Langkat di Persimpangan Jalan: GEMAPALA Sebut Daerah Masih Terjebak ‘Paket Pemimpin Gagal’

TEROPONG BARAT LANGKAT

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 01:21 WIB

4086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

STABAT,Teropong Barat.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diduga melibatkan Bupati Langkat, Syah Afandin, SH, kembali mengguncang stabilitas pemerintahan di Kabupaten Langkat. Di tengah hiruk-pikuk peristiwa tersebut, Gerakan Masyarakat Untuk Perubahan Langkat (GEMAPALA) menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah hal yang mengejutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Pendiri GEMAPALA, Ukurta Toni Sitepu, menyatakan bahwa pihaknya jauh-jauh hari telah memberikan peringatan keras kepada masyarakat terkait rekam jejak dan pola kepemimpinan yang ditawarkan oleh duet Syah Afandin (Ondim) dan Tiorita Br Surbakti (Tio).

“Sebenarnya saya sama sekali tidak kaget dengan peristiwa ini. GEMAPALA sudah mengingatkan sejak awal mengenai risiko dari duet tersebut,” ujar Ukurta saat dihubungi melalui saluran telepon, Jumat (3/7/2026).

 

*Kritik Keras atas Kinerja Pembangunan*

Dalam pandangan GEMAPALA, kepemimpinan di Langkat selama tujuh tahun terakhir dinilai gagal menjawab kebutuhan fundamental masyarakat. Ukurta menyoroti minimnya progres pembangunan yang dirasakan oleh warga.

 

“Coba kita lihat realitanya. Apa yang bisa dibanggakan dari pembangunan di Langkat? Fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah Teluk Aru, sangat memprihatinkan. Begitu juga dengan kondisi infrastruktur jalan yang kerap memakan korban jiwa, hingga carut-marutnya penyaluran bantuan pasca-banjir,” tegasnya.

 

 

Menurutnya, selama tujuh tahun terakhir, arah kebijakan pemerintah daerah dianggap tidak mampu menjalankan amanah rakyat secara optimal. Ia bahkan melontarkan kritik tajam terhadap moralitas kepemimpinan yang tidak belajar dari peristiwa hukum yang menimpa pendahulu sebelumnya.

 

 

“Keluar dari Mulut Buaya, Masuk ke Mulut Harimau”

Menanggapi transisi pemerintahan pasca-OTT, di mana Tiorita Br Surbakti (Tio) diprediksi akan mengisi posisi pelaksana tugas, Ukurta merasa pesimistis akan adanya perubahan arah kebijakan yang signifikan.

 

 

“Langkat akan tetap berjalan, namun apakah akan lebih baik? Saya rasa tidak. Ini ibarat potongan daging yang lepas dari mulut buaya, namun masuk ke mulut harimau,” ungkapnya secara metaforis.

 

Ia menilai bahwa keterikatan individu dalam lingkungan politik yang sama cenderung mewariskan budaya kerja yang serupa. Ia pun menyoroti ketimpangan pembangunan yang selama ini terjadi, di mana kawasan hulu seringkali lebih diprioritaskan dibandingkan wilayah hilir dan Teluk Aru.

*Menyoal Tangisan dan Integritas*

Mengenai video tangisan Tiorita Br Surbakti saat diwawancarai pasca-penangkapan, Ukurta menganggap hal tersebut merupakan ekspresi personal. Namun, ia mengajak publik untuk tetap kritis dalam memaknai dinamika politik yang terjadi.

 

“Tentu itu (tangisan) adalah bentuk rasa prihatin yang lumrah. Namun, sebagai catatan bagi masyarakat, kita perlu jernih melihat apakah tangisan itu adalah cerminan kesedihan mendalam atau sekadar respons situasional,” pungkasnya.

GEMAPALA berkomitmen untuk terus mengawal jalannya pemerintahan di Langkat dan berharap masyarakat semakin kritis dalam menilai rekam jejak pemimpin di masa depan agar roda pemerintahan benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan kelompok.

 

 

 

 

 

(Redaksi)

Berita Terkait

Wabup Nagan Raya Resmikan Pembukaan Turnamen Sepakbola HUT Pemuda Gampong Alue Bateung Brook Cup I
Mahasiswa Versus Mahasiswa: Ketika Politik Pecah Belah Menyusup ke Kampus
Dugaan Korupsi Pengadaan Kendaraan Dinas Dinkes Langkat Disorot,GEMAR MEMBACA Siap Gelar Aksi ke Polda dan Kejati Sumut
Soroti Keselamatan di Jalinsum, GEMBIRA Desak Pemerintah Kabupaten Langkat Evaluasi Pohon Lapuk
Islam Kaffah Menjamin Gizi Muslimah Terwujud
Jaminan Kesehatan dan Gizi Generasi Butuh Sistem Islam
Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi
Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:54 WIB

Babinsa Sertu Safrin Ondu Aktif Dampingi Petani Di Wilayah Binaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:53 WIB

BABINSA KORAMIL 05/DM DAMPINGI PETANI RAWAT TANAMAN SAWI WUJUDKAN KETAHAN PANGAN DI DESA PULOKRUET

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:51 WIB

Babinsa Pos Ramil Tadu Raya Melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial dengan masyarakat di desa Babah dua kec tadu raya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:49 WIB

Aktif Bersama Prangkat Desa Babinsa Koramil 03 Senagan Timur Komsos Bersama Prangkat Desa Di Desa Binaan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:46 WIB

Melalui komsos Babinsa jalin silaturahmi dengan masyarakat binaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:43 WIB

Danrem 012/TU Didampingi Dandim 0116/Nagan Raya Ikuti Vidcon Presiden RI pada Panen Raya Padi Serentak di Nagan Raya

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:16 WIB

Babinsa Laksanakan Gotong Royong Bersama Warga di Halaman Masjid Desa Neubok Yee PP

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:01 WIB

Dandim 0116/Nagan Raya Bacakan Amanat Kasad, Tekankan Disiplin dan Pengabdian untuk Rakyat

Berita Terbaru