak agar dapat kembali digunakan dengan aman.
(Mangisi Siburian)

















































