Efisiensi Pemerintah: Menutup Satu Celah Korupsi, Membuka Ratusan Lainnya?

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025 - 04:00 WIB

40539 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongbarat.co – Indonesia kembali diguncang skandal korupsi besar. Kali ini, dugaan korupsi di tubuh Pertamina mencuat dengan potensi kerugian negara yang fantastis, mencapai Rp 1 kuadriliun. Modus pengoplosan BBM yang diduga berlangsung selama lima tahun terakhir mengundang tanda tanya besar: Di mana pengawasan Satgas Migas? Apakah mereka lalai, atau ada tangan-tangan tak terlihat yang justru memuluskan skandal ini?

Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?
Pakar anti-korupsi, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., menyoroti lemahnya aparat penegak hukum (APH), seperti KPK dan Kejaksaan Agung. Ia menilai penegakan hukum masih pilih kasih dan cenderung melindungi aktor utama korupsi.

“Koruptor semakin lihai menguasai sistem hukum. Mereka bukan hanya mencuri uang negara, tetapi juga memanfaatkan mekanisme hukum untuk melindungi diri dan jaringan mereka,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, ia menuding kebijakan efisiensi pemerintah justru membuka lebih banyak celah korupsi. “Efisiensi RI seperti menutup satu lubang, tetapi malah membuka ratusan pintu tikus koruptor baru,” ujarnya.

Koruptor Dilindungi Kesepakatan Politik?
Rakyat semakin kecewa dengan dugaan perlindungan terhadap koruptor melalui “deal” politik tersembunyi. Negosiasi abu-abu dan praktik saling mengamankan di antara pejabat membuat banyak kasus besar seperti ini hanya berujung pada hukuman ringan atau bahkan hilang tanpa jejak.

Namun, masyarakat belum kehilangan harapan. Presiden Prabowo kini dihadapkan pada tantangan besar: apakah ia berani membersihkan pemerintahan dari pejabat-pejabat bermental maling?

Publik menuntut audit besar-besaran terhadap rekening gendut dan kekayaan tak wajar para pejabat yang diduga terlibat korupsi selama 15 tahun terakhir. Ini adalah momen emas untuk membuktikan bahwa hukum di Indonesia tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga ke atas.

“Dunia sedang menyaksikan. Apakah kita akan menjadi bangsa yang bisa memiskinkan koruptor, atau malah semakin memakmurkan mereka?” pungkas Prof. Nasomal.
(Anton Tinendung – teropongbarat.co)

Berita Terkait

Stop Kaitkan Menteri Imipas Dengan Kasus Dugaan Pengurusan izin Tinggal WNA, Agus Andrianto Bersih
26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Aksi Unjuk Rasa Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berlangsung Tertib, Pelajar Tidak Terlibat
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Usut Praktik Promosi Menyesatkan di Media Sosial: Iklan Hebat, Barang Diduga Tak Berkualitas!
Pengurus Pusat Aktivis Peduli Lingkungan Tolak Rencana Eksplorasi Blok Elang PT AMNT, Soroti Partisipasi Publik dan Dominasi Tenaga Kerja Luar Daerah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:16 WIB

DUGAAN PRAKTIK JUDI BOLA ADIL NODAI TURNAMEN KADES CUP SUMBERSEWU, WARGA MINTA DITERTIBKAN

Selasa, 3 November 2026 - 12:58 WIB

Hentikan Tudingan Narasi Liar Pada Menteri Imipas Agus Andrianto, Tuduhan Itu Keliru dan Menyesatkan

Selasa, 3 November 2026 - 12:23 WIB

Bentuk Karakter dan Kedisiplinan Generasi Muda, Pos Sei Tekam Satgas Yonarmed 13/Nanggala Berikan Bantuan Tenaga Pendidik di SD dan SMP Perimpah

Selasa, 3 November 2026 - 09:56 WIB

Wartawan Minta Klarifikasi Bupati Pasaman Barat, Soroti Pernyataan Kadis DPMN soal “Abuse” dan Kemerdekaan Pers

Senin, 2 November 2026 - 10:21 WIB

Semakin humanis satpas sumedang,petugas berikan pelayanan yang nyaman dan mudah bagi masyarakat

Minggu, 1 November 2026 - 11:48 WIB

Demi Meraih Keuntungan Besar Proyek Rehabilitasi Ruang Laboratorium di SMP 3 Sampang Abaikan Aturan.

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:36 WIB

GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

DIDUGA DIRAMPAS DEBT COLLECTOR BRI FINANCE, KENDARAAN MILIK DEBITUR DI SANGATTA DITARIK MESKI KLAIM SUDAH BAYAR ANGSURAN BTC

Berita Terbaru