
LANGKAT,Teropong Barat.com – Kondisi jalan protokol di Dusun VII, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kian mengkhawatirkan. Kerusakan parah akibat longsor pascabencana banjir pada akhir tahun 2025 lalu hingga kini belum mendapat penanganan permanen dari pemerintah daerah, sehingga memicu keresahan warga setempat.
Ruas jalan tersebut merupakan akses vital dan jantung transportasi bagi seluruh penduduk Desa Besilam Bukit Lembasa, baik untuk mobilitas perekonomian warga maupun akses harian para pelajar menuju sekolah.
Tokoh masyarakat Desa Besilam Bukit Lembasa, Meyhendra Perangin Angin, mengungkapkan bahwa terdapat dua titik kerusakan paling parah di wilayah Dusun VII yang membutuhkan penanganan mendesak, berupa pembangunan bronjong dan perbaikan konstruksi jembatan.
“Jalan ini merupakan akses utama seluruh penduduk desa. Bencana banjir tahun 2025 lalu menyisakan beberapa titik longsor, dan yang paling parah ada dua titik di Dusun VII. Pihak desa sudah mengajukan permohonan resmi untuk pembangunan bronjong dan perbaikan jembatan,” ujar Meyhendra, Senin (14/9/2026).
Meyhendra menjelaskan, kekhawatiran warga kian meningkat seiring makin tergerusnya badan jalan yang mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah.
“Masyarakat sangat resah dan khawatir timbul korban jiwa jika tidak segera ditangani. Kami sangat berharap Plt. Bupati Langkat serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat, Arie Ramadhany, memberikan perhatian khusus dan merealisasikan perbaikan jalan protokol ini,” tegasnya.
Desakan serupa disampaikan oleh warga Dusun VII, Lesmana Putra. Ia menuturkan bahwa rusaknya jalan utama tersebut mengganggu kelancaran aktivitas anak-anak dalam menuntut ilmu.
“Kami sangat berharap jalan ini segera diperbaiki karena ini akses utama anak-anak pergi sekolah. Kami memohon kepada Plt. Bupati Langkat, Ibu Tiorita Br Surbakti, agar berkenan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi jalan kami,” ungkap Lesmana.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Langkat dapat memprioritaskan penanganan infrastruktur jalan tersebut sebelum kondisi kerusakan semakin parah atau memakan korban jiwa.
Pewarta: Lufti


















































