BANTAENG, Teropong Barat.com, – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin membuka sekaligus menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantaeng Masa Khidmat 2026–2030 yang digelar di Aula Lantai 3 Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng, Rabu 13 Mei 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemaslahatan Ummat Menuju Bantaeng Religius.”
Pelantikan dan pengukuhan pengurus dilakukan oleh Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. KH. Syamsul Bahri Abd Hamid.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


Adapun pengurus yang dilantik yakni Ketua MUI Bantaeng Dr. KM. Hamzah Israil, Wakil Ketua KH. Ambo, Sekretaris Umum Dr. Hasanuddin Arasy, serta Bendahara Umum Ramoddin Hadi beserta jajaran pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan bahwa MUI memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan pertimbangan dan masukan terhadap kebijakan strategis, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng juga meluruskan informasi terkait pembiayaan transportasi dan akomodasi jamaah haji yang sempat menjadi perhatian publik.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi dan kendala administrasi penganggaran, bukan karena kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap jamaah haji.
Turut hadir pada acara tersebut Kasat Binmas Polres Bantaeng AKP Agus Salim mewakili Kapolres Bantaeng, Danramil 1410-03/Tompobulu Kapten Inf Syamsuddin mewakili Dandim 1410/Btg, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Provinsi Sulawesi Selatan Dr. KH. Syamsul Bahri Abd. Hamid, Kakan Kemenag Kab. Bantaeng H. Misbah, Ketua MUI Kab. Bantaeng KM. Hamzah Israil, Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr selaku Mantan Bupati Bantaeng dua periode, para Ketua Majelis Ulama se-Kabupaten Bantaeng, para OPD lingkup Kabupaten Bantaeng, para pengurus dan panitia MUI Kabupaten Bantaeng, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Bantaeng. (Rehan)

















































