Proyek Drainase Jalan Elak Belum Rampung, Warga Alue Awe Terpaksa Tempuh Jalur Memutar

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 22:05 WIB

40583 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSEUMAWE – Penutupan total akses Jalan Elak di Gampong Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe sudah 3 bulan lebih beberapa hari sejak pertengahan Juni 2025.

Hingga Rabu, informasi yang di dapat media ini, jalan tersebut belum juga dapat dilintasi oleh pengguna jalan, khususnya masyarakat/warga setempat dikarenakan proyek pembangunan drainase masih berlangsung.

Kondisi ini membuat tersendat nya lalu lintas di sekitar area proyek pembangunan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat dari penutupan jalan berdampak signifikan bagi warga Desa Alue Awe dan sekitarnya serta pengguna jalan lainnya yang melintas di simpang elak.

Selama tiga bulan terakhir, para pengguna jalan terpaksa memutar jalur dengan jarak tempuh yang lebih jauh saat menuju pasar, sekolah, maupun tempat kerja.

Dengan jarak tempuh yang lebih jauh, sehingga berdampak beberapa warga/masyarakat yang dengan terpaksa menambah biaya bahan bakar yang signifikan dari bahan bakar sebelumnya.

Pada pertengahan Agustus 2025 atau setelah dua bulan proyek tersebut dikerjakan, warga Kompleks Firya sudah menyampaikan keluhan kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional serta pengawas proyek melalui WhatsApp.

Untuk diketahui, Jalan Elak ditutup sepenuhnya oleh pelaksana proyek yakni, PT Dua Berlian Group, dengan sumber dana APBN sebesar Rp 4,8 miliar.

Meski telah disiapkan jalur alternatif di kawasan Dusun Chik Mahmud, akses itu kemudian ditutup karena jalan tersebut berdebu sehingga mengganggu jarak pandang pengguna jalan, dan kesehatan bagi masyarakat setempat maupun pengguna jalan.

Akibatnya, warga terpaksa memutar lebih jauh melewati jalur Jalan Elak–Blang Cruem menuju Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, bagi yang menggunakan roda empat maupun roda dua.

“Tiap saat pada malam dan siang hari, ada saja mobil yang memilih melintasi jalan tersebut,” kata warga.

“Namun, sampai di batas akses penutupan jalan, mereka harus balik lagi, dan kondisi ini sudah berlangsung lama,” ujar salah satu warga, sebut saja dengan kepada media ini, Senin (23/9/2025).

“Dengan jarak tempuh yang terlalu jauh yang terpaksa di lalui oleh masyarakat maupun pengguna jalan, walaupun jauh harus kami lalui”, lanjutnya.

Karena akses jalan tersebut ditutup, sehingga membutuhkan waktu lama untuk melintasi jalan alternatif.

“Kami khawatir jika ada warga yang membutuhkan pertolongan mendadak seperti orang sakit atau kejadian lainnya, membutuhkan waktu yang lama untuk mendapat bantuan,” ucap salah satu Ridwan salah satu warga yang lain.

Warga mendukung upaya pemerintah membangun drainase di Jalan Elak tersebut agar tidak terjadi kerusakan seperti longsor sebelumnya.

Tapi proses pembangunan juga harus diawasi agar realisasinya tidak lamban.

“Kami khawatir kalau proyek ini molor, kami harus terus-terusan melewati jalan jauh. Beban makin besar,” kata salah satu pengguna jalan juga salah satu masyarakat lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya menuntaskan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan keadilan sosial, keselamatan dan hak dasar warga yang selama ini dikorbankan, masyarakat juga berharap agar proyek jalan simpang Elak tersebut untuk segera di percepat dan di perhatikan supaya masyarakat dan pengguna jalan lainnya tidak lagi merasa terbeban oleh jarak tempuh yang terlalu jauh. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti untuk Perangi Peredaran Rokok Ilegal
Stakeholder Intimacy: Kunjungan Kerja Kanwil Bea Cukai Aceh ke Integrated Terminal Lhokseumawe, PT Pertamina Patra Niaga.
Menang di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Kuatkan Putusan RS PMI Aceh Utara Wajib Bayar Uang Rekanan Dua Miliar Lebih
Kemenkeu Mengajar 10 Hadir di Dayah Ulumuddin, Bukti Santri Punya Peluang yang Sama Membangun Negeri
Semangat Lokal dan Nilai Kemenkeu Menyatu dalam Program CAKRA DONYA Bea Cukai Lhokseumawe
Kolaborasi Akademik: UIN dan Bea Cukai Lhokseumawe Tinjau Perdagangan Pakaian Bekas
Perkuat Sinergi dan Koordinasi, Bea Cukai dan Lanal Lhokseumawe Tingkatkan Kolaborasi Pengawasan Laut
Ketum Apkasindo Buka Rakerwil Aceh: “Bangun Kepekaan, Jaga Solidaritas Petani Sawit Aceh”

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:52 WIB

FAME Indonesia dan 24 Universitas Indonesia Bangun Jembatan Akademik dengan Vietnam

Selasa, 22 September 2026 - 11:52 WIB

Polres Sergai Evakuasi Anak Terlantar, Diserahkan ke Dinsos untuk Penanganan

Selasa, 22 September 2026 - 11:24 WIB

Gerak Cepat Polres Sergai, Gubuk Diduga Sarang Sabu Dibakar

Senin, 21 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolres Sergai Hadiri Peninjauan Operasionalisasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1

Minggu, 20 September 2026 - 19:37 WIB

MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) DPC Pasuruan Raya Hadir dalam Baksos Pembangunan Masjid Baitul Falah di Puspo

Minggu, 20 September 2026 - 17:05 WIB

Jembatan Modular di Desa Sihare’o III Nias Capai 64,5 Persen

Minggu, 20 September 2026 - 15:34 WIB

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Bersama Puskesmas Elelim Gelar Yankes Gratis Bagi Masyarakat Distrik Elelim

Minggu, 20 September 2026 - 12:36 WIB

Uroe Lahe Pidie ke-515 Digelar Meriah, Alue Pigoe Justru Dilanda Kebakaran

Berita Terbaru