LANGKAT,Teropong Barat.com| Kerja cepat jajaran Polres Langkat dalam mengungkap misteri penemuan mayat bayi laki-laki di aliran Sungai Kebun Gergas, Dusun I, Desa Gergas, Kecamatan Wampu, membuahkan hasil. Kurang dari 24 jam sejak jasad ditemukan pada Rabu (14/1/2026) pagi, polisi berhasil mengamankan seorang wanita yang diduga kuat sebagai pelaku.
*Kronologi Penemuan dan Evakuasi*
Peristiwa yang sempat menggegerkan warga Kecamatan Wampu ini bermula saat sesosok jasad bayi ditemukan mengapung di sungai sekitar pukul 09.30 WIB. Merespons laporan warga, Tim Unit Pidum Sat Reskrim bersama Tim Inafis Polres Langkat segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna kepentingan penyidikan dan memastikan penyebab kematian secara ilmiah, jenazah bayi tersebut dievakuasi ke RSU Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi medis.
Penyelidikan Intensif dan Penangkapan
Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Ghulam Yanuar Lutfi, mengungkapkan bahwa timnya langsung bergerak melakukan penyelidikan maraton dengan memeriksa sejumlah saksi kunci di sekitar lokasi penemuan.
“Dari hasil pendalaman di lapangan, kami mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan seorang perempuan yang sebelumnya diketahui dalam kondisi hamil namun tidak lagi terlihat membawa bayinya,” ujar AKP Ghulam.
Berbekal bukti-bukti awal yang cukup, petugas kemudian mengamankan seorang perempuan berinisial S (33), warga Desa Gergas, pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB. Terduga pelaku diringkus di sebuah area perkebunan sawit dan langsung dibawa ke Mapolres Langkat.
*Komitmen Hukum dan Kemanusiaan*
Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan dengan pendekatan profesional namun tetap memperhatikan sisi kemanusiaan dan kondisi psikologis terduga pelaku.
“Setiap nyawa yang hilang, terlebih seorang bayi yang tidak berdaya, adalah tragedi kemanusiaan. Kami berkomitmen menegakkan hukum secara adil, transparan, dan berbasis bukti (scientific crime investigation),” tegas AKBP David.
Saat ini, pihak penyidik masih mendalami motif di balik tindakan nekat tersebut. Kapolres juga memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang berperan aktif memberikan informasi awal.
“Sinergi masyarakat dan Polri adalah kunci. Kami mengajak warga untuk terus peka terhadap lingkungan sekitar demi menjaga ketertiban bersama,” pungkasnya.
(Redaksi)
















































