Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI Gelar Festival Permainan Tradisional Kabupaten Bireuen 2026

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:53 WIB

40150 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN |  Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) menggelar festival permainan tradisional Kabupaten Bireuen Tahun 2026, bertempat di halaman kantor Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu, (15/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Bermain untuk Pulih, Berbudaya untuk Bangkit” tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang bermain yang edukatif sekaligus mendukung pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak bencana banjir meteorologi yang melanda Aceh.

Kegiatan diawali laporan ketua pelaksana, Ismatur Rahmi, menyampaikan festival permainan tradisional Kabupaten Bireuen Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak korban bencana melalui aktivitas permainan tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Festival ini bertujuan sebagai sarana trauma psikososial melalui permainan tradisional bagi anak-anak korban bencana banjir meteorologi yang melanda Aceh, ujar Ismatur Rahmi.

Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bermain yang menyenangkan sekaligus mengenalkan kembali budaya permainan tradisional kepada anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.

“Kami berharap permainan tradisional dapat kembali dimainkan oleh adik-adik, sehingga permainan yang merupakan bagian dari warisan budaya ini tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

Festival dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M. dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada mahasiswa prodi Hukum yang telah menggagas kegiatan yang dinilai memiliki nilai edukasi, sosial, dan budaya tinggi.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai penting dalam membangun interaksi sosial, kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas anak-anak, ujar alumni lulusan program doktor (S3) bidang Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan.
Kami sangat mengapresiasi mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI yang telah menggagas festival permainan tradisional Kabupaten Bireuen Tahun 2026.

“Permainan tradisional saat ini sudah hampir hilang di tengah perkembangan zaman. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat,” ungkap Dr. Kamaruddin.MM.

Sementara itu, Keuchik Balee Panah, Tgk. Muntazar, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI yang telah memilih Desa Balee Panah sebagai lokasi pelaksanaan festival.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI yang telah mengelar festival permainan tradisional Kabupaten Bireuen di Desa Balee Panah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat,” ungkap Tgk. Muntazar.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan pemaparan materi permainan oleh Rahmat Hidayat, S.P., M.Pd., bidang Kemahasiswaan UNIKI, dengan tema “Membangkitkan Semangat Pasca Bencana.”

Dalam penyampaian materinya, Rahmat Hidayat mengemas kegiatan secara interaktif melalui permainan tebak-tebakan yang membuat para peserta, khususnya anak-anak, antusias dan terhibur.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus membangun kembali semangat anak-anak setelah menghadapi situasi bencana.

Materi selanjutnya membahas pengenalan permainan tradisional. Dalam pemaparannya, Rahmat menekankan pentingnya mengenalkan berbagai jenis permainan tradisional kepada generasi muda sejak dini.

“Anak-anak harus mulai mengenal berbagai jenis permainan tradisional. Selain menyenangkan, permainan tradisional juga mengajarkan kebersamaan, kerja sama, sportivitas, kreativitas, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh generasi sebelumnya,” jelas Rahmat.

Melalui Festival permainan tradisional Kabupaten Bireuen, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI berharap, permainan tradisional dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari kehidupan anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola bermain.

Kegiatan berlangsung meriah,anak-anak dan masyarakat Desa Balee Panah sangat antusias mengikuti dan menyaksikan festival ini.

Selain menjadi hiburan, perlombaan juga menjadi media untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda.

Adapun permainan tradisional yang dilombakan yaitu Terompah Payang, Galah Kandang, Silop Bruk, Layangan, Tarek Situk, dan Sye (Klep).

Festival turut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M., Penata Layanan Operasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Irnawati, S.Pd., Keuchik Balee Panah Tgk. Muntazar, S.E., M.M., seluruh perangkat desa, Dosen Pembimbing Imam Taufik Harahap, S.H., M.Si. dan Dian Eriani, S.H., M.H., Finalis Agam Inong Bireuen tahun 2026 serta masyarakat Desa Balee Panah.

Berita Terkait

Kepala LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya
Kapolres Bireuen Hadiri Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XXXVIII Universitas Islam Aceh
Kapolres Bireuen Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Umbau Pengendara Tertib Utamakan Keselamatan
Kapolres Bireuen Ajak Pelajar Jauhi Bullying, Narkoba, Judol, dan Pinjol
Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MTQMN UNP 2026
Kapolres Bireuen Pimpin Latihan Dalmas, Tingkatkan Profesionalisme Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas
Kapolres Bireuen Gelar Subuh Keliling, Ajak Masyarakat Cegah Narkoba, Bullying dan Hindari Judol
Dua prodi di Umuslim Lolos Hibah PP-PTS Kemendiktisaintek Skema B

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Tinjau Pelayanan dan Serahkan Sertipikat PTSL, Senator DPD RI Kunjungi Kantah Bitung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Jangan Keliru! BPHTB dan PPh Bukan Kewenangan ATR/BPN dalam Peralihan Hak Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Ikut PTSL, Warga Bangka Tengah Rasakan Mudahnya Urus Sertipikat Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kantah Jembrana Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Dorong Generasi Muda Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:03 WIB

53.431 Tanah Wakaf Disertipikasi, ATR/BPN Percepat Legalitas Aset Keagamaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanah Warga Tercatat sebagai Aset Negara, Bisa Dikembalikan? UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB