Pelatihan Imam DSI Aceh Sekota Subulussalam Diduga Ternodai, Tidak Transparan

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Selasa, 18 Juli 2023 - 21:55 WIB

40639 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co. 14/07/23. Pelatihan Imam Se-kota Subulussalam yang digelar 4 gelombang dilaksanakan di Hermes One diduga Serat KKN tidak transparan, lagi- lagi disinyalir beraroma Politis.( Jum’at 14 Juli 2023).

Pelatihan Imam dari Dinas Syariat Islam Propinsi Aceh yang bertujuan memberi pelatihan bagi segenap peserta pelatihan terlihat tidak tepat sasaran dan terkesan menghambur hamburkan uang Pemerintah Aceh tanpa mampu Fokus meningkatkan pengetahuan bagi peserta Pelatihan seperti IMAM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlihat sebagai moderator acara pelatihan Imam tersebut Adnan, S.Ag. Nurhayati Sihotang.S.Sos, Maryusi S.sos.M.Musjoko Isnaeni Lembong, M.Pd. Dika Ananda Siregar, SH dan Amiluddin, S.Pdi.

Pelatihan Imam yang dilaksanakan Dinas Syariat Islam Propinsi Aceh diikuti 180 peserta yang dibagi dalam 4 angkatan. Masing masing peserta perangkatannya berjumlah 45 orang. Serta masing masing perangkatan diadakan pelatihan selama dua Hari.

Disaat berjalannya pelatihan IMAM setelah dilakukan CEK oleh tim Investigasi Teropongbarat.co.

1. Beberapa para peserta pelatihan imam bukan dari kalangan Imam Mesjid, atau BKM atau Bilal dari Kota Subulussalam
2. Pelatihan Imam di duga Melanggar Juklak dan Juknis standard pelatihan. Dibuktikan disaat pelatihan gelombang I.ll &lll tidak adanya rekom, atau surat mandat dari masing masing Kampung, atau mandat BKM bagi Peserta Pelatihan Imam. Peserta diduga kebanyakan Cabutan alias bukan peserta dari BKM/Desa yang seharusnya mengikuti pelatihan tersebut.
3. Saat dikompirmasi yang mengaku panitia pelatihan di Hermes One tidak dapat menjelaskan secara lengkap berapa anggaran pelatihan dan sumber anggaran yang jelas hanya mengatakan “ini Aspirasi dari salah satu DPRA.” Padahal Substansi kegiatanlah yang ditanyakan Jurnalis.
4. Saat pembukaan pelatihan diduga berbau politik, tanpa menghadirkan DPRA dari Komisi VI yang membidangi kegiatan Dinas Syariat Islam Propinsi Aceh.

Dikompirmasi Muslyadi PPTK pelaksana kegiatan Pelatihan Imam DSI Aceh tersebut malah mengaku berada di Banda Aceh dan tidak dapat memberikan penjelasan terperinci atas kegiatan pelatihan IMAM serta berapa jumlah anggaran pelatihan Imam, yang diduga Bermasalah tersebut.

Ketua LSM Suara Putra Aceh Kota Subulussalam Anton Tin juga menanggapi” Sudah Saatnya Inspektorat Aceh menegur Dinas Syariat Islah Aceh yang menjalankan Kegiatan Pelatihan melanggar Petunjuk Pelaksanaan atau petunjuk teknis pelatihan Imam tersebut. Ini jelas terkesan pelatihan asal asalan. Tak satupun Panitia bertanggungjawab untuk menjelaskan secara jernih Konkrit, transparan terhadap Substansi RUH pelatihan Imam untuk meningkatkan Kapasitas Para peserta Imam Sekota Subulussalam. Kemudian tidak hadirnya dari DPRA komisi VI disaat pembukaan ini, sangat lucu. Padahal Putra daerah Subulussalam dari DPRA Komisi VI Bapak Asmaudin ada dikota Subulussalam malah tak diundang panitia padahal itu bagian Tupoksi DPRA Komisi VI harusnya. Ada apa dengan Pelatihan IMAM ini? Ungkap Pimpinan LSM Suara Putra Aceh Kota subulussalam memberi tanggapan kekecewaannya melihat pelatihan itu.

LSM suara Putra Aceh Kota Subulussalam juga meminta agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara Fair, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan Dunia Ahirat. Agar tidak menjadi catatan buruk bagi pengelola kegiatan pelatihan Imam yang merupakan contoh teladan ditengah masyarakat. Harusnya kegiatan ini jadi Panutan. Harap pimpinan LSM Suara Putra Aceh. ///@**inv-Tg

Berita Terkait

Mantan Kades Anwar Resmi Serahkan Mobil BUMDes, Tegaskan Komitmen Pengabdian untuk Kemajuan Kampong Pasir Belo
POSBAKUMADIN Soroti Dugaan Cacat Hukum 75 AJB di Lahan Transmigrasi Longkib, Desak Pembatalan dan Penegakan Hukum
Polres Subulussalam akan Tetapkan Tersangka Penganiayaan, Telusuri Jejak Mafia Tanah Longkib
Dari Penganiayaan ke Dugaan Mafia Tanah, Polres Subulussalam Menelusuri Jejak Kasus Lae Saga
Wamen Ossy Ajak Pemkab Menguatkan GTRA untuk Selesaikan Masalah Pertanahan di Tanah Laut
RDP DPRK Subulussalam: Dari Polemik Ayam Broiler hingga Dugaan Kriminalisasi Kepala Kampong
PPAT Surya Darma “Bungkam” Soal 75 AJB Lae Saga, Live Streaming Gagal Digelar
Kasus 75 AJB Lae Saga Berstatus “Mati Suri”, Tak Ada Jawaban Jelas

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:18 WIB

Bangun Konektivitas Wilayah, Kodim 1410/Bantaeng Gelar Karya Bakti di Dua Titik Pembangunan Jembatan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:09 WIB

Pererat Kebersamaan TNI dan Rakyat, Kodim 1410/Bantaeng Gandeng Masyarakat Nobar Piala Dunia di Tribun Seruni

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:44 WIB

Babinsa Dengan Penuh Semangat Membantu Petani Kebun Sawit Mengangkat Pupuk di Desa Binaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:42 WIB

Babinsa Cek Perkembangan Tanaman Padi di Desa Binaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:39 WIB

BABINSA BERSAMA WARGA MELAKSANAKAN KOMSOS DIDESA DIWILAYAH TRIPA MAKMUR

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:37 WIB

Percepat Pembangunan KDKMP Babinsa Koramil 02/Seunagan Bantu Pengerjaan Di Lapangan Di Desa Binaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:36 WIB

Terjalin Hubungan Baik, Babinsa Koramil 04/Beutong Melaksanakan Komunikasi sosial Terhadap Warganya  

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:34 WIB

TNI Kebut Pembangunan Demi Akses Percepatan Pembangunan

Berita Terbaru

SERDANG BEDAGAI

Pick Up Terguling di Tol Sergai Akibat Ban Pecah, Tiga Orang Luka Ringan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:24 WIB