LANGKAT,Teropong Barat.com– Pemerintah Kabupaten Langkat menegaskan komitmen pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perbatasan. Hal tersebut ditandai dengan pencanangan Titik Nol Kabupaten Langkat sekaligus penyaluran bantuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Salahaji, Kecamatan Pematang Jaya, Rabu (7/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., menyampaikan bahwa penetapan titik nol di kawasan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh ini bukan sekadar penanda geografis, melainkan simbol dimulainya pembangunan yang berkeadilan.
“Ini menjadi simbol bahwa pembangunan Kabupaten Langkat harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah paling ujung dan kawasan perbatasan,” ujar Tiorita.
Untuk mendukung percepatan pembangunan di Pematang Jaya, Pemkab Langkat mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah pada APBD 2026. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi perbaikan jalan, jembatan, jalan lingkungan, drainase, serta pembangunan Pasar Desa Limau Mungkur.
Kehadiran Pasar Desa Limau Mungkur diharapkan dapat memperkuat aktivitas perdagangan lokal, membuka akses pemasaran hasil pertanian dan perikanan, serta menggerakkan roda ekonomi warga perbatasan.
Selain alokasi infrastruktur, Pemkab Langkat turut menyerahkan berbagai bantuan sektor ekonomi, pertanian, perikanan, keagamaan, dan kepemudaan.
Di sektor pertanian dan perikanan, bantuan yang disalurkan meliputi:
1.Dua unit traktor roda dua
2.Sarana bioflok, bibit, dan pakan ikan lele serta nila
3.Bibit ikan gurami, benur udang windu, dan vaname
4.Bibit padi serta cabai merah untuk kelompok tani
5.Untuk mendongkrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), diserahkan pula bantuan berupa mesin kopi, oven gas, mixer, perlengkapan pangkas rambut, lima unit chest freezer, serta lima unit cool box.
Sementara di bidang keagamaan, bantuan dana hibah disalurkan kepada BKM Nurul Huda, BKM Baitul Jamik, dan BKM Baitul Huda (masing-masing Rp15 juta); Musholla Aulia Azmi dan Musholla An Nur (masing-masing Rp7,5 juta); TPQ Rakyat Pematang (Rp5 juta); serta LPTQ Kecamatan Pematang Jaya (Rp7 juta). Di bidang olahraga, diserahkan bantuan sarana bola voli bagi pemuda setempat.
Tiorita menambahkan, posisi Pematang Jaya memiliki nilai strategis sekaligus tantangan tersendiri dalam konektivitas dan pelayanan publik. Karena itu, ia meminta masyarakat turut merawat fasilitas yang telah dibangun dan menjaga kawasan Titik Nol agar kelak dapat dikembangkan menjadi ikon daerah maupun sarana edukasi sejarah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berjalan optimal,” tuturnya.
Camat Pematang Jaya, Amin Ritonga, menyambut baik perhatian Pemkab Langkat dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal seluruh program pembangunan di wilayah perbatasan tersebut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Langkat Amril, Inspektur Basrah Pardomuan, Anggota DPRD Langkat Zulkarnain, jajaran kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.
Pewarta:Lufti


















































