Darul Makmur Tancap Gas: Peningkatan Jalan Usaha Tani, Kambing Otawa Jadi Bintang Baru Desa

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 15:38 WIB

40755 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sultan Daulat, teropongbarat.co. Desa tak lagi sekadar tempat tinggal—ia kini menjadi pusat inovasi dan ketahanan pangan. Kampong Darul Makmur di Kecamatan Sultan Daulat membuktikannya. Dari pembangunan infrastruktur yang terus dipacu hingga pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal, desa ini tengah bersiap menjadi teladan dalam kemandirian ekonomi berbasis desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Progres pembangunan jalan usaha tani menjadi titik balik penting. Akses yang dulunya sulit dilalui, kini mulai mulus menghubungkan antar dusun dan kebun warga. Jalan itu kini menjelma menjadi jalur kehidupan. “Kami ingin setiap hasil tani rakyat bisa sampai ke tempat tujuan dengan cepat. Infrastruktur ini bukan sekadar bangunan, tapi jembatan menuju kesejahteraan,” ujar Raja Mula, Kepala Kampong Darul Makmur, kepada teropongbarat.co (1/07/2025).

 

 

Namun, pembangunan di Darul Makmur tak berhenti pada jalan. Kampong ini memelopori program “One Village, One Product” dengan mengangkat kambing Otawa sebagai produk unggulan desa ke depannya. Otawa bukan sembarang kambing. Ia dikenal tahan penyakit, menghasilkan daging berkualitas, dan susu bernutrisi tinggi. “Kambing Otawa adalah strategi ekonomi berkelanjutan. Dari daging, susu, hingga limbahnya bisa dikelola. Ini cocok dengan karakter alam kami,” terang Raja Mula.

Inisiatif ini disambut positif oleh Camat Sultan Daulat, Samsir Nazir, SE. Ia menyebut langkah Darul Makmur sebagai kebijakan cerdas yang bisa ditiru oleh kampong lain. “Kambing Otawa berpotensi jadi poros baru ekonomi desa. Analisa usaha menunjukkan margin keuntungan yang menjanjikan. Bahkan bisa masuk ke pasar olahan susu skala lokal,” ujarnya.

Dari laporan analisa usaha yang dihimpun tim kampong bersama pendamping desa, diketahui bahwa sistem pemeliharaan semi-intensif membuat biaya pakan lebih efisien. Satu ekor kambing Otawa rata-rata dapat menghasilkan susu 1–1,5 liter per hari. Jika dikembangkan dengan sistem koperasi desa, potensi nilai ekonominya bisa berlipat ganda.

Dari Jalan ke Kandang, dari Mimpi ke Bukti

Pembangunan jalan dan pengembangan budidaya kambing Otawa menjadi dua sisi mata uang pembangunan Darul Makmur. Satu menghubungkan ruang, satu lagi menghidupi waktu. “Kita tidak hanya membangun jalan, kita juga sedang membangun masa depan,” tambah Raja Mula.

Sebagai penutup, Camat Samsir Nazir menyampaikan bahwa dukungan dan kritik dari warga maupun media akan menjadi bagian penting dalam siklus perbaikan desa. “Kritik yang membangun adalah vitamin bagi kami. Baik dari masyarakat, tokoh lokal, maupun media, semua akan menjadi prioritas evaluasi kami ke depan,” pungkasnya.

Darul Makmur kini melangkah lebih jauh. Dari jalan tanah menuju jalan penghasilan. Dari kandang kambing menuju harapan kampong. Masa depan dibangun hari ini—dan Darul Makmur sudah lebih dulu menyalakan mesinnya.(Atin).

Berita Terkait

Tonggak Baru Pendidikan Pascasarjana Aceh Barat: Magister Ekonomi Syariah STAIN Teungku Dirundeng Gelar Seminar Proposal Tesis Perdana
Daftar Khatib dan Imam Shalat Jum’at se-Aceh Besar, 16 Oktober 2026 / 5 Jumadil Awwal 1448 Hijriah
Puluhan Ekskavator Beroperasi di Kawasan Tambang Ilegal, Pemerintah Aceh Selatan Didesak Buka Mata
Puluhan Ekskavator Menggaruk Emas di Lubuk Anas, Dugaan Setoran dan Beking Tambang Ilegal Kembali Mencuat
PDAM Tirta Mountala Tertibkan Dugaan Sambungan Air Ilegal di Neuheun
Arham: MBG Bukan Sekadar Makanan Gratis, Pengelolaan Harus Profesional Sekaligus Mampu Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Lokal
Semangat Nasionalisme Pelajar Abdya Sambut Meriah Penutupan TMMD ke-128
Ratusan Warga Tersentuh Saksikan Drama Perjuangan TNI di Penutupan TMMD Abdya

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:46 WIB

PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:52 WIB

BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terbaru