BIREUEN | Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menyerahkan sejumlah bantuan obat-obatan untuk kebutuhan korban banjir di Aceh.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Ketua DPW PPP Aceh, Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi mewakili ketua umum DPP PPP Mardiono kepada tim medis Universitas Syiah Kuala dan disalurkan kepada korban banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Aceh.
Penyerahan bertempat di Kantor DPW PPP Aceh, Banda Aceh, oleh ketua DPW PPP Aceh, Amiruddin Idris dan diterima dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, selaku Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Syiah Kuala (USK), Selasa (13/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantuan obat-obatan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada korban banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah melalui posko medis Fakultas Kedokteran USK.
Dalam kesempatan tersebut ketua DPW PPP Aceh, Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi menyampaikan bahwa bantuan obat-obatan merupakan bagian dari sejumlah bantuan yang sebelumnya telah disalurkan oleh Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono saat mengunjugi koraban banjir di beberapa daerah di Aceh.
Menurut Amiruddin Idris, saat ketua Umum PPP pak Mardiono datang ke Aceh pada Minggu awal terjadi bencana, hanya menyerahkan bantuan berupa sembako. Sedangkan obat-obatan baru hari ini kami serahkan dan merupakan rangkaian dari sejumlah bantuan dari DPP PPP, ujar ketua DPW PPP Aceh.

Karena menurut H Amiruddin Idris dalam paket bantuan yang disalurkan DPP PPP juga terdapat obat-obatan. Namun, pihaknya menilai obat-obatan tidak tepat jika diserahkan langsung kepada masyarakat tanpa pendampingan tenaga ahli.
Makanya DPW PPP Aceh menggandeng Fakultas Kedokteran USK yang telah membentuk posko-posko medis di lokasi bencana, jelas H.Amiruddin Idris.
Pihaknya berharap obat-obatan yang disalurkan dapat membantu masyarakat yang hingga kini masih berada di pengungsian dan membutuhkan layanan kesehatan, harapnya.
Kemudian Dekan Fakultas Kedokteran USK, dr. Safrizal Rahman, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa jenis obat-obatan yang diterima dari Partai Persatuan Pembangunnan (PPP) sesuai dengan kebutuhan umum masyarakat di lokasi pengungsian.
Menurut Safrizal Rachman, penyakit yang banyak dialami penyintas banjir antara lain demam, batuk pilek, serta penyakit kulit.
Jadi rata-rata obat yang kita terima adalah obat yang berhubungan dengan penyakit yang kami sebutkan tadi.
Obat-obatan tersebut Insya Allah akan kami salurkan minggu-minggu ini melalui tim medis yang berada di lapangan, ujar Safrizal.
Safrizal yang juga menjabat Dekan Fakuktas Kefokteran USK juga menyebutkan bahwa, saat ini mahasiswa Fakultas Kedokteran USK masih berada di beberapa wilayah terdampak bencana melalui berbagai program pengabdian, termasuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ia berharap bantuan obat-obatan ini dapat tepat sasaran dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pada kesempatan tersebut Safrizal Rachman juga menjelaskan bahwa, meskipun pemulihan fasilitas kesehatan secara bertahap telah berjalan, tetapi masih terdapat banyak kendala di lapangan.
Banyak penyintas yang terkonsentrasi di titik-titik pengungsian, termasuk hunian sementara, serta sebagian lainnya masih berada di lokasi yang belum layak huni.
Kondisi tersebut menyebabkan tidak semua masyarakat mudah mengakses layanan kesehatan, terutama karena keterbatasan transportasi dan kerusakan infrastruktur, urainya.
Untuk mengatasi hal itu, Fakultas Kedokteran USK mengoperasikan layanan kesehatan bergerak atau mobile clinic. Melalui unit tersebut, tenaga medis mendatangi langsung lokasi-lokasi yang membutuhkan layanan kesehatan.
Safrizal Rachman mengatakan, bantuan obat-obatan dari DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diserahkan oleh Ketua DPW PPP Aceh tersebut akan segera didistribusikan melalui layanan mobile clinic tersebut, sehingga dapat menjangkau masyarakat di titik-titik yang sulit diakses, jelasnya.
















































