Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 13:01 WIB

40128 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Leha (Pemerhati Sosial)

Pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur (Kaltim) bertujuan sebagai pemerataan pembangunan nasional selama ini terkonsentrasi di Jawa. Selain itu menciptakan pusat ekonomi baru, mengurangi ketimpangan wilayah, mengurangi kepadatan dan masalah lingkungan di Jakarta. Selanjutnya menjadi simbol Indonesia yang maju dan Indonesia sentris telah memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat sekitar. Di antara dampak negatif yang terjadi yaitu prostitusi dan peredaran narkoba.

Kepolisian Resor (Polres) PPU Kaltim bertekad memerangi atau memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di sekitar wilayah IKN dengan membentuk Kampung Tangguh Narkoba di Kecamatan Sepaku yang masuk kawasan IKN. Program Kampung Tangguh Narkoba menjadi benteng awal agar narkotika tidak meracuni masyarakat, sehingga edukasi digencarkan, selain di sekolah, juga di kalangan pekerja IKN dan warga desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tersebut dilakukan dengan latar belakang pengungkapan 46 perkara penyalahgunaan dan peredaran narkoba sepanjang 2025, sejumlah kasus diungkap di Kecamatan Sepaku. Pelaku juga berbeda-beda, ada pekerja, ibu rumah tangga bahkan remaja. Alasan pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang tertangkap bervariasi mulai dari tekanan hidup, kebutuhan ekonomi hingga sekadar coba-coba. (Sumber Antara Kalbar 19/08/2025)

Proyek IKN yang banyak kontroversi disertai maraknya prostitusi ditambah lagi peredaran narkoba semakin mengancam kehidupan masyarakat. Apakah program kampung tangguh narkoba mampu menyelesaikan masalah?

Sebenarnya akar masalah dari kerusakan sosial dan ekonomi saat ini akibat dari penerapan sistem sekuler kapitalisme yang menghasilkan sikap liberal atau serba bebas. Ditambah masifnya gaya hidup barat yang hedonistik dan konsumtif. Agama tidak dipakai sebagai landasan kehidupan justru fobia dengan syariatnya yang jelas-jelas akan menyembuhkan mereka dari permasalahan hidup.

Selain itu penegakan hukum yang lemah tidak memberikan efek jera pada pelaku, pengedar dan bandar narkoba. Banyaknya lapas yang kelebihan kapasitas dan penjara kerap menjadi tempat transaksi narkoba. Para bandar narkoba leluasa melakukan transaksi dengan menyuap aparat penegak hukum. Perilaku rakyat dan aparat yang individualis menyebabkan bisnis haram ini semakin tumbuh.

Berbeda dalam kehidupan Islam memiliki mekanisme pencegahan dan penindakan yang menyeluruh terhadap tindak pidana kejahatan, termasuk narkoba. Mekanisme pencegahannya sebagai berikut.

Pertama, membentuk ketakwaan individu dengan sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam yang menciptakan kesadaran untuk taat kepada Allah Taala. Kedua, kontrol masyarakat yang selalu beramar makruf nahi mungkar. Ketika ada indikasi perbuatan individu yang melanggar hukum Islam, masyarakat bisa langsung mengadukan dan melaporkannya ke pihak berwenang setelah sebelumnya menasihati atau mengingatkan individu tersebut.

Selain itu, standar nilai yang berlaku adalah halal-haram, bukan menurut pandangan manusia. Alhasil, masyarakat memiliki kesamaan pandangan dalam menilai perbuatan seseorang.

Ketiga, negara memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang dananya dari baitul mal. Salah satu sumbernya dari pengelolaan sumber daya alam.

Jika negara bisa memberikan jaminan kesejahteraan hidup, besar kemungkinan angka kejahatan akan berkurang. Begitu juga dengan lapangan kerja yang tersedia, negara tidak akan membiarkan rakyat berbisnis dengan barang-barang yang diharamkan.

Mekanisme penindakan dengan sanksi yang bersifat zawajir (efek jera) dan jawabir (penebus dosa). Negara akan menerapkan sanksi berupa hukum Islam yang memberikan efek jera bagi pelaku dan pelajaran berharga bagi siapa saja yang memiliki niat atau keinginan berbuat kriminal.

Sistem Islam mengatur sanksi dalam penyalahgunaan narkoba adalah takzir, yaitu sanksi yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh Qadhi (hakim). Sanksi takzir bisa berbeda-beda sesuai tingkat kesalahannya.

Pengguna narkoba yang baru berbeda hukumannya dengan pengguna narkoba yang lama. Takzir bagi pengguna narkoba akan berbeda dengan pengedar atau bahkan pemilik pabrik. Takzir dapat sampai pada tingkatan hukuman mati (Shiddiq al-Jawi Hukum Seputar Narkoba dalam Fikih Islam).

Dengan demikian pemberantasan narkoba akan berjalan efektif dan tuntas jika sistem Islam kafah diberlakukan dalam seluruh aspek kehidupan. Islam diterapkan tidak hanya menciptakan kampung yang tangguh tetapi juga negara. Wallahu’alam bishawab.

Berita Terkait

Soroti Keselamatan di Jalinsum, GEMBIRA Desak Pemerintah Kabupaten Langkat Evaluasi Pohon Lapuk
Islam Kaffah Menjamin Gizi Muslimah Terwujud
Jaminan Kesehatan dan Gizi Generasi Butuh Sistem Islam
Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi
Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang
Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:18 WIB

Bangun Konektivitas Wilayah, Kodim 1410/Bantaeng Gelar Karya Bakti di Dua Titik Pembangunan Jembatan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:09 WIB

Pererat Kebersamaan TNI dan Rakyat, Kodim 1410/Bantaeng Gandeng Masyarakat Nobar Piala Dunia di Tribun Seruni

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:46 WIB

Babinsa Wujudkan Ketahanan Pangan dengan Bantu Petani Panen Cabai di Desa Binaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:44 WIB

Babinsa Dengan Penuh Semangat Membantu Petani Kebun Sawit Mengangkat Pupuk di Desa Binaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:39 WIB

BABINSA BERSAMA WARGA MELAKSANAKAN KOMSOS DIDESA DIWILAYAH TRIPA MAKMUR

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:37 WIB

Percepat Pembangunan KDKMP Babinsa Koramil 02/Seunagan Bantu Pengerjaan Di Lapangan Di Desa Binaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:36 WIB

Terjalin Hubungan Baik, Babinsa Koramil 04/Beutong Melaksanakan Komunikasi sosial Terhadap Warganya  

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:34 WIB

TNI Kebut Pembangunan Demi Akses Percepatan Pembangunan

Berita Terbaru

SERDANG BEDAGAI

Pick Up Terguling di Tol Sergai Akibat Ban Pecah, Tiga Orang Luka Ringan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:24 WIB