KUTACANE, TEROPONG BARAT – Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai pelaksanaan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat, 26 Juni 2026, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Aceh Tenggara. Bertempat di Aula Gedung DPRK Aceh Tenggara, rangkaian kegiatan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Agenda ini turut dihadiri oleh Bupati Aceh Tenggara, wakil bupati, pejabat Dinas Sosial, seluruh anggota DPRK, anggota DPRA seperti Ali Basrah dan Yahdi Hasan Ramud, Ketua Majelis Permusyawaratan Aceh (MMA), Ketua Mahkamah Syar’iyah, Kepala Kejaksaan Negeri, perwakilan TNI/Polri, wartawan, LSM, hingga tamu undangan dari lintas sektor. Kehadiran mereka menjadi cermin kuatnya semangat kebersamaan dalam menyambut ulang tahun kabupaten pemekaran dari Aceh Tengah tersebut.
Rapat dimulai pukul 10.00 WIB dan dibuka resmi oleh Ketua DPRK Aceh Tenggara, Deni Febrian Roza. Dalam pidato pembukaan, Ketua DPRK mengulas perjalanan sejarah Aceh Tenggara sejak resmi berdiri pada 26 Juni 1974, bagaimana pemekaran dari kabupaten induk menjadi titik tolak pembangunan daerah, dan capaian pembangunan yang telah diraih hingga tahun 2026. Ia menekankan pentingnya momentum HUT sebagai pengingat jati diri dan pemacu kerja keras seluruh elemen daerah demi mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan usia ke-52 tahun, kita telah membuktikan bahwa kebersamaan membangun daerah menjadi kunci utama. Saya mengajak semua pihak, pemerintah, dewan, instansi, dan masyarakat agar bersatu menjaga semboyan HUT ini: ‘Bersama Kita Kuat Membangun Aceh Tenggara Hebat’,“ ujar Deni Febrian Roza dalam sambutannya. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kemajuan lebih nyata di berbagai bidang, terutama ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik.
Antusiasme peserta terasa sejak awal hingga akhir kegiatan. Para tamu undangan tampak memenuhi seluruh kursi ruangan, menyimak seksama setiap rangkaian pidato dan penggalan sejarah berdirinya Aceh Tenggara yang menjadi kebanggaan kolektif masyarakat. Tidak sedikit peserta yang berharap pelaksanaan HUT Aceh Tenggara tahun-tahun mendatang bisa digelar lebih meriah, melibatkan partisipasi masyarakat secara lebih luas, sebagai momentum refleksi, evaluasi, sekaligus perayaan bersama.
Di ujung acara, rangkaian rapat paripurna ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang ustadz lokal. Doa-doa dipanjatkan agar Aceh Tenggara diberi limpahan keberkahan, ekonomi makmur, masyarakat sejahtera, serta senantiasa berada di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Suasana hening membalut harapan besar di tengah usia Aceh Tenggara yang terus bertambah.
Peringatan HUT ke-52 tahun ini tidak hanya menjadi prosesi seremonial, tetapi juga panggilan moral bagi seluruh jajaran dan lapisan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan menjadikan momentum ulang tahun ini sebagai refleksi sekaligus pijakan baru menuju Aceh Tenggara yang lebih hebat di masa depan. (SADIKIN)















































