LANGKAT,Teropong Barat.com | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat Fraksi Golkar, Riki Sapariza, melaksanakan reses guna menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Stabat Baru dan Desa Mangga, Kecamatan Stabat, pada 29–30 September 2025.Dalam kegiatan dialog interaktif ini, sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan perbaikan layanan sosial menjadi fokus utama yang disampaikan konstituen.
Reses yang dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan dari Desa Mangga dan Kelurahan Stabat Baru,Desa Ara Condong ,ini menampung berbagai permasalahan, mulai dari usulan pengaspalan jalan hotmix, perbaikan drainase, hingga permintaan penerangan lampu jalan dan penyempurnaan data penerima bantuan sosial (Bansos).
*Aspirasi Infrastruktur di Kelurahan Stabat Baru dan Desa Mangga*
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Kelurahan Stabat Baru Lingkungan I bapak Iwan sebagai perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan mendesak untuk pengaspalan jalan hotmix dan perbaikan drainase di beberapa titik lingkungan mereka.
Sementara itu, pada reses yang digelar di Desa Mangga, Lutfi dari Dusun IV Sukobeno menyoroti masalah infrastruktur listrik. Ia meminta Riki Sapariza memfasilitasi pemasangan lampu penerangan jalan di setiap tiang listrik yang gelap, serta pergantian tiang listrik miring di perbatasan Dusun IV dan Dusun V Slipit Gang Saudara dekat rumah bapak Idris karena dinilai membahayakan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga meminta pengaspalan jalan poros utama Desa Mangga dengan hotmix.
Lutfi juga mempertanyakan potensi Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan telekomunikasi terkait dampak pemasangan jaringan WiFi, yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial atau program lain untuk masyarakat Desa Mangga.
Aspirasi juga datang dari Ibu Cahyani, warga Lingkungan V Kelurahan Stabat Baru, yang turut hadir dan meminta penanganan banjir dengan pembangunan lining parit di wilayahnya juga bantuan UMKM untuk ibu- ibu agar mengurangi angka pengangguran di Kelurahan Stabat Baru .
Respons Anggota Dewan dan Dinas Terkait
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRD Langkat Fraksi Golkar, Riki Sapariza, menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan usulan masyarakat.
“Semua aspirasi ini akan kita prioritaskan. Kami akan mengupayakan ini menjadi Skala Prioritas di Kelurahan Stabat Baru dan akan kita bawa ke DPRD Langkat melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) saya,” ujar Riki Sapariza.
Terkait pembangunan di Desa Mangga, Riki menambahkan bahwa desa tersebut merupakan desa binaan baginya. “Semuanya itu akan kita prioritaskan pembangunannya di Desa Mangga sebagai desa binaan,” tegasnya.
Perwakilan dinas terkait yang turut hadir juga memberikan penjelasan langsung atas kewenangan masing-masing:
* Dinas Perhubungan (Dishub), diwakili oleh Cecep, menjelaskan bahwa usulan lampu penerangan jalan dapat diajukan secara resmi. “Lampu penerangan jalan bisa diusulkan nanti, pasti dipasang. Untuk mendapatkannya, difoto (lokasi yang membutuhkan), buat permohonan, pasti terealisasi,” jelasnya.
* Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), diwakili oleh Selamat, menyatakan bahwa pembangunan lining parit dan paving block dapat dilakukan melalui Pokir Riki Sapariza, namun menekankan perlunya kejelasan pembebasan lahan agar realisasi dapat dilakukan.
Permasalahan Bantuan Sosial (Bansos)
Ibu Cahyani juga mempertanyakan prosedur penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) yang dinilainya tidak tepat sasaran. “Mengapa yang kaya mendapatkan dan yang miskin tidak?” tanyanya.
Menjawab hal tersebut, Bewok dari Dinas Sosial menjelaskan bahwa masyarakat yang belum menerima PKH dapat mengajukan permohonan ke Dinas Sosial melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Nasional.
“Nanti akan dilakukan survei kembali, apakah layak atau tidak. Lebih baik Bapak/Ibu memohon untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak-anak yang mau berkuliah. Jika kita memang keluarga kurang mampu/miskin, bagaimana memutus mata rantai kemiskinan tersebut? Dengan pola pikir kita dan anak kita memperoleh pendidikan tinggi, mempunyai pekerjaan layak, sehingga tidak menjadi keluarga penerima harapan kembali. KIP itu bisa menjadi masa depan anak-anak keluarga pra-sejahtera menjadi sejahtera,” tutup Bewok.
Hadir dalam acara reses tersebut antara lain Camat Stabat Bambang Eko Winarno S.S.T.P serta perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Perkim, dan Dinas Sosial.
(Redaksi)
















































