Dalam Forum Penguatan Lembaga Pengawas Pemilu, Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry Nyatakan Komitmen Kawal Transisi Sistem Pemilu dan Pilkada 2029

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 13:47 WIB

40386 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyatakan dukungannya terhadap penguatan kelembagaan pengawasan pemilu menjelang pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2029. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, dalam kegiatan Penguatan Antar Lembaga Mitra yang diselenggarakan oleh Panitia Pengawas Pemilihan (Bawaslih) Kabupaten Aceh Tenggara di Oproom Setdakab, Senin (22/9).

Dalam sambutannya, Bupati menyebut reformasi sistem pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah sebagai langkah penting dalam menyempurnakan kualitas demokrasi di tingkat nasional maupun daerah. Menurutnya, pemisahan pelaksanaan antara Pemilu Nasional dan Pemilihan Kepala Daerah sebagaimana diatur dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PPU-XXII/2024 merupakan momentum yang harus dimanfaatkan untuk membangun sistem demokrasi yang lebih tertib dan berintegritas.

“Transformasi sistem pemilihan yang akan mulai berlaku pada 2029 perlu disambut dengan kesiapan semua pihak. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh Panwaslih atau Bawaslih dalam memperkuat kelembagan pengawasan, mulai dari akurasi data pemilih, kesiapan logistik, keamanan TPS, hingga literasi masyarakat dalam mengawasi jalannya tahapan pemilu,” ujar Bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif stakeholder lokal, termasuk tokoh adat, tokoh agama, masyarakat sipil, akademisi dan media untuk menciptakan suasana demokrasi yang sehat, damai, dan terbuka. Pemerintah daerah, katanya, tidak hanya bertugas mendukung secara administratif dan teknis, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga suasana politik tetap kondusif menjelang tahun politik 2029.

Sementara itu, Ketua Komisioner Bawaslih Aceh Tenggara, Eka Prastyo Lubis, SE, dalam pidatonya menyebut bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi yang memisahkan jadwal antara Pemilu Nasional (Presiden, DPR, dan DPD) dan Pilkada (Gubernur, Bupati, Wali Kota serta DPRD) merupakan pondasi awal pembenahan sistem pemilu secara menyeluruh.

Eka menyatakan bahwa reformasi ini bertujuan untuk menyederhanakan sistem pemilu dari skema kompleks lima kotak suara menjadi pelaksanaan yang lebih fokus dan terukur. Dengan adanya jeda antara pelaksanaan Pemilu dan Pilkada, penyelenggara, peserta, dan pemilih diharapkan dapat menjalankan hak dan tugasnya dengan lebih optimal.

“Pemisahan ini harus dilihat sebagai pembenahan struktur demokrasi, bukan sekadar perubahan teknis. Ini menyangkut kualitas pemilu di masa depan, integritas penyelenggara, serta perlindungan hak suara rakyat sebagai pemilik kedaulatan,” kata Eka.

Ia menambahkan bahwa Bawaslih berkomitmen menjaga pengawasan pemilu tidak hanya sebatas tugas administratif, tetapi juga sebagai tugas moral dan konstitusional dalam menjaga kedaulatan rakyat. Eka menegaskan pentingnya keterbukaan dan dialog antara lembaga pemilu dengan seluruh mitra strategis, agar proses transisi menuju pemilu 2029 dapat berjalan dengan baik.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan pemerintah kabupaten, lembaga masyarakat sipil, akademisi, hingga insan pers. Demokrasi tidak bisa berjalan sendirian, ia membutuhkan gotong royong yang tulus dari semua pihak,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, perwakilan dari LSM, organisasi wartawan, serta sejumlah akademisi dari perguruan tinggi lokal. Turut hadir Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Aceh, Fahrul Rizha Yusuf, S.H., M.H., serta Dian Permata, M.P.A, selaku founder Sindikasi Pemilu dan Demokrasi.

Ketua Panwaslih Provinsi Aceh, Agus Syahputra, dalam pernyataan terpisah menyebut bahwa kegiatan serupa diselenggarakan serentak di 23 kabupaten/kota di Aceh sebagai bentuk konsolidasi dan persiapan menuju sistem pemilu baru yang lebih adaptif dan inklusif.

Agenda ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menata sistem demokrasi yang tidak hanya efisien secara teknis tetapi juga bermutu secara substansi. Dengan komitmen semua pihak, Pemilu dan Pilkada 2029 diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam demokrasi Indonesia yang bermartabat dan berkeadilan. (Sadikin)

Berita Terkait

LP2iM Agara Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Silayar
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri Diminta Selidiki Legalitas Material Galian di Proyek PT Horas di Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Dana Iklan Diskominfo Aceh Tenggara Disorot, Pemda Diminta Transparan Soal Kerja Sama Media

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru