*SPBU Dikuasai Pelangsir, Warga Sungai Penuh-Kerinci Menjerit: HMI Nilai Pemerintah dan APH Tutup Mata*

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 19:31 WIB

4085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Jambi, kini tengah menghadapi krisis akses terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Krisis ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan diduga kuat akibat maraknya praktik penyelewengan oleh para pelangsir yang menguasai hampir seluruh SPBU di wilayah tersebut. Ironisnya, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) justru dinilai abai, bahkan terkesan membiarkan praktik ilegal ini berlangsung tanpa tindakan tegas.

Dugaan keterlibatan SPBU dalam praktik pelangsingan BBM diungkap langsung oleh Gufron, salah satu pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah. Dalam pernyataan kritisnya pada Jumat (11/7/2025), Gufron menduga sejumlah SPBU di Sungai Penuh dan Kerinci sengaja memprioritaskan pelangsir ketimbang masyarakat umum dan sopir angkutan.

Dan mirisnya di sepanjang jalan SPBU Pelayang Raya dan SPBU Kumun Debai selalu kita melihat Truck-Truck Ber antrian berhari-hari hanya untuk mendapatkan BBM jenis Bio Solar, kalau ini terus di biarkan imbasnya ke supir-supir karena menunggu antrean sampai berhari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Padahal masyarakat sudah antre sejak subuh, tapi ketika giliran, BBM sudah habis. Anehnya, pelangsir selalu dilayani lebih dulu, bahkan bisa bolak-balik mengisi,” kata Gufron geram.

Menurutnya, para pelangsir telah beroperasi lama dengan berbagai modus: menggunakan mobil pribadi, sepeda motor modifikasi, bahkan jerigen yang dibawa terang-terangan.

Informasi yang dihimpun dari berbagai narasumber menyebutkan bahwa sejumlah SPBU seperti SPBU Sungai Liuk, Kumun, Pelayang Raya, dan Siulak terindikasi kuat berperan dalam praktik ini. Aktivitas mencurigakan bahkan kerap terjadi di malam hari, ketika pengisian BBM menggunakan jerigen dilakukan diam-diam, memanfaatkan lemahnya pengawasan.

“Kalau mau tangkap pelangsir, sangat mudah. Ciri-cirinya jelas: datang setiap hari, bawa jerigen, dan mobilnya itu-itu saja. Tapi anehnya, tidak pernah tersentuh hukum,” tegas Gufron.

Tak hanya menyebabkan antrean panjang dan kemacetan parah di sekitar SPBU, aktivitas pelangsir juga berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar. Banyak warga yang harus menunda aktivitas usaha atau bahkan tidak bisa bekerja karena sulit mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kami tidak menolak subsidi, tapi ini bukan subsidi untuk rakyat, melainkan untuk pelangsir. Pemerintah dan aparat harus turun tangan sebelum masyarakat kehilangan kepercayaan,” ujar Gufron.

HMI Kerinci-Sungai Penuh mendesak agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh SPBU yang terindikasi menyelewengkan BBM subsidi. Mereka juga menuntut keterlibatan Pertamina dalam mengawasi distribusi di lapangan.

“Selama ini pelangsir seperti dilindungi. Tidak ada penertiban, tidak ada tindakan. Apakah pemerintah daerah dan aparat hukum sengaja menutup mata?”sindir Gufron.

Masalah pelangsir BBM subsidi bukan hal baru di Kerinci-Sungai Penuh, namun jika terus dibiarkan, ini bukan sekadar pelanggaran administratif melainkan skandal yang mengakar dan merugikan negara serta rakyat.

HMI menyatakan akan terus memantau dan memantau pemerintah serta APH agar bertindak membela hak Masyarakat yang di rampas atas BBM Subsidi. (glg)

Berita Terkait

Menguji Integritas Ade Kurniawan, Di Balik Skandal Klarifikasi Palsu UPTD VI BMBK Lampung
Dukung Sensus Ekonomi, LAMR Kepulauan Meranti Sambut Hangat Kunjungan Kepala BPS
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai
APBK Aceh Singkil 2026 Akhirnya Disahkan
Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!
Babinsa Hadir di Tengah Petani, Panen Padi di Dusun Pundingin I Makin Semangat
Terima Rekomendasi LKPJ 2025,Pemkab Langkat Fokus Perbaiki Layanan dan Tuntaskan Masalah Lahan
Pulihkan Pelayanan Pascabanjir,PT MTT Serahkan Bantuan Mobiler untuk Kelurahan Kampung Lama

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 01:59 WIB

“Mediasi gagal, sengketa kantor PDIP REMBANG NAIK RING”

Kamis, 23 April 2026 - 20:24 WIB

DISHUB PANTAI BOOM BANYUWANGI AKUI TIDAK TAHU KEGIATAN PEMOTONGAN BESI TUA DI DEPAN KANTOR  

Kamis, 23 April 2026 - 18:48 WIB

Sesosok Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah Di Jalan

Kamis, 23 April 2026 - 17:31 WIB

Hadiri Musrenbang RKPD Sumut 2027, Bupati Pakpak Bharat: Pastikan Program Daerah Selaras

Kamis, 23 April 2026 - 16:56 WIB

Polres Bantaeng Tegaskan Komitmen “Siap Melayani”, Akses Cepat Layanan Polisi Cukup Hubungi 110

Kamis, 23 April 2026 - 15:35 WIB

Bupati Pakpak Bharat Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Nasional di Kementerian PUPR

Kamis, 23 April 2026 - 10:06 WIB

Bersama Generasi Muda, Satgas Yonif 521/DY Gelar Karya Bakti Bersihkan Lapangan Sepak Bola di Kobakm

Rabu, 22 April 2026 - 22:05 WIB

Kembali ke MADAS ( Madura Asli Daerah Anak Serumpun ) DPC SAMPANG, Umar Faruk Bawa Misi Kemanusiaan dan Pesan Perdamaian di Kab. Sampang

Berita Terbaru

NASIONAL

“Mediasi gagal, sengketa kantor PDIP REMBANG NAIK RING”

Jumat, 24 Apr 2026 - 01:59 WIB