BANTAENG, Teropong Barat.com, – Babinsa Kelurahan Bonto Rita, Koramil 1410-01/Bissappu, Kodim 1410/Bantaeng, Serma Syamsuddin melaksanakan kegiatan pendampingan ketahanan pangan (Hanpangan) dalam rangka Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area persawahan Jalan Lingkar, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sabtu(16/05/2026)
Pendampingan dilakukan dengan memantau warga yang baru saja menyelesaikan panen padi kering milik Sdr. Juhardi selaku Ketua Kelompok Tani Pattonga. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani merupakan bentuk dukungan TNI AD dalam membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan rasa aman dan motivasi kepada masyarakat petani.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa turut memastikan proses pasca panen berjalan dengan lancar, mulai dari perontokan padi, pengeringan gabah, hingga proses pengangkutan hasil panen. Langkah ini dilakukan guna membantu petani agar hasil panen dapat segera ditangani dengan baik sehingga kualitas gabah tetap terjaga dan memiliki nilai jual yang stabil di pasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Serma Syamsuddin juga melakukan pemantauan harga gabah di tingkat petani sebagai bagian dari dukungan terhadap program Serap Gabah Petani (SERGAP). Dari hasil pemantauan di lapangan, harga gabah kering panen saat ini berada pada kisaran Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih cukup baik dan diharapkan mampu menjaga semangat petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Babinsa juga mengumpulkan data hasil panen riil sebagai bahan laporan Luas Tambah Tanam (LTT) dan perkiraan produksi padi di wilayah Kelurahan Bonto Rita. Data tersebut nantinya akan dilaporkan ke komando atas sebagai bagian dari monitoring perkembangan sektor pertanian di wilayah binaan Koramil 1410-01/Bissappu.
Dalam kesempatan itu, Serma Syamsuddin memberikan motivasi kepada anggota Pok Tani Pattonga agar tetap semangat dalam mengolah lahan pertanian dan mempersiapkan musim tanam berikutnya. Menurutnya, semangat dan kerja sama antara petani dan aparat pendamping sangat penting dalam menjaga keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
Tidak hanya melakukan pemantauan, Babinsa juga menampung berbagai kendala yang dihadapi petani pasca panen, seperti kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), fasilitas tempat pengeringan gabah, hingga akses pemasaran hasil panen ke Bulog maupun mitra penggilingan padi. Hal tersebut menjadi perhatian agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal dan memberikan keuntungan yang layak bagi masyarakat.
Dari hasil kegiatan diketahui bahwa lahan milik Sdr. Juhardi yang telah selesai dipanen memiliki luas sekitar ±1,5 hektare. Selama kegiatan berlangsung situasi tetap aman, tertib, dan lancar. Para petani mengaku merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa di lapangan dan berharap pendampingan seperti ini terus dilakukan hingga musim tanam berikutnya demi mendukung kesejahteraan petani di wilayah Kelurahan Bonto Rita. (Rehan)

















































