
LANGKAT, Teropong Barat.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar *workshop* Keamanan dan Keselamatan bagi para pelaku serta pemandu wisata. Kegiatan ini dilaksanakan di Sumatera Explore Rafting Camp, Jalan Pangkalan Namu Sira-sira, Kecamatan Sei Bingai, Kamis (18/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir mewakili Bupati Langkat, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Hermansyah, M.I.P. Dalam arahannya, Hermansyah menjelaskan bahwa Kabupaten Langkat saat ini memiliki 240 desa, di mana 30 di antaranya telah ditetapkan sebagai Desa Wisata.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh elemen—mulai dari pelaku wisata, pelaku UMKM, hingga pengunjung—dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengangkat potensi ekonomi lokal melalui pengelolaan wisata yang matang.
“Perlu adanya kolaborasi yang kuat, mulai dari tahap perencanaan, evaluasi, hingga mitigasi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Saat ini kunjungan wisata sudah mulai meningkat pesat,” ujar Hermansyah.
Ia juga mengajak masyarakat Sumatra Utara, khususnya warga Langkat, untuk bangga dan memprioritaskan berwisata di daerah sendiri. Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga pembangunan daerah dapat semakin dipacu.
* Fokus Standardisasi Keamanan Wisata Air*
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat, Nur Elly Heriani Rambe, M.M., menegaskan pentingnya kepemilikan standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang ketat oleh para pengelola objek wisata. Hal ini krusial untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, terutama pada destinasi wisata air berisiko tinggi.
“Operator wisata, khususnya penyedia jasa arung jeram, wajib menerapkan standar keamanan yang ketat dan terus memantau faktor cuaca. Jika kondisi cuaca di hulu tidak mendukung, pengelola harus tegas menutup atau menghentikan sementara aktivitas wisata tersebut,” tegas Kadisbudpar.
Lebih lanjut, Nur Elly memaparkan bahwa wisata sungai memerlukan pemandu yang memiliki kualifikasi keahlian khusus serta sistem komunikasi yang solid. Komunikasi yang aktif harus terjalin tanpa putus mulai dari titik hulu, pos-pos pemberhentian (*titik henti*), hingga ke hilir sungai.
“Arus deras sungai terkadang sulit diprediksi. Bisa jadi saat dimulai kondisi air normal, namun di tengah perjalanan tiba-tiba terjadi banjir bandang akibat hujan di hulu. Wisatawan juga wajib dibekali informasi mitigasi mengenai apa yang harus dilakukan jika terjadi perubahan arus secara mendadak,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa keselamatan nyawa wisatawan adalah prioritas utama di atas segalanya. “Keamanan dan keselamatan adalah yang paling utama.
Semoga momentum ini menjadi pembelajaran berharga untuk menciptakan pengelolaan wisata air yang jauh lebih baik di Kabupaten Langkat,” pungkasnya.
*Apresiasi dan Aspirasi Pemandu Wisata*
Di sela-sela kegiatan, Putra, salah seorang peserta yang mewakili komunitas pemandu wisata setempat, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan ini. Berdasarkan dialog interaktif bersama Kadisbudpar, para pemandu juga mendapat informasi mengenai rencana pengiriman utusan ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan tingkat nasional guna mendapatkan sertifikat lisensi resmi dari Kementerian Pariwisata.
Namun, di samping apresiasi tersebut, Putra juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur penunjang di kawasan wisata Kecamatan Sei Bingai. Ia berharap Pemkab Langkat dapat memprioritaskan perbaikan akses jalan yang saat ini kondisinya kurang terawat.
“Harapan kami, mohon kiranya Bapak Bupati Langkat H.Syah Afandin SH dapat memprioritaskan perbaikan jalan menuju tempat wisata di Kecamatan Sei Bingai ini, agar pengunjung baik lokal maupun mancanegara merasa nyaman saat berkunjung,” ungkap Putra.
* Edukasi Asuransi dan Mitigasi Bencana*
Selain fokus pada keselamatan fisik, kegiatan strategis ini juga diisi dengan pemaparan materi terkait peningkatan pendapatan daerah dan program asuransi perlindungan bagi pengunjung.
Workshop ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan pemandu wisata dari berbagai destinasi di Kecamatan Sei Bingai. Turut hadir sebagai pemateri dan fasilitator yakni tim dari Badan Nasional Penanggulan Bencana ( BNPB) Provinsi Sumatera Utara,serta jajaran teknis Disbudpar Langkat.
Pewarta: Lufti


















































