Darul Makmur Tancap Gas: Peningkatan Jalan Usaha Tani, Kambing Otawa Jadi Bintang Baru Desa

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 15:38 WIB

40222 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sultan Daulat, teropongbarat.co. Desa tak lagi sekadar tempat tinggal—ia kini menjadi pusat inovasi dan ketahanan pangan. Kampong Darul Makmur di Kecamatan Sultan Daulat membuktikannya. Dari pembangunan infrastruktur yang terus dipacu hingga pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal, desa ini tengah bersiap menjadi teladan dalam kemandirian ekonomi berbasis desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Progres pembangunan jalan usaha tani menjadi titik balik penting. Akses yang dulunya sulit dilalui, kini mulai mulus menghubungkan antar dusun dan kebun warga. Jalan itu kini menjelma menjadi jalur kehidupan. “Kami ingin setiap hasil tani rakyat bisa sampai ke tempat tujuan dengan cepat. Infrastruktur ini bukan sekadar bangunan, tapi jembatan menuju kesejahteraan,” ujar Raja Mula, Kepala Kampong Darul Makmur, kepada teropongbarat.co (1/07/2025).

 

 

Namun, pembangunan di Darul Makmur tak berhenti pada jalan. Kampong ini memelopori program “One Village, One Product” dengan mengangkat kambing Otawa sebagai produk unggulan desa ke depannya. Otawa bukan sembarang kambing. Ia dikenal tahan penyakit, menghasilkan daging berkualitas, dan susu bernutrisi tinggi. “Kambing Otawa adalah strategi ekonomi berkelanjutan. Dari daging, susu, hingga limbahnya bisa dikelola. Ini cocok dengan karakter alam kami,” terang Raja Mula.

Inisiatif ini disambut positif oleh Camat Sultan Daulat, Samsir Nazir, SE. Ia menyebut langkah Darul Makmur sebagai kebijakan cerdas yang bisa ditiru oleh kampong lain. “Kambing Otawa berpotensi jadi poros baru ekonomi desa. Analisa usaha menunjukkan margin keuntungan yang menjanjikan. Bahkan bisa masuk ke pasar olahan susu skala lokal,” ujarnya.

Dari laporan analisa usaha yang dihimpun tim kampong bersama pendamping desa, diketahui bahwa sistem pemeliharaan semi-intensif membuat biaya pakan lebih efisien. Satu ekor kambing Otawa rata-rata dapat menghasilkan susu 1–1,5 liter per hari. Jika dikembangkan dengan sistem koperasi desa, potensi nilai ekonominya bisa berlipat ganda.

Dari Jalan ke Kandang, dari Mimpi ke Bukti

Pembangunan jalan dan pengembangan budidaya kambing Otawa menjadi dua sisi mata uang pembangunan Darul Makmur. Satu menghubungkan ruang, satu lagi menghidupi waktu. “Kita tidak hanya membangun jalan, kita juga sedang membangun masa depan,” tambah Raja Mula.

Sebagai penutup, Camat Samsir Nazir menyampaikan bahwa dukungan dan kritik dari warga maupun media akan menjadi bagian penting dalam siklus perbaikan desa. “Kritik yang membangun adalah vitamin bagi kami. Baik dari masyarakat, tokoh lokal, maupun media, semua akan menjadi prioritas evaluasi kami ke depan,” pungkasnya.

Darul Makmur kini melangkah lebih jauh. Dari jalan tanah menuju jalan penghasilan. Dari kandang kambing menuju harapan kampong. Masa depan dibangun hari ini—dan Darul Makmur sudah lebih dulu menyalakan mesinnya.(Atin).

Berita Terkait

Semangat Nasionalisme Pelajar Abdya Sambut Meriah Penutupan TMMD ke-128
Ratusan Warga Tersentuh Saksikan Drama Perjuangan TNI di Penutupan TMMD Abdya
Warga Antusias Saksikan Atraksi Bela Diri Militer Sambut Kapok Sahli Pangdam IM
Kapok Sahli Pangdam IM Sebut Hasil TMMD Abdya Bermanfaat bagi Masyarakat
Penutupan TMMD ke-128 Kodim Abdya Berlangsung Humanis, Lansia dan Difabel Dapat Bantuan
TNI dan Pemda Salurkan Paket Sembako bagi Warga di Penutupan TMMD Abdya
Bazar Ketahanan Pangan Kodim Abdya Disambut Antusias Warga Gunung Cut
TMMD Ke-128 Abdya Sukses Bangun Jalan, MCK, Sumur Bor hingga Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:58 WIB

Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:25 WIB

Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif .

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:54 WIB

Diduga Tanah Pengairan Diperjualbelikan, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:33 WIB

BEREDAR VIDEO PEMBAKARAN GUBUK DIDUGA LOKASI PEREDARAN OBAT GOLONGAN G DI KEMIRI, WARGA DESAK APARAT USUT TUNTAS

Senin, 1 Juni 2026 - 14:22 WIB

Hari Lahir Pancasila, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Jadikan Pedoman Bernegara

Senin, 1 Juni 2026 - 12:45 WIB

Soal Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Polsek Panongan Pastikan Dalami

Berita Terbaru