Dorong UMKM dan Komoditas Unggulan, Bea Cukai Aceh Siapkan Layanan Ekspor Lewat Jalur Laut Langsung ke Penang

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 21:23 WIB

40137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (25/09/2025) – Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh menyambut positif rencana pembukaan jalur pelayaran langsung Lhokseumawe–Penang yang digagas Pemerintah Daerah Aceh. Jalur ini dinilai dapat menjadi gerbang ekspor langsung Aceh ke pasar internasional sekaligus momentum yang baik bagi kebangkitan perekonomian daerah. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Asral Efendi, pada 25 September 2026.

“Asral menyebut, jalur ini jika dapat dimanfaatkan dengan baik, akan sangat menguntungkan bagi berbagai komoditas unggulan Aceh, terutama hasil perkebunan seperti kopi, kakao, pinang, rempah-rempah, dan kelapa sawit beserta turunannya. Selain itu, sektor perikanan dan produk UMKM olahan yang membutuhkan kecepatan pengiriman juga berpotensi besar terdongkrak,” ujarnya.

Selama ini ekspor Aceh sebagian besar dilakukan pada pelabuhan di Sumatera Utara. Hal tersebut menimbulkan tantangan terkait biaya logistik akibat transportasi darat dan potensi double handling, serta waktu tempuh lebih lama yang berdampak pada daya saing produk. Dengan adanya jalur langsung, diharap?an selain terjadi efisiensi biaya dan waktu, juga meningkatkan volume dan nilai devisa ekspor, meski angka pasti penurunan biaya logistik masih perlu kajian bersama para pelaku usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peran Bea Cukai: Fasilitator dan Pengawas

Bea Cukai Aceh menegaskan komitmennya sebagai fasilitator dan pengawas dalam mendukung kelancaran ekspor lewat jalur baru ini. Dari sisi regulasi, prosedur kepabeanan akan dipastikan sederhana, cepat, dan transparan. Sementara itu, fasilitas asistensi dan bimbingan akan diberikan kepada calon eksportir, termasuk pelaku UMKM, agar dapat memanfaatkan peluang ekspor secara maksimal.

“Infrastruktur dasar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, memang telah tersedia. Bea Cukai bersama Pelindo dan instansi terkait lainnya tentunya akan terus berkoordinasi memastikan fasilitas pendukung seperti area pemeriksaan, sistem IT, serta perangkat pengawasan berupa CCTV dan X-ray memenuhi standar. Pelabuhan ini juga telah mengimplementasikan National Logistic Ecosystem (NLE) melalui Single Submission (SSM) Ekspor sejak Oktober 2023,” jelas Asral. Sinergi antara pemerintah daerah, pusat, pelaku usaha, serta kolaborasi antarinstansi merupakan kunci keberhasilan jalur pelayaran ini.

Momentum Kebangkitan Ekspor Aceh

Asral optimistis pembukaan jalur Lhokseumawe–Penang dapat menjadi momentum kebangkitan ekspor Aceh. Dengan akses langsung, produk UMKM dan komoditas unggulan daerah dapat tercatat sebagai ekspor asal Aceh, yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah serta membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.

“Strategi yang diterapkan tentunya manajemen risiko berbasis teknologi informasi. Proses pelayanan tentu akan cepat melalui sistem otomasi, sementara pengawasan diperkuat dengan analisis data intelijen dan penggunaan alat pemindai modern. Tujuannya agar pelayanan cepat, transparan, dan tidak mengganggu kelancaran arus barang,” tambahnya.

Bea Cukai Aceh memastikan kesiapan infrastruktur kepabeanan terus ditingkatkan agar sesuai standar internasional dan tidak menimbulkan beban tambahan bagi pelaku usaha. Berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, targetnya adalah pelayaran ini dapat mulai beroperasi secara resmi pada Bulan Oktober 2025. Namun untuk jadwal pastinya penetapan jadwal ada di Pemda dan koordinasi dengan istansi terkait lainnya.

“Kami siap memberikan asistensi gratis melalui Klinik Ekspor, sehingga para pelaku usaha tidak terbebani biaya tambahan maupun waktu tunggu yang lama. Harapannya, jalur langsung ini dapat menjadi pintu baru kebangkitan ekonomi Aceh,” pungkas Asral. (Red)

Berita Terkait

Mantan Peraih Kompolnas Award 2022, IPTU Muhammad Abidinsyah Dipercaya Jabat Kasatreskrim Polres Langsa
5. Tak Tinggal Diam! ASDP Pastikan Penanganan Maksimal Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2
Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal
Korban Letupan Hidrolik di Ruang Mesin Kmp Aceh Hebat 2 Telah Tertangani, Pelayaran Ulee Lheue-Balohan Tetap Berjalan Normal
Apresiasi Ketegasan Mualem, Sobirin: Gas Aceh Harus Jadi Motor Kesejahteraan Rakyat
Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan
Kadin Aceh: South Andaman Momentum Emas Membangun Industri dan Lapangan Kerja
Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:22 WIB

Evaluasi Mutu Pendidikan di Teluk Aru: Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Ajak Kepala Sekolah Tingkatkan Layanan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:46 WIB

Pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Utara Ricky Anthony,Sepakati Pengawalan Program Keagamaan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:13 WIB

Rumah Warga Salapian Ludes Terbakar, Pimpinan DPRD Provinsi Sumut, Ricky Anthony Salurkan Bantuan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:40 WIB

Syah Afandin Resmikan Masjid Raudhatut Tauhid: Jadikan Masjid Pusat Pembinaan Generasi Muda

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:48 WIB

Promosikan Potensi Desa ke Kancah Nasional Bupati Langkat Rangkul Rumah Inspiratif Kelana

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:25 WIB

Pansus DPRD Langkat Temukan Perkebunan Sawit PT BI Beroperasi Tanpa HGU

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:30 WIB

Dugaan Pungli Ijazah SD, LBH PAPI Minta Investigasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:03 WIB

HMI Langkat Minta Seluruh SPPG Diaudit Pasca- Kasus Korupsi di BGN

Berita Terbaru