Tukang Becak yang Meninggal di Depan Kantor BRI Cabang Bantaeng Ternyata Mengidap Penyakit Ini

Taufik Akbar,SE

- Redaksi

Jumat, 8 Maret 2024 - 09:09 WIB

401,182 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTAENG TEROPONG BARAT.COM, – Hasanuddin bin Samadi berusia 50 tahun yang akrab disapa Hasan, tukang becak yang meninggal di atas becaknya, Rabu (06/03/2024), memiliki riwayat penyakit.

Ternyata, dia pernah membuat gempar warga pesisir Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu beberapa waktu lalu.

Saat itu, Hasan yang juga hobi memancing, bermaksud membeli ikan kecil untuk dijadikan umpan. Belum sempat menawar, tiba-tiba dia terjatuh tak sadarkan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, warga sekitar yang datang berkerumun tidak ada yang bertindak. Mereka membiarkan Hasan terbaring di tanah.

Syamsuddin, pengunjung pelelangan ikan mengatakan, kondisi Hasan sangat memprihatinkan. Mulutnya terkunci dan terdengar mengeluarkan bunyi kertak.

Kedua tangannya mengepal dan tampak kejang-kejang. “Mungkin sangat kesakitan kasian karena dia kencingi celananya”, ujarnya.

Seorang penjual ikan yang menjadi langganan Hasan mengatakan, dirinya dan warga lainnya tidak mau memindahkan Hasan ke tempat yang lebih baik, bukan karena tega.

“Sebenarnya, kami tidak tega melihat Hasan terbaring di tanah dalam kondisi seperti itu. Cuma, kami takut ketularan penyakit yang diidapnya”, ucap beberapa warga.

Sekadar diketahui, warga setempat pada umumnya meyakini akan tertular penyakit seperti yang diderita Hasan apabila menyentuh badannya dalam kondisi pingsan.

Selain tidak mau bersentuhan kulit, warga juga sangat menghindari keringat dan air liurnya. “Jangan ada yang sentuh, nanti ketularan penyakitnya”, seru salah seorang warga.

Beruntung, selang 30 menit kemudian, tim medis dari BSB (Brigade Siaga Bencana) Bantaeng, tiba dengan menggunakan mobil ambulance.

Setelah petugas medis melakukan pemeriksaan denyut nadi, Hasan pun diangkut menuju RSUD Prof Anwar Makkatutu.

Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, kondisinya membaik. Hasan kembali ke rumahnya di Kampung Beru, RW 5, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu.

Ketua RW 5, Maring, Jumat (08/03/2024), mengatakan, berdasarkan catatan medisnya, Hasan mengidap penyankit Ayan atau epilepsi. “Dia mengidap penyakit Ayan”, ungkapnya.

Berarti, ini alasan sehingga warga di Tangnga-tanganga enggan menyentuh tubuh Hasan ketika pingsan?

Maring membenarkan, bahwa ada mitos yang berkembang di masyarakat, penyakit Ayan menular saat penderita dalam keadaan pingsan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hasan, tukang becak yang juga sebagai petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, meninggal di atas becaknya dalam posisi duduk dan bersandar seperti beristirahat.

Hasan baru diketahui telah meninggal sekitar pukul 19.15 Wita. Itu pun, nanti ada petugas dari Polres Bantaeng, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.

Berdasarkan informasi dari tim medis di RSUD Prof Anwar Makkatutu, dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. (Opick)

Berita Terkait

TNI Hadir di Tengah Kesulitan Rakyat, Kodim 1410/Bantaeng Distribusikan Air Bersih Untuk Warga Kampung Cabodo
Buka Peluang Generasi Muda Menjadi Prajurit TNI, Babinsa Bonto Cinde Sosialisasikan Rekrutmen Penerimaan Prajurit TNI AD 2027
Babinsa Desa Layoa Serka Lukman Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD Kepada Generasi Muda
Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Batu Karaeng Turun ke Sawah Bantu Petani Panen Padi
Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius
Kapolres Bantaeng Pimpin Upacara Gelar Pasukan Operasi Patuh Pallawa 2026
Gelar Gebyar Kicau Mania Nusantara-I, Pasmar 2 Rayakan HUT ke-81 Korps Marinir Sekaligus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur
Minimalisir Kejahatan Jalanan, Patroli Tim URC Resmob Bantaeng Sisir Jalan Sunyi dan Pemukiman Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:32 WIB

DPAC RANUYOSO GELAR MUSYAWARAH PENGURUS, USUNG TEMA MAJHENG DHEJEH SOLID, BERAKHLAK, DAN BERINTEGRITAS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Tinjau Pelayanan dan Serahkan Sertipikat PTSL, Senator DPD RI Kunjungi Kantah Bitung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Jangan Keliru! BPHTB dan PPh Bukan Kewenangan ATR/BPN dalam Peralihan Hak Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Ikut PTSL, Warga Bangka Tengah Rasakan Mudahnya Urus Sertipikat Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kantah Jembrana Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Dorong Generasi Muda Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:03 WIB

53.431 Tanah Wakaf Disertipikasi, ATR/BPN Percepat Legalitas Aset Keagamaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanah Warga Tercatat sebagai Aset Negara, Bisa Dikembalikan? UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB