LANGKAT Teropong Barat | Kamar dagang dan Industri Kabupaten Langkat Zulkifli ST membuka pelatihan pengelolaan hutan Lestari”kegiatan tersebut bertempat di Gedung PKK, Kelurahan Kwala Bingai, Jalan KH.Wahid Hasyim Senin (23/12/2024) pukul14.00 wib
Dalam paparannya saat menjadi pembicara pengelolaan hutan lestari di Stabat Agus Salim Nasution telah berhasil menemukan tumbuhan langka ia bercerita ada pohon yang mirip Duku ,Langsat tetapi bukan Duku kata orang tua di sekitar bantaran sungai Besitang mengatakan itu adalah pohon Langkat “tutur Agus
Kami sudah melakukan riset dan mengambil contoh contoh dari literasi pohon, pohon yang hampir mirip Duku ,Langsat,sejenisnya dalam bahasa latinnya : Lansium Dometicum ,Lansium Parasitium buah buahan dari anggota suku meliacea
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya kita sudah melakukan diskusi penelitian bersama guru besar universitas Sumatera Utara Profesor Rauf. Setelah semua ini bisa kita budidayakan melalui generatif yaitu menyemai biji atau vegetatif menggunakan cangkok atau okulasi.
Saya berharap kepada pemerintah Kabupaten Langkat , Kecamatan serta Desa bisa bekerja sama untuk membudidayakan pohon Langkat ini terutama Bupati terpilih 2024-2029 H.Syah Afandin SH bisa merealisasikanya melalui program satu pohon langkat satu keluarga
Sementara itu ketua kamar dagang dan industri Langkat Zulkifli ST menjelaskan program Regenerative Forest Business Sub Hub merupakan bagian dari program KADIN Net Zero Hub. Program itu merupakan upaya mewujudkan target pemerintah yang mencanangkan nol emisi karbon atau net zero emission pada tahun 2060.
“Program Regenerative Forest Business Sub Hub fungsinya untuk mendukung penguatan pengelolaan hutan lestari,” jelas Zulkifli
Zulkifli mengatakan program Regenerative Forest Business Sub Hub juga bertujuan untuk menyeimbangkan penyerapan dan emisi gas rumah kaca dalam pengendalian perubahan iklim.
Pemerintah pun memiliki komitmen agar lahan dan hutan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya. Komitmen itu dirancang dalam program Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FoLU) Net Sink 2030.
Untuk mencapai FoLu net sink 2030, pemerintah Indonesia sudah menyiapkan beberapa strategi, di antaranya restorasi rawa gambut 2 juta hektare hingga 2030, reforestasi, menggenjot pengelolaan hutan lestari melalui perizinan berusaha, hingga mencegah deforestasi dan degradasi lahan dan hutan
Sementara itu Samsul selaku ketua panitia mengatakan Regenerative Forest Business Sub Hub dapat mempromosikan model bisnis multi usaha kehutanan dalam pengelolaan hutan produksi. Praktek nyata multi usaha kehutanan dinilai potensial dari sisi bisnis sekaligus bisa membantu upaya pencegahan perubahan iklim.
Regenerative Forest Business Sub Hub diharapkan bisa memicu anggotanya yang sudah bergerak di bisnis kehutanan atau sektor lainnya untuk memulai model bisnis multi usaha kehutanan
“Kita semua tahu Indonesia bisa menjadi negara super power dalam bidang karbon. Kita tidak bisa mencapainya kalau tidak mempersiapkan dengan baik,” tutur Samsul
Kadin Langkat berkomitmen membuat program Regenerative Forest Business Sub Hub dapat membantu Indonesia dalam ekonomi keberlanjutan, prioritasnya dalam bidang kehutanan. “Regenerative Forest Business Sub Hub menjadi penting karena akan menjadi ajang saling belajar dan berbagai pengalaman untuk menghasilkan karbon berkualitas “ucapnya
Kegiatan di hadiri Zulkifli ST ketua kamar dagang industri Langkat,Agus Salim Nasution selaku peneliti pohon Langkat,Samsul ketua panitia,Amri kepala bidang kepemudaan dinas pemuda olahraga,serta para peserta pelatihan hutan lestari lainya
Pewarta (Lutfi)
















































