MEDAN. JENNEWS — Cita-cita menjadi Kapolri perempuan bukan lagi sekadar mimpi bagi Davina Kirana Bintang. Pelajar asal Medan, Sumatera Utara, ini sejak dini telah menanamkan tekad untuk menapaki jalan panjang menuju kepemimpinan di institusi Polri.
Semangat dan cita-cita Davina mendapat perhatian serta dukungan dari Prof. Sutan Nasomal, SH, MH, pakar hukum internasional dan ekonom sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID).
Menurut Sutan Nasomal, keberanian seorang anak muda untuk memiliki cita-cita besar patut diapresiasi, terlebih ketika cita-cita tersebut dibarengi dengan pendidikan, kedisiplinan dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
“Setiap anak memiliki mimpi, dan setiap mimpi membutuhkan keberanian untuk diperjuangkan. Davina Kirana Bintang memiliki cita-cita besar dan inspiratif, yaitu suatu hari menjadi Kapolri perempuan,” ujar Prof. Sutan Nasomal, saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online melalui sambungan telepon dari Markas Pusat PAMID, kawasan Cijantung, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Tumbuh dalam Keluarga yang Menjunjung Pendidikan dan Pengabdian
Davina Kirana Bintang lahir di Medan pada 7 Juni 2011. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, kedisiplinan dan semangat pengabdian.
Ayahnya, Davit Bintang, merupakan anggota Polres Pelabuhan Belawan dengan pangkat Aiptu. Sementara ibunya, Masyarah Simatupang, S.Pd., M.M., merupakan seorang pendidik yang bertugas pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.
Lingkungan keluarga tersebut turut membentuk karakter Davina untuk memiliki semangat belajar dan keberanian dalam mengejar cita-citanya.
Dalam perjalanan pendidikannya, Davina mengawali pendidikan di Sekolah Wahidin Sudirohusodo sejak jenjang PG hingga SD. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Maitreyawira Camara Asri pada jenjang SMP.
Saat ini, Davina menempuh pendidikan di kelas X SMA Negeri 1 Medan.
Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Davina juga aktif mengembangkan berbagai potensi dan bakat. Ia memiliki kemampuan di bidang seni dan olahraga, antara lain bernyanyi, membaca puisi, modeling dan acting. Ia juga menekuni cabang olahraga atletik.
Selain itu, Davina memiliki kemampuan berbahasa asing, yakni Bahasa Inggris dan Mandarin.
“Davina memiliki sejumlah potensi yang patut dikembangkan. Pendidikan dan pembentukan karakter harus menjadi fondasi utama dalam perjalanan seorang anak menuju cita-citanya,” kata Sutan Nasomal.
Finalis Duta Pelajar Antinarkoba Sumatera Utara
Semangat Davina untuk berkembang juga tercermin dari kiprahnya di dunia pendidikan dan kegiatan kepemudaan.
Pada 2026, Davina berhasil menjadi Finalis Duta Pelajar Antinarkoba Provinsi Sumatera Utara.
Bagi Davina, pencapaian tersebut bukan semata-mata tentang memperoleh penghargaan. Proses yang dilalui menjadi bagian penting dalam membangun keberanian, kedisiplinan, kepemimpinan serta kepedulian terhadap lingkungan dan generasi muda.
Sutan Nasomal menilai pengalaman dan proses pembentukan karakter sejak usia sekolah merupakan modal penting bagi generasi muda yang ingin mengemban tanggung jawab besar di masa depan.
Mimpi Menjadi Kapolri Perempuan
Keinginan Davina untuk menjadi Kapolri perempuan menjadi simbol bahwa profesi dan kepemimpinan di tubuh Polri juga dapat menjadi cita-cita yang diperjuangkan oleh generasi perempuan sejak usia muda.
Ia ingin membuktikan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin yang tegas, berintegritas, humanis dan memiliki komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Tentu perjalanan menuju cita-cita tersebut masih panjang. Yang terpenting adalah terus belajar, menjaga disiplin, membangun integritas dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan,” ujar Sutan Nasomal.
Ia berharap dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan dapat terus mengiringi perjalanan Davina dalam menggapai cita-citanya.
Hari ini seorang pelajar, esok bisa menjadi pemimpin.
Cita-cita besar membutuhkan proses panjang. Dengan pendidikan, disiplin, prestasi dan kemauan untuk terus belajar, generasi muda seperti Davina diharapkan mampu menjadi bagian dari masa depan Indonesia.
Teruslah bermimpi, belajar, berprestasi dan mengabdi. Sebab masa depan bangsa dipersiapkan oleh generasi muda yang berani bermimpi dan bersungguh-sungguh mewujudkannya.
(Bima Pohan)


















































