Efisiensi Pemerintah: Menutup Satu Celah Korupsi, Membuka Ratusan Lainnya?

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025 - 04:00 WIB

40511 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongbarat.co – Indonesia kembali diguncang skandal korupsi besar. Kali ini, dugaan korupsi di tubuh Pertamina mencuat dengan potensi kerugian negara yang fantastis, mencapai Rp 1 kuadriliun. Modus pengoplosan BBM yang diduga berlangsung selama lima tahun terakhir mengundang tanda tanya besar: Di mana pengawasan Satgas Migas? Apakah mereka lalai, atau ada tangan-tangan tak terlihat yang justru memuluskan skandal ini?

Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?
Pakar anti-korupsi, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., menyoroti lemahnya aparat penegak hukum (APH), seperti KPK dan Kejaksaan Agung. Ia menilai penegakan hukum masih pilih kasih dan cenderung melindungi aktor utama korupsi.

“Koruptor semakin lihai menguasai sistem hukum. Mereka bukan hanya mencuri uang negara, tetapi juga memanfaatkan mekanisme hukum untuk melindungi diri dan jaringan mereka,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, ia menuding kebijakan efisiensi pemerintah justru membuka lebih banyak celah korupsi. “Efisiensi RI seperti menutup satu lubang, tetapi malah membuka ratusan pintu tikus koruptor baru,” ujarnya.

Koruptor Dilindungi Kesepakatan Politik?
Rakyat semakin kecewa dengan dugaan perlindungan terhadap koruptor melalui “deal” politik tersembunyi. Negosiasi abu-abu dan praktik saling mengamankan di antara pejabat membuat banyak kasus besar seperti ini hanya berujung pada hukuman ringan atau bahkan hilang tanpa jejak.

Namun, masyarakat belum kehilangan harapan. Presiden Prabowo kini dihadapkan pada tantangan besar: apakah ia berani membersihkan pemerintahan dari pejabat-pejabat bermental maling?

Publik menuntut audit besar-besaran terhadap rekening gendut dan kekayaan tak wajar para pejabat yang diduga terlibat korupsi selama 15 tahun terakhir. Ini adalah momen emas untuk membuktikan bahwa hukum di Indonesia tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga ke atas.

“Dunia sedang menyaksikan. Apakah kita akan menjadi bangsa yang bisa memiskinkan koruptor, atau malah semakin memakmurkan mereka?” pungkas Prof. Nasomal.
(Anton Tinendung – teropongbarat.co)

Berita Terkait

Tolak Gerakan BEM SI Jawabarat, Kasus Andri Yunus Jangan Dijadikan Alibi untuk Aksi Provokatif dan Cederai Simbol Negara
Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya
Disdukcapil Riau Dilanda Kontroversi: Ros Diblokir Setelah Tolong Warga, Bunga Ditolak Karena Aturan Baju
Jaga Anarkisme, M. Aprilyandi: Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu Ciptakan Kamtibmas
Awas Penunggang Gelap: Dugaan Operasi Senyap Framing Panglima TNI lewat Kasus Aktivis KontraS
Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) Siapkan 1000 Pengacara Dukung Polri Hadapi Gugatan CLS Kasus Ijazah Jokowi
Komunitas All Stars dan Gangster, Perkuat Silaturahmi untuk Cegah Tawuran di Jakarta Raya
Rabusin Ditahan, Publik Ingatkan Hakim Jangan Jadi Alat Kriminalisasi Sengketa Agraria

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:14 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 22:00 WIB

Ngaji Sambil Ngopi, Tradisi Rutin Anjang Sana Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah di Desa Kembiritan

Senin, 20 April 2026 - 17:25 WIB

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Meresmikan Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti Lauran Kecamatan Tanımbar Selatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota

Senin, 20 April 2026 - 15:11 WIB

Seorang anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik

Senin, 20 April 2026 - 00:14 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Berita Terbaru