BMA Minta Gubernur Aceh Tunda Pelantikan Pejabat Eselon II, III dan IV, Fokus Dulu pada Program 100 Hari

TB

- Redaksi

Jumat, 16 Mei 2025 - 19:23 WIB

40175 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Ketua Barisan Muda Aceh (BMA), Rahmad Rinaldi, menyampaikan permintaan kepada Pj Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Muallem), agar menunda sementara pelantikan pejabat struktural eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Aceh. Ia meminta agar Muallem fokus terlebih dahulu pada program-program prioritas dalam 100 hari kerja.

Menurut Rahmad, saat ini adalah momentum penting bagi Muallem dan Wakil Gubernur Fadhil Rahmi (Dek Fadh) untuk menunjukkan gebrakan nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia mengimbau agar tidak tergesa-gesa dalam melakukan mutasi atau pelantikan pejabat yang bisa memicu dinamika politik dan birokrasi yang tidak produktif.

“Fokus saja dulu pada program-program kerja yang bisa menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Kami sebagai anak muda tetap mendukung penuh langkah-langkah Muallem, tapi kami berharap tidak ada tekanan dari pihak-pihak tertentu untuk melantik pejabat struktural dalam waktu dekat ini,” ujar Rahmad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa pelantikan pejabat dalam situasi transisi bisa mengganggu konsolidasi internal birokrasi, terlebih bila dilakukan tanpa pertimbangan matang terhadap kebutuhan reformasi birokrasi yang sesungguhnya. “Yang paling penting sekarang adalah membuktikan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat, bukan bagi-bagi jabatan,” tambahnya.

Rahmad juga mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, untuk memberi ruang dan waktu kepada Muallem dalam menjalankan program 100 hari kerja tanpa gangguan politik dan tekanan kepentingan kelompok. “Beri kesempatan kepada Muallem dan timnya untuk bekerja fokus, demi Aceh yang lebih baik,” tegasnya.

Barisan Muda Aceh, lanjut Rahmad, akan terus mengawal jalannya pemerintahan dengan sikap kritis dan konstruktif. “Kami bukan oposisi, tapi mitra kritis. Ketika langkah pemerintah tepat, kami akan dukung penuh. Tapi jika ada yang melenceng, tentu akan kami ingatkan,” tutup Rahmad.

Berita Terkait

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Inilah 75 Khatib Jumat Banda Aceh
Isu “Pengungsi Rekayasa” di Bireuen, Kapolda Aceh Turun Tangan
Oknum Mencatut Nama Ketua PWI Aceh untuk Modus Permintaan Uang, Masyarakat Diminta Waspada
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa
Rehabilitasi Gedung Rawat Jalan Lama RSJ Aceh Telan Anggaran Rp4,8 Miliar, Diharapkan Tingkatkan Layanan Kesehatan
Webinar GAMIES Aceh bahas saatnya UMKM Melek Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 Digelar 1–15 Maret, Libatkan 9 Pemateri Lintas Daerah

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:15 WIB

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Selasa, 21 April 2026 - 10:55 WIB

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 02:10 WIB

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?

Jumat, 17 April 2026 - 21:22 WIB

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat

Jumat, 17 April 2026 - 16:46 WIB

Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 17:41 WIB

Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades

Berita Terbaru