Efisiensi Pemerintah: Menutup Satu Celah Korupsi, Membuka Ratusan Lainnya?

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025 - 04:00 WIB

40530 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongbarat.co – Indonesia kembali diguncang skandal korupsi besar. Kali ini, dugaan korupsi di tubuh Pertamina mencuat dengan potensi kerugian negara yang fantastis, mencapai Rp 1 kuadriliun. Modus pengoplosan BBM yang diduga berlangsung selama lima tahun terakhir mengundang tanda tanya besar: Di mana pengawasan Satgas Migas? Apakah mereka lalai, atau ada tangan-tangan tak terlihat yang justru memuluskan skandal ini?

Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?
Pakar anti-korupsi, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., menyoroti lemahnya aparat penegak hukum (APH), seperti KPK dan Kejaksaan Agung. Ia menilai penegakan hukum masih pilih kasih dan cenderung melindungi aktor utama korupsi.

“Koruptor semakin lihai menguasai sistem hukum. Mereka bukan hanya mencuri uang negara, tetapi juga memanfaatkan mekanisme hukum untuk melindungi diri dan jaringan mereka,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, ia menuding kebijakan efisiensi pemerintah justru membuka lebih banyak celah korupsi. “Efisiensi RI seperti menutup satu lubang, tetapi malah membuka ratusan pintu tikus koruptor baru,” ujarnya.

Koruptor Dilindungi Kesepakatan Politik?
Rakyat semakin kecewa dengan dugaan perlindungan terhadap koruptor melalui “deal” politik tersembunyi. Negosiasi abu-abu dan praktik saling mengamankan di antara pejabat membuat banyak kasus besar seperti ini hanya berujung pada hukuman ringan atau bahkan hilang tanpa jejak.

Namun, masyarakat belum kehilangan harapan. Presiden Prabowo kini dihadapkan pada tantangan besar: apakah ia berani membersihkan pemerintahan dari pejabat-pejabat bermental maling?

Publik menuntut audit besar-besaran terhadap rekening gendut dan kekayaan tak wajar para pejabat yang diduga terlibat korupsi selama 15 tahun terakhir. Ini adalah momen emas untuk membuktikan bahwa hukum di Indonesia tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga ke atas.

“Dunia sedang menyaksikan. Apakah kita akan menjadi bangsa yang bisa memiskinkan koruptor, atau malah semakin memakmurkan mereka?” pungkas Prof. Nasomal.
(Anton Tinendung – teropongbarat.co)

Berita Terkait

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
Aktivis Nasional : Putusan Pengadilan Jadi Bukti Budi Arie Bersih dan Tidak Terbukti Terlibat Judol
Pengamat: Stop Framing Budi Arie, Jangan Bangun Tuduhan Tanpa Dasar Putusan Pengadilan
BPBD Gayo Lues Terus Kawal Pembayaran Sewa Alat Berat ke BNPB
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi
Halaqah di MPR RI,PW IKAPETE Sumut Suarakan Dukungan Gus Kikin Caketum PBNU
AMP2K Madina Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Penindakan Tegas PETI di Lingga Bayu dan Batang Natal
Plt Bupati Langkat Kawal Langsung Percepatan Bantuan Korban Banjir ke Menteri Dalam Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 05:34 WIB

Kapolres Bantaeng Beri Materi Saat Hadiri Penandatanganan (MOU) Kerjasama Badan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BOVP) dengan Disnakerin

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Pengedar Sabu di Liberia Sergai Diringkus, 15 Paket Disita

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:35 WIB