Kadin Aceh Dukung Harapan Guru Besar USK Terkait PON Aceh

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 8 Juli 2024 - 23:45 WIB

40161 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 semakin dekat. Persiapan demi persiapan terus dilakukan untuk menyukseskan perhelatan akbar ini. Salah satu aspek penting yang tak boleh luput dari perhatian adalah penyediaan katering yang berkualitas dan profesional.

Katering bukan sekadar penyedia makanan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung performa para atlet. Menu makanan yang bergizi seimbang dan sesuai kebutuhan kalori atlet menjadi kunci utama. Hal ini penting untuk dijaga agar para atlet dapat tampil maksimal di arena pertandingan. Senin 8 Juli 2024

Kadin Aceh menyatakan pandangannya sejalan dengan Prof. Mukhlis, Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), yang menekankan pentingnya layanan katering yang profesional untuk kesuksesan PON XXI Aceh-Sumut 2024. Menurutnya, kepastian kualitas dan keamanan pangan adalah aspek krusial yang harus dijaga. Bahan makanan yang segar, higienis, dan diolah dengan standar sanitasi yang ketat merupakan keharusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katering profesional harus memiliki dapur dan peralatan masak yang bersih serta terawat, serta menerapkan prosedur penyimpanan dan pengolahan makanan yang tepat. Hal ini untuk memastikan bahwa semua makanan yang disajikan aman dan bebas dari kontaminasi yang dapat mengganggu kesehatan atlet.

Selain itu, katering profesional juga dituntut untuk memiliki ketepatan waktu dan efisiensi penyajian. Makanan harus tersedia tepat waktu sesuai dengan jadwal pertandingan dan kebutuhan atlet. Sistem logistik yang handal dan personel yang terlatih menjadi kunci kelancaran distribusi makanan. Keterlambatan dalam penyediaan makanan dapat berpengaruh buruk pada performa atlet.

Fleksibilitas dan adaptivitas terhadap perubahan juga menjadi poin penting. Katering harus siap sedia menyesuaikan menu dengan permintaan atlet atau kondisi tertentu, serta mampu beradaptasi dengan perubahan jumlah peserta atau jadwal pertandingan. Tim yang tanggap dan responsif sangat dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan gizi atlet terpenuhi tanpa hambatan.

Memanfaatkan teknologi juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan katering. Sistem yang saling terintegrasi, aplikasi pemantauan stok bahan makanan, dan sistem informasi menu makanan menjadi beberapa contoh penerapan teknologi yang bermanfaat. Teknologi ini tidak hanya membantu dalam pengelolaan bahan makanan tetapi juga dalam memastikan keakuratan informasi gizi yang disediakan.

Kadin Aceh juga menyoroti bahwa katering PON XXI Aceh-Sumut dapat menjadi momen untuk mempromosikan kekayaan budaya kuliner lokal. Menu khas Aceh dan Sumatera Utara dapat diintegrasikan ke dalam menu makanan PON, sehingga para atlet dan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia dapat merasakan sensasi kuliner nusantara yang lezat.

Tak hanya itu, katering profesional juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Penerapan praktik ramah lingkungan seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengolah sampah makanan dengan benar, dan menggunakan bahan-bahan yang berkelanjutan harus menjadi komitmen. Ini sejalan dengan upaya global untuk menciptakan acara yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan memenuhi semua poin penting di atas, katering profesional dapat menjadi salah satu faktor kunci dalam menjamin kesuksesan PON XXI Aceh-Sumut. Katering yang berkualitas tidak hanya memastikan para atlet mendapatkan asupan gizi yang optimal, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi para peserta dan pengunjung PON. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kadin Aceh, sangat penting untuk memastikan bahwa semua aspek persiapan berjalan lancar dan sesuai harapan.

Berita Terkait

SMP Swasta IT Samudera Pasai Mulia Ucapkan Terimakasih Kepada Presiden atas Program Makan Gratis dan Siap Menampung 1000 Santri
Aktivis Kritik Pengelolaan Anggaran Pemkot Banda Aceh, Soroti Pemborosan hingga Desak Penyelidikan
Banding Jaksa Ditolak, Warga Kampong Menang atas Sengketa Lahan dengan PT Laot Bangko
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Inilah 75 Khatib Jumat Banda Aceh
Isu “Pengungsi Rekayasa” di Bireuen, Kapolda Aceh Turun Tangan
Oknum Mencatut Nama Ketua PWI Aceh untuk Modus Permintaan Uang, Masyarakat Diminta Waspada
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:20 WIB

Laporan Dana Hibah Dewan Bangkalan Jalan di Tempat Aktivis: APH Jangan Jadikan Kasus Sebagai Ladang Bisnis!

Kamis, 30 April 2026 - 19:59 WIB

Sinergi TNI dan Rakyat Percepat Pembangunan Kembali Jembatan Aramco di Desa Bair

Kamis, 30 April 2026 - 19:50 WIB

Peduli Sosial Satgas Yonif 521/DY Hadir Dalam Pembersihan Lingkungan di Kampung Muaranawa

Kamis, 30 April 2026 - 18:15 WIB

Apel Besar Sabuk Kamtibmas 2026 Polresta Banyuwangi Satukan Elemen Masyarakat Jaga Keamanan

Kamis, 30 April 2026 - 12:08 WIB

Polresta Denpasar Serahkan 26 WNA ke Imigrasi, Tindak Lanjut Dugaan Penyekapan di Kedonganan

Kamis, 30 April 2026 - 12:03 WIB

Memperkuat Sinergitas: Lembaga dan Media Kunjungi Koramil Singojuruh

Kamis, 30 April 2026 - 07:41 WIB

Sedarah Hadiri Undangan Kesbangpol sebagai Mitra pemerintah kota tangerang

Rabu, 29 April 2026 - 22:21 WIB

Tengah Tekanan dan Intrik, Wartawan Dituntut Tetap Tegak: Integritas Tak Boleh Tunduk

Berita Terbaru